Sunday, May 22, 2011

Mengunjungi Ruth dan Marijke Wertheim

IBRAHIM ISA – Berbagi Cerita
Minggu, 22 Mei 2011
----------------------------------------

Mengunjungi Ruth dan Marijke Wertheim --
Pertama kali lihat buku ttg IBN KHALDUN

Hari Sabtu kemarin, Amsterdam dalam cuaca yang paling indah selama musim semi ini. Matahari memamerkan keindahannya. Tanpa ragu berbagi kehangatannya. Suasana santai dan tenang sore itu sungguh bikin hati jadi nyaman. Seolah-olah cuaca Bogor.

Berempat kami: -- Farida Ishaya, putrindanya Ina Rakhmat, Murti dan aku berkunjung ke rumah Anna Ruth Wertheim bersama suaminya Rudi Künzel. Sudah hadir di situ putri satunya lagi dari Pak Wertheim, Marijke. Anne Ruth dan Marijke adalah dua orang putri-putri mendiang Prof. Dr. W.F. Wertheim. Hidangan kuéh kelepon, emping-melinjo manis-pedes, wajik, témpé goréng dan kuéh-lapis 'menemani' kami bercengkerama di rumah Anne Ruth dan Rudi sore hari itu, di Linnaeusparkweg 79, Amsterdam. Rupanya Ruth khusus pesan hidangan itu dari Toko Ramé, karena hendak menyuguhi kami dengan penganan Indonesia. How nice!

* * *

TIGAPULUH SATU BUKU WARISAN PAK WERTHEIM
Untuk “WERTHEIM COLLECTION LIBRARY”

Saking asyiknya ngobrol mengenai seribu-satu macam ihwal, hampir lupa waktu. Mungkin juga karena hidangan yang lezat itu.

Satu hal yang kurasa penting sekali dari Anna Ruth dan Marijke ialah, bahwa putra-putri Pak Wertheim, menunjukkan sebuah daftar terdiri dari 31 buku warisan Prof. Dr Wertheim.

Yang penting ialah, bahwa mereka menyimpulkan untuk menyerahkan 31 buku warisan Pak Wertheim itu kepada “WERTHEIM COLLECTION LIBRARY” di Universitas Gajah Mada Jogyakarta. Dimaksudkan 31 buku warisan Pak Wertheim tsb dikirimkan secara berangsur ke Jogyakarta. Ruth dn Marijke cerita bahwa ratusan buku-buku dari bibliotheek mendiang Pak Wartheim sudah diserahkannya kepada ISSG, Internationaal Institute voor Sociaal Geschiedenis, Amsterdam. Semoga buku-buku warisan Prof Wertheim itu dimanfaatkan bersama dengan baik oleh IISG maupun oleh Wertheim Collection Library di Uni Gajahmada, Jogyakarta.

Beberapa waktu yang lalu, Anna Ruth Wertheim, suaminya Rudi Künzel, bersama putra-putrinya mengadakan kunjungan ke Wertheim Collection Library di Jogyakarta. Keluarga Wertheim itu disambut hangat sekali oleh para pengelola “Wertheim Collection”. Sempat pula mereka berkunjung ke rumah Ibu Sri, istri mendiang Prof. Sartono Kartodiredjo, di rumah beliau di Bulak Sumur F9, Yogyakarta 55281.

* * *

IBN KHALDUN AL-ALHADRAMI
Pada 'kumpulan' kami petang itu di rumah Ruth Wertheim, ada hal-hal baru yang menarik perhatianku pribadi. Kumaksudkan mengenai tokoh ilmuwan besar abad ke-14 “IBN KHALDUN”. Di Indonesia telah sejak 1961 berdiri Universitas IBU KHALDUN, di Jl Raya Kemang Km4, Jl Raya Kemang Km-4, Badak, Bogor. Tapi, rasanya belum banyak yang mengenal betul siapa tokoh besar ilmuwan Afrika Utara, Ibn Khaldun ini.

Rudi Künzel suami Anna Ruth Wertheim, yang historikus itu, bersama historikus dan Arabis, Maaike van Berkel , tahun 2008 menerbitkan sebuah buku berjudul “IBN KHALDUN EN ZIJN WERELD”. “Ibn Khaldun Dan Dunianya”. Buku “Ibu Khaldun Dan Dunianya”, adalah mengenai karya-karya Ibn Khaldun.

Ibn Khaldun, yang adalah sorang ilmuwan besar Afrika Utara itu, dan juga seorang pegawai tinggi, hidup dari 1332 s/d 1406. Ia menjadi masyhur di dunia karena karyanya “MUQADDIMA”. Menyangkut masalah sebab-musabab dan lahirnya serta tenggelamnya kebudayaan-kebudayaan di dunia ini. Buku tsb mengemukakan saling hubungan antara pedesaan dan kota, dan mengenai masalah pemerintahan.

Dengan bukunya itu, Ibn Khaldun menjelaskan visinya mengenai dunia,dilihat dari sudut perpsektif sejarah, antropologi dan falsafah. Buku itu mengemukakan masalah bangsa Berber, kota-kota dan arsitektur,dll.

Ibn Khaldun dinilai tinggi sebagai ilmuwan. Bahkan sebagai ilmuwan ekonomi. Sampai ada yang menilai beliau sebagai BAPAK EKONOMI. Seperti yang dikemukakan oleh Wikipidia: alasannya: Di antara sekian banyak pemikir masa lampau yang mengkaji ekonomi Islam, Ibn Khaldun merupakan salah seorang ilmuwan yang paling menonjol. Ibnu Khaldun sering disebut sebagai raksasa intelektuil paling terkemuka di dunia. Ia bukan saja bapak sosiologi, tetapi juga adalah bapak ilmu ekonomi. Karena banyak teori ekonominya, jauh mendahului Adam Smith dan Ricardo.

Artinya, ia lebih dari tiga abad mendahului para pemikir Barat modern tersebut. Muhammad Hilmi Murad secara khusus telah menulis sebuah karya ilmiah berjudul Abul Iqtishad : Ibn Khaldun. Artinya Bapak Ekonomi : Ibnu Khaldun,(1962) Dalam tulisan tersebut Ibn Khaldun dibuktikannya secara ilmiah sebagai penggagas pertama ilmu ekonomi secara empiris. Karya tersebut disampaikannya pada Simposium tentang Ibnu Khaldun di Mesir 1978.

Buku van Berkel dan Rudi, kedua-duanya dari Universitas Amsterdam, mempersembahkan tulisan-tulisan sumbangan seorang Maroko, seorang Amerika dan sembilan orang Belanda.

* * *

Ina Rakhmat, putrinya Farida Ishaya, sungguh beruntung. Rudi menghadiahkannya, sebagai kenang-kenangan, buku Van Berkel dan Rudi Kürzel, `IBN KHALDUN En ZIJN WERELD`, dan satu lagi ´DE MUQADDIMAH`. Aku juga minta salah satu buku itu kepada Rudi. Sayang, katanya , sudah tak ada lagi persediaan pada saya.

Wah, kataku kepada Ina >Rakhmat, sore ini Ina 'panén´ . Sambil senyum dipinjamkannya buku ´Ibn Khaldun En Zijn Wereld´ kepadaku. Oom boleh membacanya lebih dahulu, katanya.

Biasanya buku-buku baru kami baca bersama, Murti dan aku. Setiap hari.

Mudah-mudahan kami memperoleh inspirasi dari hal/
hal yang ditulis oleh ilmuwan besar dari dunia Timur: IBN KHALDUN.

* * *

No comments: