Tuesday, November 27, 2012

*Kolom IBRAHIM ISA
Selasa, 27 November 2012
------------------------*

*APAKAH MASUK AKAL-SEHAT JENDRAL Yang MENGKHIANATI PANGTI-NYA DINOBATKAN JADI PAHLAWAN NASIONAL???*


**



** * **


Sejak Presiden SBY meresmikan mantan Presiden Sukarno dan mantan Wapres Moh. Hatta, sebagai PAHLAWAN NASIONAL . . . muncul (lagi) saran aneh dan absurd, yang "menuntut" agar mantan Presiden Suharto juga diberi krhormatan sebagai "pahlawan nasional".


Surat Ratna Sari Dewi Sukarno (April 1970) dan buku yang tahun lalu diterbitkan oleh Sukmawati Sukarnoputri -- (Tempo, Desember 2011), mengenai:
*PELUNCURAN BUKU SUKMAWATI sekitar "KUDETA MERANGKAK SUHARTO"- "KESAKSIAN SUKMAWATI SUKARNOPUTRI "CREEPING COUP D'ETAT MAYJEN SUHARTO"*, kiranya cukup jelas mengungkapkan. Bahwa mantan Presiden Suharto adalah seorang Jendral yang mengkhianati atasannya,mengkhianati Presiden Sukarno. Selanjutnya selama lebih dari 30 tahun Suharto telah mengkhianati bangsa dan tanah airnya.



Mantan Presiden Suharto dengan Orba yang dipimpinnya telah menggadaikan kekayaan bumi dan air Indonesia kepada modal asing. Selanjutnya melakukan pelanggaran HAM terbesar dalam sejarah Indonesia, terhadap warga yang tidak bersalah. Serta melakukan korupsi besar-besaran dan membudayakan kultur nepotisme dalam skala yang belum pernah terjadi di Indonesia.


* * *
*
Dalam suratnya kepada Jendral Suharto, Ratna Sari Dewi Sukarno*, menulis a.l seperti yang disiarkan (bagian pertamanya) di kolom ini pada tanggal 30 September 2012, Dewi Sukarno a.l , membeberkan bahwa . . .*"Keadaan Sebenarnya Itu Merupakan Kewajiban Saya . . untuk mengungkapkannya". Karena "Saya Justru Mengikuti Peristiwa-peristiwa Di Indonesia itu Dari Dekat."
*
* * *


Sejak Oktober 1965, di dalam maupun di luar negeri berbagai siaran dalam jumlah tak terhitung tafsiran dan variasi, analisis dan penelitian dilakukan di sekitar apa yang terjadi pada tanggal 1 Oktober 1965, dan selanjutnya. Bisa dengan pasti dikatakan bahwa pemberitaan, tafsiran dan kesimpulan yang dilakukan oleh rezim Orba dibawah Presiden Jendral Suharto, adalah yang paling tidak benar, paling rekayasa, paling palsu serta paling khianat.

Terjemahan SURAT DEWI SUKARNO KEPADA SUHARTO sekitar peristiwa yang terjadi pada tanggal 1 Oktober 1965, disiarkan di media Belanda, "VRIJ NEDERLAND", pada tanggal 16 April 1970. Menurut banyak pakar yang bisa diandalkan, SURAT DEWI Kpd SUHARTO tsb adalah OTENTIK. Hal ini bisa dicek lagi pada media Belanda "VRIJ NEDERLAND" yang pertama kali menyiarkannya pada tanggal 16 April 1970. Juga bisa mengadakan receki langsung pada Dewi Sukarno yang masih bisa dihubungi.*

* * *


Kolom ini telah menyiarkan bagian pertama dari surat tsb. Berikut ini adalah bagian selanjutnuya:


*Lanjutan dari SURAT DEWI SUKARNO kpd Jendral Suharto (Bagian II)
**
*"Akan tetapi Tuan ternyata tidak berbuat demikian dan hal ini dianggap sebagai pelanggaran terhadap hal-hal azasi manusia dan Tuan tidak mendapatkan respek. Lepas dari ideologi apa yang sudah terjadi itu merupakan "kejahatan nasional"

Tuan Suharto.
Meskipun Tuan akan menolak dengan berbagai dalih untuk bertindak dan mencegah terhadap "kejahtan nasional" yang telah berlangsung itu - dimana telah ratusan ribu orang tak berdaya telah dibantai- bagaimanapun saya juga bersikap tidak membenarkan bahkan mengutuk peristiwa itu. Bukankah telah menjadi kenyataan bahwa pemerintah Orde Baru yang Tuan pimpin memakai slogan demi "penumpasan terhadap PKI"? Ataukah Tuan amat kuatir kalau kekuasaan Soekarno bangkit kembali beserta pendukung- pendukungnya
karena Tuan tahu pasti bahwa lebih dari 50 % Rakyat Indonesia itu masih setia pada Soekano? Hal ini pasti Tuan tidak lupa bukan ? Ataukah barangkali Tuan berpendapat bahwa peristiwa G 30 S itu sudah lampau dan harus dilupakan? Bagi saya hal itu bukan soal.

Akan tetapi yang menjadi masalah: masih terlalu banyak hal-hal dan pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab dan bahkan sengaja disembunyikan walaupun begitu saya masih merasa beruntung dan bangga bahwa saya dalam peristiwa 1965 itu tahu dari dekat dan mendapat pelajaran yang bermanfaat. Bahwa fakta-fakta yang benar dalam sejarah itu kadang-kadang memang diputar balikkan oleh karena mereka yang berkuasa dengan maksud untuk kepentingan atau keuntungan tujuan politknya. Begitu juga dengan beritaberita
dalam pers (koran-koran) telah dibuat demikian rupa oleh penguasa sebagai suatu Propaganda untuk kepentingan politik pemerintah.


Sebagai misal yang paling mudah kita ambil contoh peristiwa G 30 S. Peristiwa ini sebenamya trjadi pada tanggal l Oktober 1965 dinihari yang didukung oleh dewan revolusi dengan dipimpin oleh salah seorang perwira penanggung jawab pengawal istana Presiden Soekarno yaitu Letnan Kolonel Untung. Pengumuman dewan revolusi itu berbunyi sebagai berikut:

"Sekelompok (grup) Jenderal merencanakan untuk mengambil oper kekuasaan (coup) dariPemerintah Presiden Soekarno dan beliau akan dibunuh. Mereka membentuk dewan Jenderal dengantujuan untuk membentuk kekuasaan Militer. Rencana coup tersebut akan dilakukan pada HUT ABRItanggal 5 Oktober 1965 yang akan datang. Untuk mencegah itu maka dewan revolusi mendahului

mengambil langkah dengan menangkap 6 Jenderal diantaranya Jenderal A Yani,
Dalam hal ini Tuan temyata telah meyakinkan orang banyak (menfitnah) dengan melancarkan berita bahwa G 30 S itu dilakukan oleh PKI. Hal ini jelas tidak benar. Bukankah yang melakukan gerakan ini adalah orang-orang militer? Dan saya meragukan kalau mereka yang melakukan gerakan itu orang komunis. Saya ingin bertanya kepada Tuan lalu siapakali yang berbuat menyebarkan isyu
sehingga timbul situasi dimana masa dibakar dan digerakkan. dengan menuduh G 30 S itu didalangi oleh PKI ?

Menteri Pertahanan sendiri yaitu Jenderal Nasution sebagai salah seorang anggauta Dewan Jenderal yang menunrt rencana seharusnya juga ditangkap oleh gerakan G 30 S telah berkata pada upacara penguburan 6 Jenderal yang terbunuh itu pada HUT ABRI tanggai 5 Oktber 1965 sebagai berikut:

"Sampai hari ini pun HUT ABRI kita masih tetap penuh khitmat dan kebanggaan meskipunditandai oleh peristiwa yang merupakan noda bagi kita ABRI. Yaitu bahwa telah terjadi suatu fitnahdan pengkhianatan serta kekejaman atas perwira-perwira tinggi kita. Walaupun bagitu saudara/saudara kita yang menjadi korban itu adalah tetap merupakan pahlawan-pahlawan di hati kita Bangsa Indonesia. Yang pada akhirnya nanti kebenaran pasti akan menang meskipun kita telah diftnah olehpengkhianat-pengkhinat int. Hal mana pada waktunya nanti kita akan memperhitungkannya."


Dalam pidato Jenderal Nasution itu sama sekali tidak nampak ada kesan bahwa
terbunuhnya 6 Jenderal itu telah didukung apalagi dilakukan oleh PKI. Bahkan sebaliknya dari kalimat-kalimat yg diucapkan oleh Jenderal Nasution itu jelas, bahwa peristiwa G 30S itu adalah akibat pertentangan yg ada di kalangan ABRI sendiri.

Tuan Suharto - dapatkah saya bertanya kepada Tuan, siapakan yang dimaksud dengan kata-kata Nasution "fitnah dan pengkhianat pengkhianat" itu dan apakah yang dimaksud dengan kalimat "kita akan memperhitungkan mereka".

Sebenarnya yang penting diperhitungkan dalam peristiwa itu adaiah: siapa dan apa tujuan dari 50 orang "yang berseragam seperti pengawal Presiden Soekarno" itu. Dan ketika mereka menyerbu rumah dan kediaman Jenderal Nasution dengan senjata lengkap diketahui jelas oleh beliau bahwa mereka itu (penyerbu) adalah mereka yang dikenal sebagai orang-orang yang anti komunis. Justru karena mereka tidak kenal Jenderal itulah maka mereka menyangka Letnan Tendean sebagai Komandan Jaga dikira Jenderal Nasution dan terus menembaknya.

Dari fakta ini jelas menurut penilaian saya bahwa andaikata para penyerbu itu benarbenar pengawal Presidcn Soekarno pasti mereka akan tahu dan kenal betul pada Jenderal Nasution. Jadi tidak masuk akal pula kalau para penyerbu itu adalah orang-orang komunis yang mendapat tugas khusus tidak akan kenal pada Jenderal Nasution sehingga terjadi kegagalan itu.

Apakah Tuan tahu - bahwa banyak orang di Indonesia ini telah membicarakan bahwa timbul tanda tanya yang besar yang penuh prasangka kepada Tuan.

Yalah: mengapa Tuan sebagai komandan tertinggi pada Kostrad justru malah tidak diserbu untuk dibnnuh dengan dalih katanya"karena mereka (penyerbu) tidak tahu alamat Tuan"? Dan yang menarik perhatian lagi - justru Tuanlah yang pada tanggal l Oktober 1965 pada dinihari sudah memainkan peranan dan ambil oper pimpinan ABRI dengan memberikan perintahperintah sehingga dengan mudah sekali Tuan telah bisa menguasai dan menumpas Dewan Revolusi dalam waktu yang singkat.

Setelah Presiden Soekarno kehilangan Jenderal A. Yani maka beliau terus mengangkat Tuan sebagai Menteri Hankam, sekaligus sebagai Pangab ABRI. Ini terjadi pada tanggai 14 Oktober 1965 dimana Presiden Soekarno pada pengangkatan Tuan itu telah berpesan sebagai berikut:

"Adalah mendesak sekali agar keamanan dan ketertibann harus segera dipulihkan agar terciptanya keadaan, dimana emosi dari golongan kiri maupun golongan kanan dapat ditenangkan dan dikendalikan, sehingga peristiwa G 30 S itu dapat diselesaikan sambil kita mempelajari segalasesuatunya yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Kejadian itu tidak akan menenangkan sayasebelum segala sesuatunya jelas siapa yg bertanggung jawab entah dari pihak manapun,
entah merah, hijau ataupun kuning"

Dengan demikian menjadi jelas bahwa Tuan memikul tugas yang diberikan olch Presiden Soekarno untuk menghimpun segala data sekitar peristiwa G 30 S itu dan seharusnya Tuan segera memulai dengan penyelidikan dan pengusutan yang harus dilaporkan pada Presiden Soekarno. Akan tetapi Tuan ternyata tidak mentaati perintahperintah itu bahkan Tuan telah memberikan tafsiran sendiri dan berkata:: "Sekarang sayasudahmemperoleh kepercayaan dari Presiden Soekarno. Dan saya akan terus menumpas sisa-sisa kekuatan dari peristiwa tersebut /" Pernyataan Tuan jelas mempunyai arti tersendiri.

Sebenarnya Presiden Soekarno mengharapkan dan mempercayakan pada Tuan agar Tuan tetap setia dan loyal untuk melaksanakan perintah-perintahnya.

Dengan tujuan selanjutnya akan diambil tindakan-tindakan hukum oleh Presiden Soekarno terhadap siapa yang bersalah tanpa pandang bulu - apakah PKI atau pihak Militer. Akan tetapi Tuan ternyata tidak memberikan laporan apa- apa pada Presiden Soekarno. Bahkan Tuan telah menggerakkan ABRI tanpa persetujuan Presiden bersama-sama dengan beberapa Jenderal antara lain Sarwo Edhie. Dan sejak inilah dimulai pengejaran dan pembunuhan terhadap mereka yang belum tentu bersalah yaitu kaum komunis. Yang kemudian telah terkenal luas di seluruh negeri bahwa TNI di bawah pimpinan Tuan telah melakukan penganiayaan, pembakaran, perarnpokan dan pembunuhan terhadap orang PKI. TNI telah melakukan teror yang berselubung di bawah pimpinan Tuan Rakyat yang hidup tenang dihasut/dibangkitkan untuk membenci dan mengamuk dengan dalih karena adanya kejadian terbunuhnya para Jenderal tersebut. Rakyat telah dihasut untuk anti PKI yang dikaitkan dengan negeri Cina yang dituduh memberikan dukungan terhadap G 30 S tersebut. Dan rakyat telah dibikin rupa sehingga tidak percaya bahwa "Dewan Revolusi" itu ada.

Selanjutnya Presiden Soekarno dipaksakan untuk menyatakan PKI dilarang dan di luar hukum karena dianggap partai itu terlibat pada G 30 S. Selama setahun lamanya mahasiswamahasiswa dan kelompok-kelompok yang tidak puas diorganisasi untuk melakukan demonstrasi-demonstrasi terhadap Soekarno dengan tuntutan-tuntutan termaksud. Akan tetapi Presiden Soekarno menolak untuk membubarkan PKI sebab tidak ada data-data dan bukti-bukti yang menyakinkan yang sudah dilaporkan pada Presiden.

Yang menarik perhatain ialah, bahwa "pemimpin-pemimpin" demonstrasi tersebut yang katanya adalah "mahasiswa-mahasiswa" kenyataannya umumya kebanyakan lebih dari 30 tahun dan bahkan pengikut-pengikutnya demonstrasi iru memakai pakaian seragam para troops (tentara payung) yang masih baru-baru. Sehingga perlu dipertanyakan apakah benar mereka itu mahasiswa-mahasiswa betul ? Dan dari mana dana (keuangan) yang didapat untuk mengorganisasi demonstrasi-demnstrasi itu? Dan mengapa ternyata sekarang, bahwa mereka yang menjadi pemimpin-pemirnpin demonstrasi itu kini menempati kedudukan-kedudukan penting dalam Pemerintahan Tuan ?

Semua kekacauan dan tidak tenang yang nampaknya dibikin (artificial) telah berlangsung se-lama satu tahun. Sementara itu telah dilancarkan Propaganda secara luas bahwa segala kesulitan dan keburukan diberbagai bidang itu ditimpakan pada PKI? Dan hal ini sampai hari inipun masih berlangsung walaupun peristiwa G 30 S itu telah 4 tahun berlalu.


Akan tetapi tentang hal ini sebenarnya dapat dimengerti sebab dalam politik yang berkuasa itu harus membuat Rakyat yang tidak tahu apa-apa itu sedemikian rupa sehingga rakyat merasa tidak tenteram dan aman dengan menimpakan kesalahan dan ancaman itu pada PKI. yang kemudian diarahkan bahwa penguasa (pemerintah) itu adalah satu-satunya pelindung rakyat yang
sebenarnya.

Kalau demikian halnya maka jelas bahwa Tuan telah mengabaikan perintah dan peringatan Presiden Soekarno pada sidang kabinet tanggal 2 Januari /1966 /di Bogor yang meminta kepada Tuan agar situasi yang tidak menentu itu harus segera diakhiri dan dipulihkan sehingga rasa kesatuan dan persatuan bangsa lIndonesia dapat tercipta kembali. Bukan saling membunuh diantara sebangsa dan setanah air. Apabila pembunuhan besarbesaran itu berlangsung terus menerus maka perjuangan kita selama ini akan sia-sia, karena dalam hai ini Tuan ternyata telah menempuh jalansendiri.

Saya tidak akan mengatakan bahwa G 30 S itu baik. Tapi saya tidak akan menyalahkan siapa-pun dan belum memberikan penilaian terhadap peristiwa itu. Andaikata sebagai orang komunis atau simpatisan. maka yang pertama-tama menjadi pertanyaan dan yang tidak masuk akal apa perlunya dan apa keuntungannya PKI itu melibatkan diri dalam G 30 S itu. Padahal PKI itu merupakan partai yang besar? Selain itu kalau memang benar PKI itu adalah pengacau? Mengapa TNI tidak mengetahui atau mencegah bahkan yang membakar Markas CG PKI itu dibiarkan untuk selanjutnya diselidiki kalau-kalau bisa diperoleh data yang penting? Dan kalau benar PK1 itu terlibat
apakah tidak lebih baik kalau para pemimpinnya yang bertanggung jawab diadili di depan umum untuk diketahui oleh seluruh Rakyat Indonesia? Dan mengapa Tentara yang menangkap DN Aidit itu justru telah membunuhnya dengan diam-diam baru kemudian melapor pada Presiden Soekarno. Dan apa pula sebabnya ketua I dan wakil ketua II PKI. yaitu Sdr. Nyoto dan Lukman juga diperlakukan yang sama dengan cara dibunuh dengan diam-diam dan tanpa proses hukum?

Kata orang bahwa NU itu mempunyai anggota sebanyak 6 juta. Tapi mengapa oran orang di kalangan partai tersebut terlaiu takut kepada PKI. yang jumlah angggotanya lebih kecil hanya 3 juta orang ? Memang terlalu banyak soal-soal dan pertanyaan- pertanyaan yang tidak bisa terjawab bahkan sengaja ditutup disembunyikan. Komunisme yang begitu Tuan takutkan itu sebenarnya akan tidak berdaya. apabila kesengsaraan dapat ditiadakan. Hakekat ideologi PKI di bawah pimpinan DN Aidit sebenarnya berdasarkan Pancasila (Soekarnoisme). Dan PKI telah memainkan peranan yang penting dalam kebangkitan dan kebangunan Bangsa Indonesia serta berjuang untuk sosialisme Indonesia.

Juga Nasution pimpinan MPRS. telah menyalahkan PKI karena telah melakukan aksiaksi di bidang ekonomi. Dia juga menyalahkan PKI bahwa sebab terjadinya inflasi dewasa ini karena adanya hutang pada luar negeri sebanyak $ 2.5 milyard dan diantaranya berupa pembelian sen-jata-senjata seharga $ l milyard pada Uni Sovyet. Yang anehdalam hal ini justru hutang-hutang pada Uni Sovyet ini bukankah Jenderal Nasution sendiri yang menandatangani kontrak-kontraknya ? Bahkan dia sendiri sudah 2 kali berkunjung ke Moskow. Apakah dengan begitu ucapan Jenderal Nasution itu dapat dipertanggung jawabkan ?





* * *

MARI BERSAMA HADIRI HARI PERINGATAN 10 DESEMBER 2012, HARI H.A.M DI DOELENZAAL, UVA, AMSTERDAM

IBRAHIM ISA
Selasa, 27 Nov 2012
-------------------

PERHATIAN - PERHATIAN !!


MARI BERSAMA HADIRI HARI PERINGATAN 10 DESEMBER 2012, HARI H.A.M

DI DOELENZAAL, UVA, AMSTERDAM


* * *

Acaranya a.l. pameran foto, pertunjukan film THE WOMEN AND THE GENERALS, dan diskusi sekitar PERISTIWA PELANGGARAN HAM TERBESAR 1965/1966

Lengkapnya undangan sbb:

* * *

A photo exhibition, film screening, and discussion forum about the Indonesian 1965/6 tragedy, in commemoration of the Human Rights Day.

Feel free to spread the news and invite anybody else!

December 10th, 17.00 onwards

Doelenzaal UvA
Universiteitsbibliotheek c0.07
Singel 421--427, 1012 WP Amsterdam

``In late 1965 and early 1966, one of the greatest mass killings of the twentieth century was carried out in Indonesia, the slaughter in a few weeks of hundreds of thousands of real or alleged Communists. The massacres set the stage for Suharto’s thirty-two-year dictatorship.'' ---New Left Review, May--June 2000

17:00 Doors open: Documentary photo exhibition by Elisabeth Ida & Adrian Mulya
18:30 Film screening: ``The Women and the Generals'' (Maj Wechselmann, 2010)
19.00 Discussion: ``The aftermath of 1965/6 genocide in Indonesia'' led by Prof. Dr. Saskia Wieringa (AISSR, UvA). Panel consists of Agrar Sudrajat (survivor), Muhammad Hariyadi (UvA & Airlangga University researcher), Nursyahbani Katjasungkana (human rights lawyer), Elisabeth Ida (photographer)

-- Evi Sutrisno Graduate Student Anthropology Department Univ. of Washington Box 3531000 Seattle - WA 98195

*MENTERI KEHUTANAN ZULKIFLI HASAN MEMPROVOKASI KEKERASAN Terhadap KAUM TANI*

*Kolom IBRAHIMA ISA
Sabtu, 24 November 2012
-----------------------*


*MENTERI KEHUTANAN ZULKIFLI HASAN MEMPROVOKASI KEKERASAN Terhadap KAUM TANI*


Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menyerukan pada tanggal 22 November 2012, di Jambi, *agar para perambah hutan ditindak tegas, bahkan diusir keluar* dari wilayah yang diklaim sebagai "kawasan restorasi ekosistem Hutan Harapan" (Antara, 23/11).


*Yang dituduh Menteri Kehutanan sebagai perambah hutan itu adalajh pengelolaan atau pemanfaatan lahan oleh para petani *Warga Negara Indonesia (WNI), baik dari Suku Anak Dalam marga 113 (yang kebetulan didampingi oleh PRD dan STN), Suku Jawa, Suku Batak, atau WNI suku apapun, baik di Jambi ataupun di wilayah lain di atas Tanah Air Indonesia.**


*Apa yang dilakukan kaum tani tsb, --- merupakan wujud penegakkan Pasal 33 UUD 1945 yang selama ini diabaikan oleh pemerintahan SBY-Boediono. Demikian dinyatakan dalam Siaran Pers KPP-PRD, di Jakarta hari ini.*


Tuduhan Menteri Kehutanan tsb tidak benar adanya. Karena, faktanya, adalah pihak Kementerian Kehutanan yang telah memberi izin konsesi (perusakan legal) kepada perusahaan-perusahaan perkebunan, HGU, dan Hutan Tanaman Industri (HTI). Membiarkan perusakan ilegal oleh perusahaan-perusahaan.


Pada tahun 1986 Suku Anak Dalam (SAD) telah digusur dan diusir paksa dari tanahnya agar dikuasai oleh perusahaan-perusahaan tersebut. *Jadi yang sebenarnya merambah hutan, bukan rakyat yang menggarap satu-dua hektar per keluarga. Tetapi perusahaan-perusahaan yang diijinkan Kemenhut menguasai ribuan hektar lahan.*


*Kawasan tsb dikelola oleh sebuah perusahaan konsorsium asal INGGRIS, PT. Restorasi Ekosistem Indonesia (Reki). *


Sikap dan pernyataan Zulkifli Hasan jelas memprovokasi terjadinya tindak kekerasan oleh aparat negara terhadap petani. Juga dapat memicu konflik horisontal di antara Suku Anak Dalam (SAD) sendiri, ataupun antara SAD dengan masyarakat lain sesama bangsa Indonesia di Jambi.


* * *


Program "kawasan ekosistem Hutan Harapan" yang dibangga-banggakan oleh Zulkifli tidak lain merupakan proyek perdagangan emisi karbon (REDD+), yang bersifat manipulatif. Oleh karena itu sama sekali tidak menguntungkan Indonesia. Kesepakatan ini telah semakin mengangkangi kedaulatan rakyat atas Tanah Airnya dengan menyerahkan pelaksanaan program tersebut kepada perusahaan asing (PT. Restorasi Ekosistem Indonesia/PT. Reki).


*Menteteri Kehutanan Zulkifli telah menukarkan ratusan ribu hektar wilayah Jambi, --- dengan sejumlah uang dari negara-negara donor.* Lalu wilayah tersebut ditetapkan sebagai wilayah kekuasaan PT. Reki dengan mengelola uang hasil dagang tersebut. Demikian a.l. Siaran Pers Komite Pimpinan Pusat - Partai Rakyat Demokratik (KPP-PRD)


* * *


*Kebijakan Menteri Kehutanan Indonesia pemerintah Presiden S|BY, tidak bisa diartikan lain: *


*ATAS NAMA PEMERINTAH MEMBELA KEPENTINGAN KAUM MODAL, DENGAN MENGORBANKAN KEPENTINGAN POKOK KAUM TANI UNTUK TANAH GARAPAN.*


Hal ini menunjukkan UUPA, Undang-Undang Pokok Agraria yang disusun dan disahkan oleh Pemerintahan Presiden Sukarno, 1960, SAMASEKALI TIDAK DILAKSANAKAN.


PADAHAL UUPA justru adalah hasil musyawarah masyarakat dan pemerintah RI di bawah Presiden Sukarno dalam usaha untuk merealisasi program negeri ini terkait masalah kekayaan alam dan bumi Indonesia, seperpti tertera dalam FASAL 33 UUD-RI 1945.


* * *



*IBRAHIM ISA
Kemis, 22 November 2012
-----------------------*

 
 
MARI SOKONG PERJUANGAN BURUH INDONESIA UNTUK PERBAIKAN NASIB*



* * *

    *- - - RIBUAN BURUH INDONESIA MENUNTUT UPAH LAYAK
    - - - - MENOLAK KEHARUSAN MEMBAYAR 2% DARI GAJI UTK KESEHATAN*
    *- - - -PEMERINTAH HARUS MENJAMIN KESEHATAN KAUM BURUH*


    Silakan simak berita penting yang disiarkan ABC (Australian
    Broadcasting Service), dibawah ini:

    * * *

    *ABC
    Thousands protest low wages, social security law in Indonesia*
    *ABC Updated November 23, 2012, 12:13 am*

    Thousands of workers in Indonesia took to the streets today to
    protest against low wages and a new social security law.
    *
    Up to 10,000 workers in Indonesia* took to the streets today to
    protest against low wages and a new social security law that will
    require them to pay for health services.
    *
    Nearly 20,000 police and soldiers were deployed* in the capital
    Jakarta to watch over the demonstrations organised by Indonesian
    labour unions.

    *The unions say national healthcare should be the responsibility of
    the government and lowly-paid workers should not have to contribute
    two per cent of their wages towards the fund.
    *
    The chairman of the Indonesian newspaper Sinar Harapan, Aristides
    Katoppo, says many workers are also worried their contributions
    might be mismanaged by the bureaucracy.

    *"One reason is that the workers do not trust if the bureaucracy is
    in charge of the deduction that they will do it efficiently and
    effectively and they charge that most likely it'll be a corruptive
    practice,"* he told Radio Australia's .

    The workers are also demanding an increase in the minimum wage and
    the implementation of a government policy to stop companies from
    hiring temporary workers without benefits.

    These demands were the focus of a similar protest in early October,
    where more than two million factory workers went on a one-day strike
    across Indonesia.

    Mr Katoppo says the government needs to take action to erase the
    current perception that it pays more attention to the concerns of
    employers than employees.

    "I think the government should be taking a firm attitude, explain
    the policy better and at the same time, show they have equal
    attention or care for the workers' point of view, to negotiate with
    the workers as well as employers," he said.
    *
    Factory workers in Indonesia earn an average basic salary of just
    over US$120 a month.*

    With the economy growing by 6.5 per cent last year, the cost of
    living has been increasing, making it harder for workers to pay for
    food and basic necessities.
    *
    The new governor of Jakarta agreed on Tuesday to increase the
    minimum wage in the capital by more than 40 per cent - a move that
    has prompted labour groups across the country to ask for higher pay.
    ABC/ wires*

  

 
    * * *


Tuesday, November 20, 2012

*Lewat “REFORMASI” Dan “KETERBUKAAN” * *DIBANGUN “SOSIALISME Dng CIRI TIONGKOK”*

*Kolom IBRAHIM ISA**
Selasa, 20 November 2012
------------------------*



*Lewat “REFORMASI” Dan “KETERBUKAAN” *

*DIBANGUN “SOSIALISME Dng CIRI TIONGKOK”*

**


Pekan lalu, Rabu, 14 November 2012, telah berakhir Kongres Ke-XVIII Partai Komunis Tiongkok (PKT). Banyak tanggapan bisa dibaca di media. Yang dari Tiongkok, maupun yang dari mancanegara. Analisis dan komentar yang dari luar Tiongkok tampak lebih ramai dan banyak ragamnya. Semua menjadi bahan pemikiran.


*Sementara reaksi menilai Kongres Ke-XVIII PKT seperti angin baru yang segar dari Asia*. Pertumbuhan dan perkembangan ekonomi Tiongkok bisa jadi bahan pertimbangan, bahkan *teladan *bagi negeri-negeri berkembang. Dari situ bisa ditarik pelajaran bermanfaat untuk pembangunan negeri sendiri. Pandangan seperti ini umum dijuluki sebagai pandangan *realis-pragmatis.*


Sementara tanggapan lainnya melihat perkembangan di Tiongkok, rampungnya Kongres Ke-XVIII PKT, sebagai *ancaman menakutkan* bagi dunia. Reaksi ini dinilai *konservatif bahkan reaksioner*. Umumnya bersumber pada pandangan Barat, warisan dari “China containment policy” periode “perang dingin”. Tiongkok dilihat sebagai negara-besar-supra yang baru. Yang akan menyaingi bahkan mengungguli kapitalisme Barat dan dunia kapitalisme umumnya. Pandangan serupa ini, dari waktu ke waktu dihembuskan oleh kalangan berkuasa di Tokyo. Dengan menunjukkan bahaya menanjaknya kekuatan militer Tiongkok hingga jauh mengungguli negeri-negeri lainnya di Asia.


Di segi lainnya pandangan negatif mengenai Tiongkok dinilai sebagai *pandangan dogmatis*. Karena mengukur sosialis-tidaknya Tiongkok --- bertolak dari tafsiran sendiri terhadap buku-buku teori yang ditulis Marx-Lenin-Mao, dsb , dan dari penilaiannya mengenai sebab-musabab runtuhnya sistim sosialis di Uni Sovyet dan negeri-negeri sosialis lainnya di Eropah Timur. Pandangan ini juga dikatakan sebagai *pandangan Marxis ortodoks.*


Demikianlah pelbagai pandangan yang bisa kita baca. Pandangan-pandangan ini merupakan bahan studi untuk memperluas horizon bagi para penstudi dan pakar pemerhati Tiongkok. Masing-masing bebas dan leluasa memberikan penilaiannya.


Dari komentar-komentar yang berragam dan saling bertentangan itu, *ada satu-dua-hal yang sama*. Misalnya pendapat : Bahwa Kongres Ke-XVIII PKT adalah suatu kongres yang penting sekali. Menunjukkan telah berlangsungnya pergantian pimpinan partai dan negara, dari yang tua ke yang lebih muda, dari Hu Jintao cs, ke pimpinan baru yang lebih muda, Xi Jinping c.s. Seperti yang sering diberitakan, --- pimpinan partai dan negara Tiongkok sejak Deng Xiaoping melakukan pergantian pimpinan setiap 10 tahun sekali. Dan itu berlangsung dalam proses damai menurut “aturan main” yang telah ditentukan. Halmana dianggap sebagai suatu*perkembangan positif terbanding masa pra-Deng Xiaoping. *


Kongres Ke-XVIII PKT, bagaimanapun akan memberikan dampaknya pada dunia. Dari segi politik maupun dari segi ekonomi, umum diakui bahwa kekuatan dan potensi ekonomi serta negara Tiongkok dewasa ini, adalah *NOMOR DUA TERKUAT DIDUNIA*, sesudah Amerika Serikat. Sedangkan Jepang sudah ditingalkan.*Menjadikan Tiongkok sebagai faktor penting yang ikut menentukan arah perkembangan ekonomi dunia dan politik selanjutnya. Dalam masa konjunktur tinggi, flaktuasi, krisis, depresi maupun pertumbuhan pesat ekonomi dunia kini dan mendatang.*


Pandangan lainnya yang ada kesamaan ialah: *Bahwa masih terdapat kemiskinan yang cukup besar di kalangan rakyat Tiongkok, serta adanya perbedaan yang semakin besar antara yang miskin dan yang kaya, serta berkecamuknya birokrasi dan korupsi besar-besaran di kalangan elite*. Dinyatakan bahwa akibat dari situasi ini pandangan rakyat Tiongkok terhadap pimpinan negara dan Partai| Komunis memudar. Hubungan Partai dan rakyat tidak seperti dulu lagi. Terdapat bahaya semakin lunturnya kepercayaan rakyat yang luas terhadap Partai Komunis Tiongkok.


Diakuinya terus terang dan terbuka oleh pimpinan partai dan negara tentang dampak-dampak negatif dari pertumbuhan dan perkembangan ekonomi, serta dinyatakannya 'political will' untuk mengkoreksi dan mengatasinya, seperti yang diutarakan oleh pimpinan Partai dalam Kongres, dianggap sebagai sikap yang memberikan harapan baru.


* * *


Diantara pelbagai tanggapan, *ada satu tulisan yang perlu dibaca*dan dipertimbangkan mengenai Kongres Ke-XVIII PKT.


*Penulisnya adalah**Suar Suroso*. Ia sudah lama berdomisili di Tiongkok. Ia mengenal Tiongkok “dari dekat”. Tulisan Suar Suroso itu *otentik*. Karena ditulis oleh orang yang langsung mengalami bergeloranya Revolusi Kebudayaan di Tiongkok, zaman bergayanya THE GANG OF FOUR yang dipandu oleh Jiang Ching, dan yang menyaksikan sendiri naiknya tokoh Deng Xiaoping sebagai pemimpin baru Tiongkok. Suar Suroso juga mengikuti berlangsungnya periode Reformasi dan Keterbukaan, serta jalan yang ditempuh Tiongkok dewasa ini --- JALAN SOSIALISME Dengan Ciri Tiongkok.


Membaca tulisan SUAR SUROSO mengenai Kongres Ke-XVIII PKT, bisa memperoleh gambaran singkat tapi menyeluruh, jelas dan cukup obyektif mengenai perkembangan yang ditempuh Tiongkok dewasa ini dan bagaimana seterusnya. Maupun mengenai ideologi dan teori yang membimbing periode Reformasi dan Keterbukaan, yaitu*TEORI DENG XIAOPING*. Suar Suroso juga memberikan tanggapan seperlunya terhadap suara-suara yang mengecam Tiongkok dan PKT dewasa ini.


* * *


*THE SICK MAN OF ASIA . . . . yang PULIH DAN BANGKIT PERKASA*


Pada penghujung abad ke-19, awal abad ke-20, muncul penamaan*THE SICK MAN OF ASIA*. Begitu rakyat dan negeri Tiongkok dilukiskan. Ketika itu Tiongkok dilanda oleh konflik internal yang berkepanjangan, pertarungan antara pelbagai raja perang dan tuan tanah di bawah Dinasti Ching. Negara-negara imperialis, seperti Inggris dengan “Perang Candunya” terhadap Tiongkok, Perancis, Jerman, Portugis, dan Jepang membagi-bagi Tiongkok dalam daerah-daerah pengaruhnya. Selain itu terjadi invasi 11 negara asing untuk menundukkan dan menguasai Tiongkok.


Tiongkok dililit, dibelenggu dan dikuasai oleh pelbagai perjanjian tidak setara yang dipaksakan oleh negara-negara imperialis tsb.


* * *


*Bagaimana Tiongkok sekarang? *


Tiongkok telah bangkit dari keadaan terpecah-belah, lemah, miskin dan didominasi oleh kekuatan imperialisme. Partai Komunis Tiongkok, sebagai partai yang memimpin di Tiongkok secarea nasional sejak 1 Oktober 1949, telah menarik kesimpulan atas pegalamannya membangun sosialisme sejak berdirinya Repubik Rakyat Tiongkok.


Tiongkok sekarang adalah sebuah negara yang stabil dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi didunia selama bertahun-tahun belakangan. Tiongkok telah menjadi negara yang menamakan dirinya negara yang mempraktekkan konsep *SOSIALISME DENGAN CIRI TIONGKOK*. Suatu sistim ekonomi yang diciptakannya sendiri atas dasar penyimpulan pengalamannya membangun Sosialisme di masa lampau. Serta dengan menarik pelajaran dari pengalaman negeri-negri lain yang melakukan pembangunan sosialisme di masa lampau maupun dewasa ini.


“PKT dengan tegas menunjukkan arah jalan sosialis yang berkepribadian Tiongkok dan gagasan dalam pembangunan selanjutnya. Nilai perkembangan ilmiah diutamakan dalam gambar biru *" Tiongkok yang bahagia, harmonis dan indah ".*


“Pembangunan ekonomi, politik, kebudayaan, sosial dan peradaban ekologi bertujuan untuk membangun masyarakat sejahtera, mewujudkan modernisasi sosialime dan *kebangkitan kembali bangsa Tionghoa*, mejadikan nilai perkembangan ilmiah sebagai pedoman dalam mendorong usaha sosialis yang berkarakter Tiongkok”. (Kantor Berita Xinhua).


* * *


Menyaksikan keheibatan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi Tiongkok dan kemjuan-kemajuan besar yang dicapainya di bidang industri, pertanian, ilmu dan teknik, serta di bidang militer, -- siapapun yang jujur mau melihat kenyataan yang ada, akan merasa kagum dengan kemajuan yang dicapai Tiongkok.


*Tiongkok Baru telah mengubah imbangan kekuatan politik dunia yang semula didominasi oleh dua negara besar supra, -- menjadi dunia dengan imbangan kekuatan politik mondial yang multipolar. Halmana lebih positif dalam mengusahakan perdamaian dunia dan kerjasama internasional yang sama derajat serta saling menguntungkan.*


** * **


Di Indonesia, sampai-sampai ada yang menyatakan bahwa, apa yang dilakukan Tiongkok sekarang, adalah yang disimpulkan oleh *Bung Karno*sebagai konsep strategis *TRI SAKTI. Ke*simpulan ini dinyatakan oleh Andreas Pareira, salah seorang pimpinan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangn *(PDIP)*. Dinyatakannya bahwa *Tiongkok Menganut Ajaran Trisakti Bung Karno. *Lalu dikutippidato Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno, *TRI SAKTI*, tahun 1963 yang menegaskan makna *TRI SAKT*I, sbb :


*Berdaulat di bidang politik; *

*Berdikari di bidang ekonomi dan *

*Berkepribadian di bidang sosial budaya.*


Ketua Bidang Pertahanan dan Hubungan Intenasional PDI-P, *Andreas Pareira*, memuji prestasi yang telah dicapai Tiongkok selama tiga dekade terakhir. Ia mengatakan semuanya itu dicapai*karena Tiongkok menganut ideologi yang memiliki kesamaan dengan apa yang diajarkan mantan Presiden *Soekarno.


Tiongkok sukses mengembangkan masyarakat yang berkepribadian dalam budaya. Itu juga adalah salah satu *doktrin Trisakti* yang dirumuskan oleh *Bung Karno.*


*Andreas Pareira* yakin pemimpin baru Tiongkok dapat mengatasi berbagai tantangan dalam 10 tahun mendatang. Hubungan antar PDIP dan Partai Komunis Tiongkok tidak terlepas dari hubungan sejarah antar kedua bangsa.


Keeratan hubungan antara Bung Karno dan mantan pemimpin Tiongkok Mao Zedong harus *diteruskan oleh generasi selanjutnya.*


** * **


*PENYEBAB UTAM A KEKERASAN ADALAH PENDUDUKAN ISRAEL ATAS PALESTINA*

*Kolom IBRAHIM ISA
Minggu, 18 November 201*
------------------------


*PENYEBAB UTAM A KEKERASAN ADALAH PENDUDUKAN ISRAEL ATAS PALESTINA*


Akhir-akhir ini --- Ketegangan dan kekerasan di Timur Tengah berkobar lagi. Antara Israel dan wilayah Gaza Palestina semakin gencar tembak-menembak roket yang menimbukan korban penduduk dan perumahan di dua belah fihak. PM Israel Natanyahu mengumumkan mobilisasi puluhan ribu cadangan militer.


Tanda-tanda Israel akan melakukan invasi militer lagi ke Gaza Palestina semakin nyata. Bahaya peperangan akan meletus dan akan melibatkan negeri-negeri sekitar, seperti Iran dan Turki, dll tidak bisa dianggap kecil.


Apakah penyebab ketegangan baru di antara Pa;lestina dan Israel?

Tidak usah dicari terlalu jauh. Sudah jelas:


*PENYEBAB UTAMA ADALAH DIDUDUKINYA PALESTINA OLEH ISRAEL . *


* * *


*Solidaritas negeri-negeri Asia dan Afrika terhadap perjuangan adil rakyat Palestina, KHUSUSNYA SOLIDARITAS INDONESIA, * ---


Jangan hanya terbatas pada pernyataan-pernyataan dan seruan-seruan. Seperti yang selama ini kita lihat. Langkah-langkah dan tindakan kongkrit dinantikan dan amat diperlukan!


*MISALNYA, --- supaya Dunia Internasional dan PBB SEGERA MENGAKUI PALESTINA SEBAGAI NEGARA MERDEKA* dan mendukung niat pemerintahan Presiden Abbas di PBB untuk pengakuan resmi PBB atas Palestina sebagai negara meredeka yang diduduki Israel.


* * *


Di bawah ini dipublikasi ulang tulisan (Kolom Ibrahim Isa, 24 Oktober 2007; Disiarkan di Kabar Indonesia, Sastra Pembebasan dan beberapa mailist dan website lainnya) berkenaan dengan situasi perjuangan rakyat Palestina serta saling hubungannya dengan SOLIDARITAS ASIA-AFRIKA.


*PERJUANGAN RAKYAT PALESTINA &
KEWAJARAN SOLIDARITAS ASIA - AFRIKA
*
Sebuah berita dari Jakarta, -- (Tempo, 23 Oktober 2007) -- ,
mengungkapkan bahwa, bersama Afrika Selatan, Indonesia berrencana
menggelar konferensi untuk Palestina. Konferensi ini akan diikuti
negara-negara Afrika dan Asia. Tujuannya: - - - Meningkatkan kapasitas
Palestina. Demikian berita dari Jakarta.

Meskipun berita tsb belum dikonfermasi resmi oleh Kementerian Luarnegeri
RI, -- ide menggelar konferensi negeri-negeri Asia-Afrika, dengan tujuan
membantu perjuangan rakyat Palestina, itu sepenuhnya nyambung dengan
SEMANGAT BANDUNG. Hal itu menjawab tuntutan perjuangan rakyat Palestina untuk kemerdekaan bagi bangsa dan negerinya.

Salah satu keputusan Konferensi Asia-Afrika di Bandung (1955), adalah
mendukung perjuangan rakyat Palestina. Indonesia sebagai salah satu
pemrakarsa dan tuanrumah dari Konferensi Bandung yang bersejarah dan
membikin sejarah itu, seharusnya sudah lebih dulu mencetuskan IDE
SOLIDARITAS ASIA-AFRIKA terhadap perjuangan rakayat Palestina. Jangan
sekal-kali melupakan bahwa ketika bangsa kita sedang berjuang melawan
kolonialisme dan imperialisme untuk kemerdekaan nasional yang penuh,
banyak bangsa-bangsa lain, khususnya Asia dan Afrika dengan sepenuh hati
mendukung dan membantu perjuangan kita. Jangan sekali-kali melupakan
solidaritas Asia-Afrika tsb.
*
Konferensi Asia-Afrika, Bandung, 18 - 29 April 1955*, yang dihadiri oleh
29 negeri dan wilayah Asia dan Afrika, menandaskan dalam Komunike Akhir
Konferensi bahwa:

'Mengingat ketegangan di Timur Tengah yang disebabkan oleh keadaan di
Palestina serta ketegangan tersebut dapat membahayakan perdamaian dunia,
Konferensi Asia - Afrika menyatakan dukungannya terhadap hak-hak
penduduk Arab Palestina dan menyerukan agar resolusi tentang Palestina
dilaksanakan serta dicapainya penyelesaian damai persoalan Palestina.' <
Komunike Akhir Konferensi Asoa-Afrika'; Bab E. Masalah-Masalah Lainnya,
Bandung 24 April 1955>.

* * *

Dalam keterangan pers bersama Presiden MAHMOUD ABBAS, Presiden Bambang Susilo Yudhoyono, dalam kesempatan itu, telah mengeluarkan prakarsa yang benar dan tepat. Prakarsa SOLIDARITAS ASIA-AFRIKA, yang bersumber pada KONFERENSI Asia-Afrika di BANDUNG, 52 tahun yang lalu.


Pernyataan SBY tsb seyogianya, sudah sejak lama direncanakan dan
diusahakan, tanpa menunggu kunjungan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.
Yang diperlukan sekarang adalah tindak-lanjut, suatu follow-up yang
tegas dan segera. Kementerian Luar Negeri RI, tanpa menanti-nanti lagi,
seyogianya mengambil langkah-langkah kongkrit pendekatan dengan
negara-negara Asia dan Afrika demi perealisasian solidartas Asia-Afrika
dengan perjuangan rakyat Palestina.
*
HIDUPNYA KEMBALI SEMANGAT SOLIDARITAS ASIA -AFRIKA *

Sejarah Asia-Afrika dan sejarah dunia mencatat, bahwa, yang paling
ditakuti dan dibenci oleh kolonialisme, imperialisme, apartheid Arika
Selatan dan 'zionisme' ---- ketika itu, adalah SEMANGAT PERJUANGAN
KEMERDEKAAN serta SOLIDARITAS dalam perjuangan demi bebas dari
kolonialisme dan imperialisme. Solidaritas, atau SEMANGAT Bandung yang
lahir dari KONFENRENSI ASIA-AFRIKA di Bandung adalah semangat dan
solidaritas perjuangan untuk lepas dari kolonialisme. Adalah solidaritas
memperjuangkan identitas sendiri yang berdikari, yang bebas dari
pertarungan dan tekanan negara-negara besar supra dalam 'Perang Dingin'
ketika itu. Suatu semangat perjuangan bangsa-bangsa Asia dan Afrika yang
mengambil posisinya sendiri dalam kehidupan bangsa-bangsa, yang sama
derajat dengan bangsa-bangsa lainnya. Suatu semangat yang memperjuangkan
suatu politik luarnegari yang bebas dan aktif untuk perdamaian dunia.

Dalam peryataan solidaritas Indonesia dengan Palestina dalam perjuangan
demi kemerdekaan bangsa dan tanah air Palestina, Presiden SBY a.l.
menyatakan:

'Harapan kami, komunitas Asia-Afrika memiliki tanggung jawab ikut
memberikan bantuan kapasitas sehingga Palestina memiliki kemampuan yang
akhirnya nanti menjadi negara yang berdaulat dan merdeka'.

Dalam sambutannya atas prakarsa Indonesia tsb, Presiden Mahmoud Abbas
(Juga Ketua Komite Eksekutif PLO - Palestinian Liberation Organization -
organisasi pejuang pembebasan Palestina yang utama terpenting di
Palestina --) menyatakan:


"Itu dukungan yang nyata yang diharapkan bangsa kami,"

* * *

*PENGARUH IMBANGAN KEKUATAN DALAM PETA POLITIK DUNIA *

Dengan sedikit menoleh ke balakang, ke situasi dan peta politik serta
imbangan kekuatan di dunia internasional dewasa itu, sedikit-banyak bisa
difahami mengapa dukungan yang diberikan Konferensi Asia-Afrika terhadap
perjuangan rakyat Palestina, belum sampai dengan jelas-jelas menyebut
hak rakyat Palestina untuk berdiri sendiri sebagai suatu bangsa yang
merdeka dan sama derajat dengan bangsa-bangsa lainnya. Bisa dibaca
sendiri rumusan Komunike Konferensi Asia-Afrika, betapa 'moderatnya'
sikap Konferensi terhadap masalah Palestina ketika itu. Itu sepenuhnya
mencerminkan latar belakang politik negeri-negeri yang hadir dalam
Konferensi Asia - Afrika tsb.


Disatu fihak kekuatan politik pro-perjuangan kemerdekaan hadir dengan
baik, seperti Indonesia, India, Burma, Mesir dll --- Kekuatan ini
diperkokoh lagi dengan kekuatan pro-perjuangan kemerdekaan, dengan
hadirnya negeri-negeri Sosialis yang tegas anti-kolonial dan
anti-imperialis seperti Republik Rakyat Tiongkok dan Republik Demokrasi
Vietnam.

Tapi di fihak lain, hadir juga negeri-negeri yang pro-Barat dan
pro-Amerika Serikat, sperti Republik Vietnam Selatan yang siapapun tau
adalah negara ciptaan kolonialis Perancis dan AS; Filipina yang
pemerintahnya sepenuhnya mendukung politik AS dan Barat; serta
pemerintah-pemerintah lainnya seperti Muangthai dan Jepang, yang
mengenai masalah-masalah internasional penting umumnya memihak Barat.
Tambah lagi dengan sikap PBB ketika itu yang masih didominasi oleh AS,
yang jelas mendukung terbentuknya negara Israel. Padahal negara Israel
didirikan, melalui perang dengan membantai dan mengusir penduduk Arab
Palestina di wilayah tsb.

Namun, betapapun moderatnya rumusan Konferensi Asia-Afrika di Bandung,
pernyataan yang dikeluarkannya dengan tegas mengambil sikap mendukung
'terhadap hak-hak penduduk Arab Palestina.'


* * *
*
LIKU-LIKUNYA -- PERJUANGAN RAKYAT PALESTINA *

Perjuangan rakyat Palestina melawan pendudukan Israel untuk kemerdekaan
tanah air dan bangsanya, telah berlangsung lama dan telah melalui
lika-liku yang tak terbayangkan serta pengorbanan yang tak terhitung
nilainya.

Situasi perjuangan rakyat Palestina belakangan ini memang mengalami
kesulitan baru. Kesulitan muncul ketika daerah Gaza (Palestina) yang
merupakan bagian dari wilayah adminstrasi Palestina, - - - terdiri dari
Tepian Barat Jordan (West Bank of Jordan) dan Gaza, --- mengalami
perubahan drastis. Penyebabnya ialah, karena, salah satu kekuatan
perjuangan kemerdekaan Palestina, yaitu HAMAS - Gerakan Perlawanan
(Islam) Palestina , yang muncul sebagai pemenang dalam pemilu (2006).
dengan kekerasan mengambil oper kekuasaan di Gaza dari pemerintahan
Presiden Abbas yang oleh PNA - Palestinian National Authority - dalam
tahun 2005 telah dipilih sebagai Presiden Palestina.. Sehingga dengan
demikian terjadilah perpecahan dalam kekuatan politik yang
memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Situasi baru yang muncul itu,
menyebabkan terhentinya usaha pemecahan masalah Palestina lewat
perundingan dengan Israel.

*
PENGARUH AMERIKA YANG DOMINAN HARUS DIAKHIRI*

Selama ini usaha perundingan mengenai masalah Palestina, hanya bisa
berlangsung, bila itu disponsori oleh AS. Hal itu disebabkan oleh
pengaruh dominan AS terhadap mati-hidupnya Istael. Suatu hal yang tidak
mengherankan karena Israel bisa bertahan di tengah-tengah negeri-negeri
Arab yang menentangnya, berkat bantuan dana, ekonomi, manusia (imigran
orang-orang Yahudi dari AS) dan senjata dari AS.


Situasi ini tidak boleh berlangsung terus. Sudah waktunya bangsa-bangsa
Asia-Afrika yang peduli kemerdekaan nasional, simpati dan solider dengan
perjuangan pembebasan rakyat Palestina, mengusahakan perubahan. Suatu
perubahan yang mendasar dalam pemecahan masalah Palestina. Di sinilah
arti penting keterlibatan bangsa-bangsa dan negeri-negeri Asia dan
Afrika dalam proses penyelesaian dan pembebasan Palestina.

*Maka rencana untuk menyelenggarakan konferensi negeri-negeri Asia -
Afrika untuk membantu perjuangan rakyat Palestina, bila diusahakan
dengan baik, tanpa syarat apapun dan dengan sikap tidak mecampuri
masalah yang timbul di kalangan perjuangan rakyat Palestina ----
berangsur-angsur bisa mengarah ke perubahan imbangan kekuatan-kekuatan politik yang terlibat dalam penyelesaian masalah Palestina. Bila hal ini berhasil diusahakan akibatnya tidak lain hanya menguntungkan rakyat Palestina.
*
Amsterdam, 24 Oktober 2007.

*Ibrahim Isa*, Penulis adalah mantan Sekjen Organisasi Indonesia Untuk Stiakawan Rakyat Asia-Afrika (1960-1966) -- OISRAA ;


Wakil Indonesia di Sekretariat Tetap AAPSO, Afro-Asian Peoples Solidarity Organization, Cairo, Egypt -- 1960-1966>


* * *



*PENEGAKKAN HUKUM MASIH TERSENDAT-SENDAT*

*Kolom IBRAHIM ISA*
*Sabtu, 17 November 2012*
*-----------------------*



*PENEGAKKAN HUKUM MASIH TERSENDAT-SENDAT*


Penegakkan hukum dan keadilan di Indonesia masih tersendat-sendat jalannya.

Faktor negatif yang menentukan adalah KETIADAAN POLITICAL WILLL DI FIHAK PENGUASA.

Presiden SBY gampang memberikan grasi kepada pelanggar hukum narkoba,
tapi sulit sekali memenuhi janjinya memberlakukan keadilan pada kasus MUNIR.


    * *

    Ikuti berita semacam di bawah ini.

    Seyogianya mendorong masyarakat memperbesr tekanan pada yang
    berwewenang untuk memperhatikan saran dan desakan fihak PBB
    bersangkutan dengan kasus pembunuhan atas MUNIR.


Lampiran:


*Komisi Tinggi HAM PBB meminta pemerintah Indonesia segera mengungkap otak pelaku pembunuhan aktivis hak asasi manusia Munir Said Thalib.*

Dalam keterangan persnya di Jakarta Selasa sore (13/11) Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB Navi Pillay mengatakan, ia telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dan menegaskan bahwa Komisi Tinggi HAM PBB meminta pemerintah Indonesia membuka kembali penyelidikan atas kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib.Hal itu termasuk meninjau kembali proses peradilan atas mantan deputi Badan Intelijen Negara (BIN) Mayjen Purnawirawan Muchdi Purwopranjono, ujarnya.

"Saya mengatakan kepada menteri luar negeri bahwa dunia menunggu keadilan untuk penjuang hak asasi manusia Munir Said Thalib, yang dibunuh pada 2004. Saya meminta penyelidikan baru atas pembunuhan itu, dan peninjauan kembali proses peradilan atas Muchdi Purwopranjono dan memastikan ada tanggung jawab yang jelas atas pembunuhan itu," kata Pillay.

Pillay datang ke Indonesia untuk menghadiri Bali Democracy Forum. Selain soal kasus Munir, Pillay juga mendorong pemerintah untuk menyelidiki kasus penghilangan paksa para aktivis mahasiswa di akhir 1990-an dan kasus pelanggaran HAM di Aceh dan Papua.

Suciwati, istri mendiang Munir kepada VOA mengatakan pemerintah Indonesia seharusnya malu dengan adanya permintaan dari dunia internasional dalam kasus ini. Apalagi, menurutnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah berjanji segera menuntasan kasus ini.

"Ini bukan hal yang baru sebenarnya. Ini seharusnya menjadi hal yang penting buat pemerintah Indonesia. Ini sudah jadi agenda dunia internasional. Harusnya Pemerintah Indonesia malu ya kalau ini sampai tidak selesai," ujar Suciwati.
"SBY pernah bilang kasus ini menjadi test of our history yang artinya akan melakukan penuntasan. Namun setelah kita lihat, pengadilan yang ada dalam kasus ini, tidak serius dilakukan."

Sebelumnya pada 2009, pengajuan kasasi kejaksaan atas putusan bebas Muchdi dalam kasus pembunuhan aktivis HAM Munir kandas setelah Mahkamah Agung (MA) menyatakan tidak menerima permohonan kasasi tersebut. MA berdalih bahwa alasan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam menerapkan hukum sudah tepat.

Kejaksaan Agung pernah menyatakan berencana mengajukan Peninjauan Kembali (PK) vonis bebas atas diri Muchdi Purwopranjono, namun hingga kini belum dilakukan. Wakil Jaksa Agung Darmono kepada VOA mengakatan pihaknya belum memiliki novum atau bukti baru yang cukup.

"Sampai dengan saat ini Kejaksaan belum mempunyai alasan hukum untuk melakukan Pengajuan Kembali dalam kasus Munir itu. Yang dimaksud alasan hukum itu tidak lain adalah berupa temuan-temuan baru keadaan-keadaan baru yang selama ini dikenal dengan novum yang dapat dijadikan sebagai landasan atau alasan untuk mengajukan PK. Yang dimaksud novum baru itu adalah keadaan-keadaan baru yang pada waktu pemeriksaan dulu belum pernah terungkap," ujar Darmono.

Menanggapi hal itu, Suciwati mengatakan pada Mei lalu dirinya bersama aktivis pegiat HAM yang tergabung dalam Komite Aksi Solidaritas Untuk Munir, telah bertemu dengan Jaksa Agung untuk menyampaikan beberapa temuan yang sekiranya bisa di jadikan bukti baru untuk PK. Namun hingga kini, menurutnya, temuan-temuan baru itu tidak ditindaklanjuti oleh Kejaksaan Agung.

"Percakapan antara Polycarpus Budi Hari Priyanto (terpidana pembunuh Murnir) dengan Muchdi yang waktu itu kami dengar Jaksa sudah memiliki, namun itu tidak muncul. Itu ke mana? itu pertanyaannya.. Itu seharusnya bisa dipakai sebagai novum karena tidak pernah muncul di pengadilan," ujar Suciwati.

Yang kedua, tambahnya, ketika Muchdi dibebaskan karena dia mempunyai alibi pergi ke Malaysia pake paspor hijau.

"Muchdi bilang bahwa saat itu dia ditugaskan oleh BIN. Kejanggalannya adalah, kalo memang ditugaskan, harusnya memakai paspor biru. Yang kedua adalah, ketika kami melakukan gugatan kepada BIN lewat Komisi Informasi Publik, BIN menyatakan mereka tidak pernah menugaskan Muchdi ke Malaysia pada 2 sampai 6 September 2004 ke Malaysia (Munir tewas pada 7 September 2004). Itu semua kan bisa jadi bukti baru. Saya tidak tahu kenapa tidak ditindaklanjuti," ujar Suciwati.



* * *


*IBRAHIM ISA**
**Jum'at, 16 November 2012*
---------------------------

 
 
RENCANA KUNJUNGAN ANGG. DPR RI KE JERMAN DIKECAM & DITOLAK


Mahasiswa/pelajar yang tergabung di PPI Berlin, PCI NU Jerman dan Watch Indonesia! - - - MENGECAM DAN MENOLAK KERAS RENCANA KUNJUNGAN Anggota DPR RI ke Jerman.

Pernyataan
tsb menunjukkan bahwa DPR sebaiknya lebih memfokuskan diri pada masalah-masalah di tanah air terutama yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi DPR RI yang sedang mendapat sorotan dan kritikan tajam dari berbagai pihak.

* * *

Silakan baca pernyataan mereka:
Press Release

Penolakan atas Rencana Kunjungan Kerja Anggota DPR RI Ke Jerman

Setelah berita yang simpang siur mengenai rencana kunjungan kerja Panita Khusus Rancangan Undang-Undang Pemerintahan Daerah, kini nampaknya kunjungan tersebut diperkirakan akan terlaksana pada minggu-minggu ini, dari 18 sampai 30 November 2012.Merujuk pada tuntutan PPI Berlin/Jerman dan PCI NU Jerman atas kunjungan kerja DPR RI komisi I ke Jerman pada April 2012 lalu yang belum terpenuhi dan untuk mengantisipasi rencana Kunjungan Kerja ini, maka kami PPI Berlin, PCI NU Jerman dan Watch Indonesia! menyatakan penolakan rencana kunjungan kerja tersebut dengan alasan:

1. Sebaiknya mereka lebih memfokuskan diri pada masalah-masalah di tanah air terutama yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi DPR RI yang sedang mendapat sorotan dan kritikan tajam dari berbagai pihak.

2. Hendaknya mereka menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan hal yang akan mereka studibandingkan dengan mengandalkan informasi-informasi serta kerjasama dengan lembaga-lembaga lokal --local wisdom-- mengingat adanya perbedaan yang cukup kontras antara Indonesia dan Jerman dalam hal system dan tata kelola pemerintahan-kenegaraan, tata hukum, struktur sosial dan budaya. Karenanya kami menilai kunjungan mereka seperti ini tidak bermanfaat bagi kepentingan kita di Indonesia.

3. Kami tetap menuntut adanya transparansi atas kunjungan kerja, berupa tujuan kunjungan kerja, biaya perjalanan, akomodasi selama kunjungan kerja, jadwal kunjungan kerja selama di luar negeri, materi-materi yang dibicarakan, dan partner kerja di tempat tujuan. Hal tersebut seharusnya dipublikasikan secara resmi yang bisa diakses oleh masyarakat secara luas dari jauh-jauh hari, minimal 1 bulan sebelum keberangkatan.

4. Menuntut adanya publikasi hasil konkret dari kunjungan-kunjungan kerja keluar negeri yang selama ini dilakukan oleh DPR RI, terutama dalam konteks kunjungan ke Jerman pada April 2012 lalu, di mana hasil kunjungan kerja Komisi I DPR RI tersebut sampai saat ini belum dipublikasikan secara resmi.

Kami yang menyatakan:
1. PPI Berlin
2. PCI NU Jerman
3. Watch Indonesia!

*MULAI SAJA DENGAN KASUS YANG BISA DITANGANI *

*Kolom IBRAHIM ISA
Kemis, 15 November 2012

-----------------------*

*MULAI SAJA DENGAN KASUS YANG BISA DITANGANI *


*
SEMAKIN DITUNDA-TUNDA SEMAKIN BERKURANG PERHATIAN MASYARAKAT*


   * * *

   Gugatan dan kritik terhadap sikap Kejaksaan Agung, yang dengan
   pelbagai dalih telah mengembalikan Laporan Rekomendasi KomnasHAM
   sekitar pelanggaran HAM berat yang dilakukan oleh aparat negara,
   dalam peristiwa pembantaian masal 1965 terhadap warga yang tidak
   bersalah, --- telah diajukan oleh banyak para korban Peristiwa
   Pelanggarn Ham Berat, dan sementara aktivis HAM lainnya di negeri
   kita. Berita gugatan terhadap Kejaksaan Agung tsb. antara lain
   diajukan oleh Bedjo Untung, Ketua Yayayasan Penelitian Korban
   Peristiwa 1965.

Menarik, bahwa VOA, The Voice of America, sebuah stasiun pemancar radio Amerika, suatu lembaga negara AS, juga ikut menyiarkan berita tsb (lihat lampiran). Ini seirama dengan berita-berita di mancanegarqa yang mengungkap bahwa kalangan HAM mancanegara mengeritik sikap pemerintah Indonesia yang dianggap tidak toleran terhadap sementara minoritas yang menganut aliran agama yang berlainan dengan faham mainstream.


Gugatan dan kritik terhadap Kejaksaan Agung mendapat tanggapan pula dari dr *Coen Holzappel, Ketua Stichting WERTHEIM*. Dr Coen mengingatkan agar kasus pelanggaran HAM berat oleh aparat negara ini, jangan sampai dibiarkan berlarut-larut. Karena, hal itu bisa mengakibatkan perhatian masyarakat berkurang terhadap kasus pelanggaran HAM berat itu.


Ia menyarakan agar para juris yang mampu dan berani , untuk tampil memelopori mengajukan kasus ini ke pengadilan. Yaitu kasus-kasus yang sudah bisa ditangani.


* * *


Berikut ini response Dr Coen, yang ditulisnya di Facebook hari ini, dalam bahasa Belanda. Kita mengucapkan terimakasih atas perhatian Dr Coen Holtzappel, terhadap masalah HAM di Indonesia.

Dr Coen Holstzappel menyatakan sbb: ***(Terjemahanbebas)

*"Bahwa keterangan para saksi tidak disumpah (negeri), bukan berarti bahwa hal itu tidak mungkin dilakukan. Baik menyangkut perkara pengadilan atau yang lepas dari itu. *

*Sementara perkara dimana para saksi telah meninggal, atau tidak bersedia memberikan kesaksian di pengadilan, juga bisa dipublikasi di media maupun di internet. *

Betapapun Kejaksaan Agung telah menerima dan melihat kasus-kasus yang telah dilaporkan untuk dinilai kemungkinan dibawanya ke sidang pengadilan.
*
Juris-juris yang baik dan berani bisa memainkan peranan memeloporinya. *
Maka perkara ini akan menjadi kasus yang berjalan dan bertahan untuk ditindaklanjuti. Dengan demikian akan menjadi perkara yang akan berlangsung lama. Bersamaan dengan itu, merupakan kelemahan dari Laporan KomnasHam tsb.

Makin lama diajukannya ke pengadilan, akan semakin sedikit saksi yang tinggal. Dan dengan itu semakin kecil perhatian masyarakat.

*Maka jangan lupa Yang Terpenting yaitu : *


*MULAI SAJADENGAN KASUS YANG BISA DITANGANI!!!
*
* * *




*DR COEN HOLTZAPPEL, 15 november 2012. *

Dat getuigenverklaringen niet be√ędigd zijn, wil nog niet zeggen dat dat niet alsnog kan, het zij in een rechtszaak hetzij los daarvan.
Bepaalde zaken waarvan de getuigen inmiddels overleden zijn dan wel, niet in een rechtzaak willen getuigen, kunnen ook publiek gemaakt worden in de media en op internet. Het hoofdparket heeft in ieder geval de gerapporteerde gevallen bekeken op de mogelijkheden tot berechting.

Goeie juristen zouden nu een voorloper rol kunnen spelen. Dit wordt een zaak van aanpakken en volhouden, dus lange termijn. Dit is tegelijk ook de zwakte van het KOM nas HAM rapport.

Hoe langer je wacht met aanklagen, hoe minder getuigen overblijven, hoe minder publieke aandacht er is. C.H.

Ben het belangrijkste vergeten: Beginnen met de zaken die wel te behandelen zijn!!!!!!!!!!!! C.H. *

Lampiran

------------

*BERITA PENTING DARI VOA (Voice of America)****
---------------------------------------------------------------------
KORBAN PERISTIWA 1965 MENGGUGAT KEJAKSAAN AGUNG*
*
*
Kali ini VOA menyajikan pendengarnya dengan berita yang penting sekali.*

Silakan baca sampai selesai:

* * *


Korban Peristiwa 1965-1966 Kecewa dengan Kejaksaan Agung*

Para korban peristiwa 1965-1966 merasa kecewa karena Kejaksaan Agung
mengembalikan berkas kasus peristiwa tersebut kepada Komnas HAM.
12.11.2012

JAKARTA --- Ketua Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965/1966 (YPKP 65) Bejo Untung kepada VOA mengatakan para korban peristiwa 1965--1966 kecewa karena Kejaksaan Agung mengembalikan berkas pelanggaran hak asasi manusia pada peristiwa tersebut kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Juli lalu Komnas HAM mengumumkan hasil penyelidikannya dengan menyatakan bahwa penghukuman secara sistematis pada mereka yang diduga sebagai anggota atau simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI) setelah peristiwa 1965/1966 merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang berat.

Kejaksaan Agung mengembalikan berkas itu pekan lalu seraya meminta
Komnas HAM melengkapi berkas kasus pelanggaran HAM berat 1965-1966 dan penembakan misterius (Petrus) tahun 1982-1985. Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Andhi Nirwanto mengatakan mereka kesulitan menyelidiki peristiwa yang sudah terjadi puluhan tahun silam itu.

Bejo mengatakan YPKP sudah memprediksi adanya pengembalian berkas kasus 1965-1966 itu. Menurutnya, hal itu membuktikkan adanya ketidakseriusan
dari pemerintah dalam pengungkapan kasus itu.

"Saya khawatir ada intervensi politik dari kekuatan lama dalam kasus
ini. Sehingga mereka mengulur-ulur supaya kasus 65-66 tidak tuntas,"
ujar Bejo, mantan anggota Ikatan Pemuda Pelajar Indonesia (IPPI) yang
pernah mendekam di penjara selama hampir sembilan tahun lamanya semasa
rejim Soeharto atas tuduhan keterlibatan dengan Partai Komunis Indonesia
(PKI) dan kudeta yang gagal pada 30 September 1965.

Bejo memastikan laporan penyelidikan Komnas HAM terkait peristiwa
1965-1966 sudah sangatlah lengkap, sehingga agak aneh menurutnya jika
Kejaksaan Agung menilai ada yang perlu dilengkapi dalam laporan itu.

"Sepanjang yang saya pelajari, laporan Komnas HAMitu sangatlah lengkap,
karena sudah mencakup segala persoalan dan kasus kekerasan selama
rentang 65-66 mulai dari Sumatra Utara hingga Ambon. Dan itu sampelnya
sudah sangat jelas, ada keterlibatan militer di dalam aksi kekerasan,"
ujarnya.

"Dan semua kawan-kawan yang diperiksa oleh tim investigasi Komnas HAM,
mengemukakan apa adanya. Temasuk komandan Kodam, Kodim, dan Koramil, itu sangat-sangat jelas tertulis dalam surat pembebasan kami, itu kan bisa
di lacak. Jadi apa lagi? Apa lagi kelengkapannya? saya khawatir ini hanya akal-akalan Kejaksaan Agung."

Ketua tim ad hoc penyelidikan kasus pelanggaran HAM Berat peristiwa
1965-1966 yang juga anggota Komisioner Komnas HAM, Nur Kholis, kepada
VOA mengatakan, tim tersebut akan berupaya melengkapi beberapa catatan
perbaikkan dari pihak Kejaksaan.

"Jaksa Agung memberikan catatan dan juga menyampaikan beberapa hal yang
harus dilengkapi oleh Komnas HAM. Diantaranya adalah kekurangan saksi,
pertanyaan terhadap terduga pelaku, kemudian juga kelengkapan teknis
yuridis seperti apakah penyelidik dan saksi disumpah. Oleh karena itu
tim akan melakukan rapat, kemudian mulai mengerjakan hal-hal yang
dianggap kurang dalam 30 hari kedepan," ujar Nur Kholis.

Komnas HAM dalam laporannya menyebutkan ada bukti telah terjadi sembilan
kejahatan kemanusiaan yang merupakan pelanggaran HAM berat dalam
peristiwa 1965-1966. Sembilan bentuk kejahatan terhadap kemanusiaan itu
diantaranya adalah pembunuhan, pengusiran atau pemindahan penduduk
secara paksa, atau pelanggaran kebebasan fisik berupa, penyiksaan,
perkosaan, dan penghilangan orang secara paksa.

Kesimpulan ini diperoleh Komnas HAM setelah meminta keterangan dari 349
saksi hidup yang terdiri atas korban, pelaku, ataupun saksi yang melihat
secara langsung peristiwa itu. Jumlah korban saat itu diperkirakan
500.000 hingga tiga juta jiwa.

Komnas HAM juga merekomendasikan kepada Kejaksaan Agung atas kasus
penembakan misterius yang terjadi tahun 1982-1985 untuk ditindaklanjuti.


* * *


*IBRAHIM ISA
Kemis, 15 November 2012
-----------------------



BERITA PENTING DARI VOA (Voice of America)****
--------------------------------------------
 
KORBAN PERISTIWA 1965 MENGGUGAT KEJAKSAAN AGUNG*


Kali ini VOA menyajikan pendengarnya dengan berita yang penting sekali.
Silakan baca sampai selesai:

* * *

*
Korban Peristiwa 1965-1966 Kecewa dengan Kejaksaan Agung*

Para korban peristiwa 1965-1966 merasa kecewa karena Kejaksaan Agung mengembalikan berkas kasus peristiwa tersebut kepada Komnas HAM.
12.11.2012
JAKARTA --- Ketua Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965/1966 (YPKP 65) Bejo Untung kepada VOA mengatakan para korban peristiwa 1965--1966 kecewa karena Kejaksaan Agung mengembalikan berkas pelanggaran hak asasi manusia pada peristiwa tersebut kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Juli lalu Komnas HAM mengumumkan hasil penyelidikannya dengan menyatakan bahwa penghukuman secara sistematis pada mereka yang diduga sebagai anggota atau simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI) setelah peristiwa 1965/1966 merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang berat.

Kejaksaan Agung mengembalikan berkas itu pekan lalu seraya meminta Komnas HAM melengkapi berkas kasus pelanggaran HAM berat 1965-1966 dan penembakan misterius (Petrus) tahun 1982-1985. Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Andhi Nirwanto mengatakan mereka kesulitan menyelidiki peristiwa yang sudah terjadi puluhan tahun silam itu.

Bejo mengatakan YPKP sudah memprediksi adanya pengembalian berkas kasus 1965-1966 itu. Menurutnya, hal itu membuktikkan adanya ketidakseriusan dari pemerintah dalam pengungkapan kasus itu.

"Saya khawatir ada intervensi politik dari kekuatan lama dalam kasus ini. Sehingga mereka mengulur-ulur supaya kasus 65-66 tidak tuntas," ujar Bejo, mantan anggota Ikatan Pemuda Pelajar Indonesia (IPPI) yang pernah mendekam di penjara selama hampir sembilan tahun lamanya semasa rejim Soeharto atas tuduhan keterlibatan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan kudeta yang gagal pada 30 September 1965.

Bejo memastikan laporan penyelidikan Komnas HAM terkait peristiwa 1965-1966 sudah sangatlah lengkap, sehingga agak aneh menurutnya jika Kejaksaan Agung menilai ada yang perlu dilengkapi dalam laporan itu.

"Sepanjang yang saya pelajari, laporan Komnas HAMitu sangatlah lengkap, karena sudah mencakup segala persoalan dan kasus kekerasan selama rentang 65-66 mulai dari Sumatra Utara hingga Ambon. Dan itu sampelnya sudah sangat jelas, ada keterlibatan militer di dalam aksi kekerasan," ujarnya.

"Dan semua kawan-kawan yang diperiksa oleh tim investigasi Komnas HAM, mengemukakan apa adanya. Temasuk komandan Kodam, Kodim, dan Koramil, itu sangat-sangat jelas tertulis dalam surat pembebasan kami, itu kan bisa di lacak. Jadi apa lagi? Apa lagi kelengkapannya? saya khawatir ini hanya akal-akalan Kejaksaan Agung."

Ketua tim ad hoc penyelidikan kasus pelanggaran HAM Berat peristiwa 1965-1966 yang juga anggota Komisioner Komnas HAM, Nur Kholis, kepada VOA mengatakan, tim tersebut akan berupaya melengkapi beberapa catatan perbaikkan dari pihak Kejaksaan.

"Jaksa Agung memberikan catatan dan juga menyampaikan beberapa hal yang harus dilengkapi oleh Komnas HAM. Diantaranya adalah kekurangan saksi, pertanyaan terhadap terduga pelaku, kemudian juga kelengkapan teknis yuridis seperti apakah penyelidik dan saksi disumpah. Oleh karena itu tim akan melakukan rapat, kemudian mulai mengerjakan hal-hal yang dianggap kurang dalam 30 hari kedepan," ujar Nur Kholis.

Komnas HAM dalam laporannya menyebutkan ada bukti telah terjadi sembilan kejahatan kemanusiaan yang merupakan pelanggaran HAM berat dalam peristiwa 1965-1966. Sembilan bentuk kejahatan terhadap kemanusiaan itu diantaranya adalah pembunuhan, pengusiran atau pemindahan penduduk secara paksa, atau pelanggaran kebebasan fisik berupa, penyiksaan, perkosaan, dan penghilangan orang secara paksa.

Kesimpulan ini diperoleh Komnas HAM setelah meminta keterangan dari 349 saksi hidup yang terdiri atas korban, pelaku, ataupun saksi yang melihat secara langsung peristiwa itu. Jumlah korban saat itu diperkirakan 500.000 hingga tiga juta jiwa.

Komnas HAM juga merekomendasikan kepada Kejaksaan Agung atas kasus penembakan misterius yang terjadi tahun 1982-1985 untuk ditindaklanjuti.
*Kolom IBRAHIM ISA*
*Seelasa, 06 November 2012*

*-------------------------*



*SUMARSONO Dan *

*Pertempuran Surabaya Membela Kemerdekaan 10 November 1945*



** * **


Dua tahun yang lalu, aku bertemu lagi dengan SUMARSONO, di Jakarta, di rumah putrinya. Banyak kawan lama dan baru yang hadir di rumah Panti ketika itu, dalam rangka memperingti Ultah ke-89 Sumarsono. Banyak kawan lama dan kawan baru berkumpul di situ. Beruntung kepadaku disampaikannya sebuah buku berjudul:


"*SUMARSONO, Pemimpin Perlawanan Rakyat Surabaya 1945 Yang Dilupakan."*

**

** * **


Pertama kali kami berjumpa dan berkenalan ialah ketika Sumarsono atas undangan kawan-kawan Indonesia di Belanda, berkunjung ke negeri Belanda, bulan Oktober 2002.


Sembilan tahun kemudian kami bertemu lagi di Jakarta, . . . bicaranya, semangatnya SUMRSONO masih saja SUMARSONO, sang pejuang kemerdekaan Indonesia yang tangguh dan tidak pernah kendur dalam semangat dan jiwa ke-INDONESIANNYA.


Dalam Kata Pengantar, berjudul Soemarsono Yang Keluar Dari Misteri Sejarah, Stanley Adi Prasetyo (Wakil Ketua KomnasHAM, menulis a.l sbb:


"Figur Soemarsono bukan saja saksi penting, tapi dia adalah salah satu pelaku utama yang memainkan peranan penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia., Sejak jaman Jepang ia sudah bergerak melakukan perlawanan bawah tanah, hal ini berlanjut sampai perang perlawanan rakyat Surabaya 1945. Bila kita menelusuri lebih jauh perjalanan hidup Soemarsono melalui dua bukunya yang telah terbit (Negara Madiun, dan Revolusi Agustus), kita akan menyimpulkan bahwa tokoh ini adalah tokoh penting dalam perjalanan sejarah bangsa ini, terutama babak-babak perlawanan fisik di mana lebih merupakan era revolusi pemuda."


Pada akhir Pengantarnya Stanley menutup dengan kata-kata sbb:


" . . . Dalam beberapa kali pertemuan dengan Soemarsono, saya menangkap jawabannya bahwa ia ridha dengan semua pengorbanan yang telah dilakukannya. Ia tak pernah mengharap apa pun dari pemerintah yang sekarang. Yang jelas ia terus berharap agar nusa bangsa yang pernah dibelanya ini bsa terus semakin baik dan suatu saat nanti bisa membela dan melindungi rakyatnya". Deikian Stanley Adi Prasetyo.



* * *


Pejuang-pejuang arek Suroboyo yang berlawan di Surabaya pada hari-hari perang perlawanan melawan pendudukan tentara Inggris, umumnya kenal Sumarsono.

Ini umum diketahui di kalangan pejuang kemerdekaan.


*Tapi wartawan kawakan Rosihan Anwar, ketika masih hidup, atas dorongan motif yang ia sendiri mengetahuinya, --- memerlukan menulis bahwa ketika ia di Surabaya pada hari-hari itu IA TIDAK MENJUMPAI SUMARSONO. Maksud Rosihan menulis demikian itu, kiranya, hendak menimbulkan kesan bahwa Sumarsono ABSEN di Surabaya pada hari-hari gawat arek-arek Suroboyo berperang melawan tentara Inggris.*


Rosihan Anwar menulis di s.k. Pikiran Rakyat, 22 November 2006. a.l sbb . . . "Sebagai wartawan (s.k.) Merdeka yg meliput Kongres (Kongres Pemuda yang sedang berlangsung di Yogyakarta) , saya menyaksikan pemuda Sumarsono naik mimbar dan dari sana memerintahkan pemuda kepada delegasi dari Jawa Timur agar segera meninggalkan rapat dan kembali ke front Surabaya. Ruangan hening. Pemuda dari Jawa Timur berbaris keluar . Mereka lewat depan tempat say berada yakni di pentgas tonil. . . . .


Lanjut Rosihan Anwar:


"*Soemarsono Tak Ketemu*

Pengalaman yang menarik ialah selama tiga hari berada di Surabaya di tengah pertempuran sedang berkecamuk saya tidak pernah ketemu dengan Soemansono yang kelak tanggal 18 September 1948 tampil sebagai Gubernur Militer Pemerintah Musso dalam pemberontakan PKI di Madiun rupanya tidak kembali ke Surabaya, setelah di Yogya memerintahkan delegasi Jawa Timur meninggalkan Kongres Pemuda. . . .


Demikian Rosihan Anwar dalam Pikiran Rakyat, hendak menunjukkan bahwa Soemarsono tidak hadir dalam pertempuran besar Surabaya.


Dalam wawancara Sumarsono, pada tg 12 Nov. 2005 si Jakarta dan 4 Desember 2005 di Sidney (lewat tilpun), jadi jauh sebelum tulisan Rowsihan Anwar di Pikiran Rakyat, Harsutejo a.l menulis sbb:


"*Soemarsono Ada Dalam Pertempuran Surabaya November 1945.*

*. . . . *Menurut Soemarsono ia sampai di Jogya pada 09 November 1945 malam hari. . . . Mereka sampai di Surabaya pagi hari sebelum pemboman 10 November 1945. Adapun yang naik ke mimbar pada 10 November 1945 dan memerintahkan delegasi Jatim pulang ke front Surabaya ialah Sdr Mutalib sebagai wakil PRI dan wakil ketiua delegasi Jatim yang diketuai olej Sudisman.


"Dengan demikian saya tidak bermarkas di Pacarkeling, markas PRI, sebelumnya di Hotel Simpang. Tiap pagi saya keluar dari tempat terseburt bersama Bambang Kaslan dan Supardi sesuai dengan situasi pertempuran. Pihak Inggris memandang pertempuran dan penembakan yang dilakukannya secara membabi buta dari kapal terbang dan kapal laut itu sejak 10 November 1945 pagi sebagai hukuman atau punishment terhadapkita, karena tewasnya Jendral Malaby pada tanggal 30 Oktober 1945." ( dari buku SUMARSONO, Pemimpin Perlawanan Rakyat Surabaya 1945 Yang Dilupakan, . . halaman 82)


* * *


Demikianlah kita saksikan betapa penulisan peristiwa sejarah bisa ditulis seperti apa adanya, --- dengan kesaksian pelakunya sendiri. Dan penulisan versi lainnya, seperti yang dilakukan oleh wartawan kawakan Rosihan Anwar, berkenaan dengan peranan SUMARSONO dalam pertempuran Surabaya yang bersejarah itu.


Bagi siapa saja yang ingin memperoleh penjelasan dan kesaksian otentik mengenai pertempuran melawan tentara pendudukan Inggris di Surabaya, buku yang disusun Harsutejo --


"*SUMARSONO, Pemimpin Perlawanan Rakyat Surabaya 1945 Yang Dilupakan." -- * -- merupakan salah satu nara sumber yang berharga.


* * *



Isi buku *"SUMARSONO, Pemimpin Perlawanan Rakyat Surabaya 1945 Yang Dilupakan", -- *terdiri dari 6 Bab dan 6 lampiran, a.l. mengemukakan masalah:


"Arti 10 November 1945";

"Masa Pendudukan Jepang";

"Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945";

"Insiden Bendera Di Suirabaya";

"Pendaratan Tentara Sekutu Sampai Tewasnya Jendral Malaby"; dan

"Pertempuran 10 November 1945".


* * *


*DINOBATKAN ATAU TIDAK . . . . * *BUNG KARNO PAHLAWAN NASIONAL *


*Kolom IBRAHIM ISA*
*Jum'at, 09 November 2012*

*------------------------*


*DINOBATKAN ATAU TIDAK . . . . *

*BUNG KARNO PAHLAWAN NASIONAL *



Dinobatkan atau tidak dinobatkan . . . Bung Karno adalah PAHLAWAN NASIONAL


Demikian pula halnya, kenyataan Bung Karno tidak dimakamkan di Taman Pahlawan Kalibata, . . . tapi di Blitar, . . . . juga tidak menjadikan kepahlawanannya berkurang dalam perjuangn kemerdekaan dan pembangunan kesadaran berbangsa serta memupuk karakter bangsa. Peranan Bung Karno dalam sejarah Indonesia adalah peranan seorang tokoh besar, seorang PAHLAWAN NASIONAL.


Dalam hati sanubari sedalam-dalamnya dan di fikiran rakyat, selamanya, sejak zaman perjuangan kemerdekaan sampai perjuangan membebaskan Irian Barat dari kolonialisme Belanda, hingga akhir umur beliau dalam tahanan politik Jendral Suharto, Bung Karno adalah PAHLAWAN KEMERDEKAN BANGSA INDONESIA.


* * *


Orba di bawah Presiden Suharto, -- lebih 30 tahun lamanya mengerahkan bumi dan langit, media, bidang pendidikan serta ilmu, dalam usahanya *MEN-DE-SUKARNO-SASIKAN Indonesia*. Orba bukan saja hendak mende-SEKARNO-kan Indonesia. Tidak hanya itu . Yang juga dilakukan Suharto cs. Adalah merekayasa sejarah sekitar tokoh Sukarno. Rezim Orba di bawah Presiden Suharto telah melakukan fitnahan teramat keji serta menyelewengan ajaran-ajaran Bung Karno, seperti "PANCASILA" serta konsep-konsep strategi-politik Bung Karno dalam pembangunan nasion Indonesia, dalam pembangunan karakter bangsa.


Keputusan pemerintah Presiden SBY memnberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Bung Karno, adalah tindakan ritual, yang samasekali tidak punya arti historis. Sejarah kepahlawanan seorang tokoh tidak ditentukan oleh suatu ketetapan pemerintah (Keppres), atau pengakuan Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Apalagi mereka-mereka itu satu dan lainnya sedikit banyak terlibat dengan aksi-aksi dan kegiatan penggulingan pemerintahan Presiden Sukarno 1965-66 dan menegakkan serta memperkokoh rezim otoriter Orde Baru.


* * *


Di satu segi, dan ini banyak cocoknya dengan fakta sejarah, Presiden SBY menjelaskan bahwa kebesaran dan peranan Bung Karno lebih dari tokoh proklamator yang aktif merumuskan, menyusun, dan mendeklarasikan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.


Pikiran Soekarno atau yang akrab disebut Bung Karno telah mengubah jalannya sejarah. Contohnya, ketika Bung Karno menyampaikan pidato "Indonesia Menggugat" pada Desember 1929, pidato 1 Juni 1945 tentang Pancasila, dan pidato di depan Sidang Umum PBB pada 30 September 1960 dengan judul "To Build the World Anew".



Selain itu, tambah Presiden SBY, Bung Karno bersama sejumlah pemimpin dunia yang lain telah membentuk Gerakan Non-Blok, serta Gerakan dan Solidaritas Asia-Afrika. Bung Karno juga menjadi komando untuk membebaskan Papua dari tangan Belanda lewat Tri Komando Rakyat atau Trikora.

"Idealisme dan komitmen Bung Karno amat kuat pada nasionalisme dan persatuan bangsa, kedaulatan negara, serta kemandirian kita sebagai bangsa yang merdeka," kata Presiden SBY dalam pidatonya di Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/11/2012).


* * *


Namun, apa dampak dan kelanjutan dari Keppres Pemerintah "menobatkan" Bung Karno menjadi Pahawan Nasional, terhadap perkembangan selanjutnya. Bagaiman "tali-menali" dan "nyambungnya" Keppres tsb dengan Keputusan MPRS yang memfitnah dan melorot Presiden Sukarno?


Pakar hukum tata negara Jimly Asshiddiqie menyatakan*Soekarno diduga terlibat dalam pemberontakan yang menewaskan beberapa Jenderal . . . Bahkan, dugaan keterlibatan Soekarno tertulis dalam pertimbangan TAP XXXIII MPRS/1967 tentang Pencabutan Kekuasaan Pemerintah Negara dari Presiden Soekarno. Jadi, bagaimana kedudukan * TAP MPRS 33, Thn 1967 ini yang memfitnah dan melorot Presiden Sukarno dari kepmimpinan dan jabatan kepala negara dan kepala pemerintah, saling hubungannya dengan Keprpres, 45 tahun kemudian. yang menobatkan Bung Karno sebagai Pahlawan Nasional?


Bertolak dari TAP MPRS No 33 Th 1967 tsb. maka pemerintah yang sekarang ini, yang secara ideologis dan politis masih taut-berpaut dengan rezim Orba yang merekayasa TAP MPRS No,33 Th 1967, tsb diatas, . . .


. . . . Seyogianya *pertama-tama ziarah dulu ke Makam Bung Karno di Blitar*. Lalu, *didepan Makam Bung Karno, rombongan Presiden SBY didampingi anggota-anggota Dewan Gelar, berbaris serta menundukkan kepala . . . MINTA MAAF PADA BUNG KARNO, serta bertobat atas dosa-dosa yang dilakukan pemerintah Presiden Suharto.*


Sesudah minta maaf dan bertobat, segera diikuti dengan MEREHABILITASI nama baik dan kehormatan Bung Karno dan keluarganya. Dengan catatan, diteruskan dengan permintaan maaf dan merehabilitasi nama baik semua korban pelanggaran HAM pada periode 1965-66 dst.


*Barulah . . . maka barulah sesudah itu *. . . Dewan Gelar dan pemerintah Presiden SBY bisa dan berhak bicara soal siapa-siapa yang hendak dipertimbangkan dinobatkan menjadi PAHLAWAN NASIONAL.


* * *


Tentu, akan lebih parah lagi, akan lebih gawat lagi, bila penobatan Sukarno-Hatta sebnagai Pahlawan Nasional, dibayang-bayangi motif lain. Yaitu *latar belakang melontarkan kembali ide absurd hendak menobatkan Suharto menjadi pahlawan nasional!*


DetikCom, 08 Nov 2012, memberitakan a.l sbb: Setelah gelar pahlawan nasional diberikan kepada Soekarno-Hatta, kini giliran para pendukung Soeharto yang mendesak gelar serupa untuk sang patron. Bahkan mereka mengancam tidak akan menggunakan suara dalam Pemilu mendatang jika pemberian gelar tersebut tidak segera direalisasikan.


Bukan saja mereka-mereka itu menuntut dibenumnya mantan Presiden Suharto menjadi pahlawan nasional. Sekaligus juga mengeluarkan ancaman 'TIDAK AKAN IKUT PEMILIU yad.


*Ini namanya absud-kwadrat!! *

Mereka-mereka itu menelanjangi diri di hadapan msyarakat umum yang kesadaran politiknya sudah meningkat sejak gerkan Reformasi dan Demokrasi. Mereka-mereka itu membuka kedoknya sebagai orang-orang yang meremehkan perasaan dan penderitaan para korban pelanggaran HAM berat oleh penguasa selama berlangsungnya rezim Orba di bawah Presiden Suharto !


* * *










Kolom IBRAHIM ISA
Kemis, 08 November 2012
-----------------------
 
 
SEKITAR TERPILIHNYA KEMBALI PRESIDEN AS BARACK OBAMA


Di bawah ini dikutip bagian penutup LIPUTAN sekitar pemilihan presiden di Amerika Serikat. Penulis liputan tsb adalah Dr Irawan, Los Angeles, AS. Sebuah analisa yang menarik. Baik dibaca dan pert
imbangkan sebagai input dari seorang Indonesia yang lama tinggal di Amerika Serikat.

Perhatikan khususnya penilaian Dr Irawan bahwa di Amerika,

" . . . dipastikan bahwa kehidupan demokrasi yang setara benar-benar sudah dijalankan sempurna di Amerika, dinegara yang sering dicemoohkan sebagai negara
kafir. . .

* * *

Sistim demokrasi dalam pengelolaan kehidupan masyrakat bernegara, umum dianggap sebagai suatu sistim yang lebih baik, -- terbanding sistim otokrasi model Orba, atau pelbagai sistim diktatur lainnya. Masing-masing negeri sedang dalam proses memberlakukannya. Sedang mencari, . . . . . sebagaimana halnya bangsa kita yang sedang berusaha menemukan sistim masyarakat bernegara yang sesuai dengan syarat-syarat di Indonesia, yang cocok dengan kepribadian bangsa Indonesia. Yang mampu mengantar bangsa Indonesia ke suatu masyarakat negara yang adil dan makmur.

Bung Karno mengajukan suatu sistim masyarakat bernegara, yang ia sebut sistim "GOTONG-ROYONG". Kemudian pemikiran ini "nyambung" dengan pemikiran kalangan tentara (Angkatan Darat), yang secara dasar menganut faham "Dwifungsi Abri" yang otoriter. "Perkawinan"(terpaksa) antara ide Bung Karno, konsep TNI dan faham "sentralisme-demokratisnya PKI", ----- telah menjelma dalam konsep Bung Karno yang ia beri nama SISTIM DEMOKRASI TERPIMPIN.

Sistim ini, yang sempat beberapa saat saja diberlakukan(1957-1965), digantikan oleh tentara dengan sistim "Dwifungsi Abri" (1965-1998) yang hakikatnya adalah sistim otokrasi militer Oba.

Melalui pergolakan massa Reformasi dan Demokrasi, kita telah kembali ke SISTIM DEMOKRASI yang umum dipraktekkan di mancanegara. Di Indonesia dikatakan dengan berlandaskan IDEOLOGI NEGARA - PANCASILA.

Kita masih terus dalam proses mencari dan "bereksperimen". Ini wajar . . .

* * *

Dalam rangka pemikiran tsb diatas itulah dikutip sebagian dari liputan Dr Irawan mengenai terpilihnya kembali Presiden AS, Barrack Obama, sebagai bahan pertimbangan analisa.

Silakan telusuri:

(DR IRAWAN, LOS ANGELES, AS) . . . . . .
". . . . ternyata Amerika sekarang sudah berubah komposisi demografiknya, sehingga mempengaruhi hasil pemilu. Jelas sekali populasi latinos meningkat tajam, bersama golongan kulit hitam banyak mendukung Obama.

"Dengan terpilihnya Obama untuk kedua kalinya tabir mythos Amerika harus dipimpin oleh kulit putih sudah tidak ada lagi, jadi tidak bisa dibilang ini adalah suatu kebetulan, maka dipastikan bahwa kehidupan demokrasi yang setara benar-benar sudah dijalankan sempurna di Amerika, dinegara yang sering dicemoohkan sebagai negara kafir. .

"Dengan terpilihnya kembali Presiden Barrack Obama, maka diperkirakan
kebijakan hubungan politik Indonesia dengan Amerika tidak perlu banyak
penyesuaian, alias masih menggunakan lagu yang sama, tidak buang
ongkos lagi untuk Indonesia.

* * *

KENAPA YA . . . . .??? MUNAFIK ATAU MENIPU . . . . ??


          Ibrahim Isa
          Selasa, 06 Nov 2012
          -------------------


          KENAPA YA . . . . .??? MUNAFIK ATAU MENIPU . . . . ??

          =====================================================

          KENAPA YA?? .... Resminya dan normalnya, sehari-harinya . . .
          di sebut "Anggota DPR" . . tapi begitu terlibat perkara
          "upeti" atau kasus korupsi lainnya . . . . lalu ganti nama
          jabatannya . . jadi "OKNUM DPR".... Nama oknum itu siapa yang
          menobatkannya?? . . .?

          Terus lagi . . . sejak Orba . . . sehari-harinya sih dibilang
          DITAHAN ATAU DIPENJARAKAN ... ketika seseorang dijebloskan di
          penjara . . .

          TAPI sejak Orba orang yang dijebloskan di penjara tanpa
          proses, statusnya berubah jadi nama lain . . . DIAMANKAN . .

          Begitulah nasib yang dialami sahabat karibku Ir Setiadi
          Reksoprodjo, mantan Menteri PLN Kabinet 100 Menteri Presiden
          Sukarno (1966). Mas Setiadi cerita padaku, ketika kutanya,
          bagaimana penjelasan aparat yang menggiring Mas ke penjara,
          oleh tentaranya Jendral Suharto . . .

          Penjelasannnya: "Pak, bapak DIAMANKAN...........!!!!
          Dan Pak Setiadi di"AMAN"kan di penjara selama hampir 12 tahun
          . . .

          Dalam istilah sehari-harinya praktek ganti nama seperti itu, -
          - namanya MUNAFIK atau NIPU DIRI SENIDRI... mungkin memang dng
          maksud menipu masyarakat . . .

          Ya, kalu seorang anggota DPR atau seorang menteri anggota
          Kabinet SBY korup atau melakukan pelanggaran etis seperti Pak
          Menteri Kesejahteraan "kita" itu . . . . kan nama jabatannya
          tetap sama saja tokh . . . ya Menteri tokh . . . bukan "Oknum"
          Menteri Kabinet SBY???

*SUMARSONO Dan * *Pertempuran Surabaya Membela Kemerdekaan 10 November 1945*

*Kolom IBRAHIM ISA*
*Seelasa, 06 November 2012*

*-------------------------*



*SUMARSONO Dan *

*Pertempuran Surabaya Membela Kemerdekaan 10 November 1945*


** * **


Dua tahun yang lalu, aku bertemu lagi dengan SUMARSONO, di Jakarta, di rumah putrinya. Banyak kawan lama dan baru yang hadir di rumah Panti ketika itu, dalam rangka memperingti Ultah ke-89 Sumarsono. Banyak kawan lama dan kawan baru berkumpul di situ. Beruntung kepadaku disampaikannya sebuah buku berjudul:


"*SUMARSONO, Pemimpin Perlawanan Rakyat Surabaya 1945 Yang Dilupakan."*

**

** * **


Pertama kali kami berjumpa dan berkenalan ialah ketika Sumarsono atas undangan kawan-kawan Indonesia di Belanda, berkunjung ke negeri Belanda, bulan Oktober 2002.


Sembilan tahun kemudian kami bertemu lagi di Jakarta, . . . bicaranya, semangatnya SUMRSONO masih saja SUMARSONO, sang pejuang kemerdekaan Indonesia yang tangguh dan tidak pernah kendur dalam semangat dan jiwa ke-INDONESIANNYA.


Dalam Kata Pengantar, berjudul Soemarsono Yang Keluar Dari Misteri Sejarah, Stanley Adi Prasetyo (Wakil Ketua KomnasHAM, menulis a.l sbb:


"Figur Soemarsono bukan saja saksi penting, tapi dia adalah salah satu pelaku utama yang memainkan peranan penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia., Sejak jaman Jepang ia sudah bergerak melakukan perlawanan bawah tanah, hal ini berlanjut sampai perang perlawanan rakyat Surabaya 1945. Bila kita menelusuri lebih jauh perjalanan hidup Soemarsono melalui dua bukunya yang telah terbit (Negara Madiun, dan Revolusi Agustus), kita akan menyimpulkan bahwa tokoh ini adalah tokoh penting dalam perjalanan sejarah bangsa ini, terutama babak-babak perlawanan fisik di mana lebih merupakan era revolusi pemuda."


Pada akhir Pengantarnya Stanley menutup dengan kata-kata sbb:


" . . . Dalam beberapa kali pertemuan dengan Soemarsono, saya menangkap jawabannya bahwa ia ridha dengan semua pengorbanan yang telah dilakukannya. Ia tak pernah mengharap apa pun dari pemerintah yang sekarang. Yang jelas ia terus berharap agar nusa bangsa yang pernah dibelanya ini bsa terus semakin baik dan suatu saat nanti bisa membela dan melindungi rakyatnya". Deikian Stanley Adi Prasetyo.



* * *


Pejuang-pejuang arek Suroboyo yang berlawan di Surabaya pada hari-hari perang perlawanan melawan pendudukan tentara Inggris, umumnya kenal Sumarsono.

Ini umum diketahui di kalangan pejuang kemerdekaan.


*Tapi wartawan kawakan Rosihan Anwar, ketika masih hidup, atas dorongan motif yang ia sendiri mengetahuinya, --- memerlukan menulis bahwa ketika ia di Surabaya pada hari-hari itu IA TIDAK MENJUMPAI SUMARSONO. Maksud Rosihan menulis demikian itu, kiranya, hendak menimbulkan kesan bahwa Sumarsono ABSEN di Surabaya pada hari-hari gawat arek-arek Suroboyo berperang melawan tentara Inggris.*


Rosihan Anwar menulis di s.k. Pikiran Rakyat, 22 November 2006. a.l sbb . . . "Sebagai wartawan (s.k.) Merdeka yg meliput Kongres (Kongres Pemuda yang sedang berlangsung di Yogyakarta) , saya menyaksikan pemuda Sumarsono naik mimbar dan dari sana memerintahkan pemuda kepada delegasi dari Jawa Timur agar segera meninggalkan rapat dan kembali ke front Surabaya. Ruangan hening. Pemuda dari Jawa Timur berbaris keluar . Mereka lewat depan tempat say berada yakni di pentgas tonil. . . . .


Lanjut Rosihan Anwar:


"*Soemarsono Tak Ketemu*

Pengalaman yang menarik ialah selama tiga hari berada di Surabaya di tengah pertempuran sedang berkecamuk saya tidak pernah ketemu dengan Soemansono yang kelak tanggal 18 September 1948 tampil sebagai Gubernur Militer Pemerintah Musso dalam pemberontakan PKI di Madiun rupanya tidak kembali ke Surabaya, setelah di Yogya memerintahkan delegasi Jawa Timur meninggalkan Kongres Pemuda. . . .


Demikian Rosihan Anwar dalam Pikiran Rakyat, hendak menunjukkan bahwa Soemarsono tidak hadir dalam pertempuran besar Surabaya.


Dalam wawancara Sumarsono, pada tg 12 Nov. 2005 si Jakarta dan 4 Desember 2005 di Sidney (lewat tilpun), jadi jauh sebelum tulisan Rowsihan Anwar di Pikiran Rakyat, Harsutejo a.l menulis sbb:


"*Soemarsono Ada Dalam Pertempuran Surabaya November 1945.*

*. . . . *Menurut Soemarsono ia sampai di Jogya pada 09 November 1945 malam hari. . . . Mereka sampai di Surabaya pagi hari sebelum pemboman 10 November 1945. Adapun yang naik ke mimbar pada 10 November 1945 dan memerintahkan delegasi Jatim pulang ke front Surabaya ialah Sdr Mutalib sebagai wakil PRI dan wakil ketiua delegasi Jatim yang diketuai olej Sudisman.


"Dengan demikian saya tidak bermarkas di Pacarkeling, markas PRI, sebelumnya di Hotel Simpang. Tiap pagi saya keluar dari tempat terseburt bersama Bambang Kaslan dan Supardi sesuai dengan situasi pertempuran. Pihak Inggris memandang pertempuran dan penembakan yang dilakukannya secara membabi buta dari kapal terbang dan kapal laut itu sejak 10 November 1945 pagi sebagai hukuman atau punishment terhadapkita, karena tewasnya Jendral Malaby pada tanggal 30 Oktober 1945." ( dari buku SUMARSONO, Pemimpin Perlawanan Rakyat Surabaya 1945 Yang Dilupakan, . . halaman 82)


* * *


Demikianlah kita saksikan betapa penulisan peristiwa sejarah bisa ditulis seperti apa adanya, --- dengan kesaksian pelakunya sendiri. Dan penulisan versi lainnya, seperti yang dilakukan oleh wartawan kawakan Rosihan Anwar, berkenaan dengan peranan SUMARSONO dalam pertempuran Surabaya yang bersejarah itu.


Bagi siapa saja yang ingin memperoleh penjelasan dan kesaksian otentik mengenai pertempuran melawan tentara pendudukan Inggris di Surabaya, buku yang disusun Harsutejo --


"*SUMARSONO, Pemimpin Perlawanan Rakyat Surabaya 1945 Yang Dilupakan." -- * -- merupakan salah satu nara sumber yang berharga.


* * *



Isi buku *"SUMARSONO, Pemimpin Perlawanan Rakyat Surabaya 1945 Yang Dilupakan", -- *terdiri dari 6 Bab dan 6 lampiran, a.l. mengemukakan masalah:


"Arti 10 November 1945";

"Masa Pendudukan Jepang";

"Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945";

"Insiden Bendera Di Suirabaya";

"Pendaratan Tentara Sekutu Sampai Tewasnya Jendral Malaby"; dan

"Pertempuran 10 November 1945".


* * *