Tuesday, December 25, 2012

“*HARI NATAL” TERKENANG JOESOEF ISAK*

*Kolom IBRAHIM ISA*
*Senin, 24 Desember 2012*
-------------------------


*HARI NATAL” TERKENANG JOESOEF ISAK*

*< Menyambut prakarsa memgeluarkan Buku Sekitar Penerbit HASTA MITRA>*


Menjelang Hari Natal kali ini, yang dirayakan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia yang berfalsafah hidup,berfaham dan berpendirian BHINNEKA TUNGGAL IKA, --- aku terkenang sahabat-karib teman seperjuangan *JOESOEF ISAK*. Mendiang Josoef Isak, dikenal dengan sapaan-akrab “*UCUP”,* kukenal, adalah seorang yang memberikan arti amat penting pada KEBEBASAN BERFIKIR --- KEBEBASAN MENYATAKAN PENDAPAT. Beliau telah memberikan seluruh hidupnya untuk perjuangan kemerdekaan bangsa dan khususnya untuk *Freedom of expression, Freedom of Speech*. Untuk itu beliau telah berkali-kali memperoleh penghargaan internasional.


Seperti penghargaan ketika menerima Australian Pen Award, lalu prnghargaan yang serupa dari Amerika dan kemudian dari Perancis. Juga dari negeri Belanda, Ucup menerima *WERTHEIM AWARD*, sebagai demokrat, pejuang tangguh demi emansipasi bangsa Indonesia.


* * *


Mantan Presiden AS, Jimmy Carter, mengirimkan Utusan pribadinya, Patricia Derien, untuk khusus menemui Joesoef Isak di Jakarta ketika itu (Mei 1978). Carter menyebut *Joesoef Isak *adalah: ---


*. . . “seorang penerbit yang dihormati yang mewakili dirinya sendiri dan banyak ribuan lainnya tahanan politik yang dipenjarakan sejak tahun 1960-an dan tidak pernah diadili. Menurut Joesoef Isak dan tahanan lainnya, disebabkan oleh usaha pemerintah kami dan usaha-usaha pelbagai organisasi seperti Amnesty International, lebih dari 35 000 tahanan politik dibebaskan antara 1977 dan 1980 dari tempat tahanan Pulau Buru dan penjara-penjara lainnya di seluruh nusantara . . .”*

(Dari buku, “Indonesia in the Soeharto Years, Issues, Incidents and Images“, Lontar, 2005 --Jimmy Carter: Foreword The Present and Future of Democracy in Indonesia. Jimmy Carter, mantan Presiden AS dan Pemenang Hadiah Nobel Untuk Perdamaian, memainkan peranan kunci dilepaskannya tahanan-tahanan politik Indonesia selama ia menjabat Presiden AS).


* * *


*Mengenang Ucup menjelang HARI NATAL* ini, bukan sesuatu yang kebetulan. Ada rencana sedjumlah kawan muda di Jakarta, sahabat-sahabat Joesoef Isak untuk menerbitkan buku sekitar PENERBIT HASTA MITRA, yang ketika itu dikepalai oleh Joesoef Isak.Tanggal 19 Desember y.l. aku menerima siaran dari Verdi Jusuf, a.l menjelaskan:


*. . . . ingin membagi informasi tentang prakarsa/ inisiatif yg sudah dilakukan oleh sejumlah kawan-kawan Joesoef Isak di Jakarta yang menulis sebuah buku tentang Hasta Mitra. Kawan-kawan ini (semuanya satu generasi lebih muda dari Yoesoef Isak), termasuk: Dolorosa Sinaga, pematung/perupa; Bonnie Triyana, Wartawan/Historikus ; Hilmar Farid, Peneliti/ Historikus; Enrico Soekarno, Pelukis; Wilson Obrigados, Peneliti/Historikus ; Adrian Mulyana, Wartawan/Photographer.*


*. . . .Buku ini mencoba mendokukemtasi sepak-terjang Hasta Mitra (Pramoedya, Hasyim Rachman dan Joesoef Isak) sebagai salah satu tonggak (milestone) perjuangan demi kebebasan berpendapat dan demokrasi di Indonesia. Direncanakan terbit Maret 2013. Demikian antara lain informasi dari Verdi Jusuf, putranya Joesoef Isak.*


** * **


Jelas, pemberitahun dari Verdi Jusuf inilah yang menyebabkan menjelang Hari Natal kali ini aka terkenang JOESOEF ISAK. Nama Joesoef Isak tak terlepaskan dan menyatu dengan nama Penerbit Hasta Mitra.


Masyarakat pemeduli demokrasi dan publik umum pasti menyambut hangat prakarsa untuk menerbitkan buku tentang HASTA MITRA yang dikenal sebagai penerbit penerobos. Yang berani berjuang sejak masih bekuasanya rezim otoriter Orba, -- demi KEBEBASAN BERICARA DAN KEBEBASAN MENERBITKAN. Dalam sejarah penerbitan Indonesia, Hasta Mitra adalah teladan yang berdiri di depan. Pantang mundur berjuang melawan rezim otoriter Orba dan pewaris-pewarisnya di pemerintahan periode pasca REFORMASI.


* * *


    Dalan situasi usaha pemberantasan korupsi di negeri kita, dalam
    suasana bersama merayakan HARI NATAL, ---baik diingat-ingat lagi apa
    yang pernah dikemukakan oleh Joesoef Isak (Jakarta September 2002)
    a.l sbb:


    “Mau memberantas KKN Orde Baru Soeharto? Kita tentu sutuju sekali,
    tetapi kekuatan reformasi terlalu sering melupakan bahwa lebih
    parah, lebih jahat, lebih serius daripada KKN bukan cuma menguras
    dan mengkorupsi kekayaan bumi tanah-air Indonesia, melainkan
    menguras dan merusak SDM anak bangsa, sumber-daya-manusia generasi
    muda, rakyat Indonesia. Yang dikuras dan dikorup selama tigapuluh
    tahun adalah sumber-daya intelektual bangsa, intelegensia kita.
    Tertuama para politikus kita sampai sekarang, menjadi terbiasa dan
    canggih terlatih berekayasa, menganggap abstraksi-abstraksi sebagai
    fakta, kebohongan sebagai kebenaran. Sebagai warisan yang
    ditinggalkan Soeharto, intelegnsia di era reformasi ini sampai
    sekarang masih terus rentan pada konstruksi berpikir yang rancu.
    Soeharto dan seluruh mesin kekuasannya – Golkar sebagai kendaraan
    politiknya – sistematis dan efektif menyelenggarakan penyeragaman
    berpikir alias pembodohan. Jadi bukan saja krismon yang kita hadapi,
    akan tetapi terutama krisis intlektual! Itulah yang kita sebut
    sebagai lebih parah daripada KKN, bahkan lebih parah daripada
    pembantaian massal. Itulah warisan pertama dari dua warisan Soeharto
    yang kita anggao serius dan sangat berbahaya, tetapi terlalu
    diabaikan.” (Dari buku Liber Amicorum”, 80 tahun Joesoef Isak –
    Seorang Wartawan,Penulis, dan Penerbit – Penyunting Bonnie Triyana &
    Max Lane, Jakarta 2008. --


* * *


*SELAMAT HARI NATAL DAN TAHUN BARU 2013 *

*UNTUK PARA SAHABAT, *

*HANDAI TAULAN *

*DAN SEMUA . . . . . *

*YANG BER-BHINEKA TUNGGAL IKA!*


** * **









No comments: