Wednesday, April 16, 2014

MENTOR POLITIK SAYA ---- BUNG KARNO, MEGAWATI SUKARNOPUTRI DAN RAKYAT

Kolom IBRAHIM ISA
Selasa, 08 April 2014
------------------------------

MENTOR POLITIK SAYA ---- BUNG KARNO, MEGAWATI SUKARNOPUTRI DAN RAKYAT

* * *

Mengapa memilih JOKOWI?

Pertanyaan ini sering kedengaran. Diajukan oleh yang belum atau tidak “mengetahui”, MENGPA HARUS MILIH JOKOWI, calon PDI-P? Mengapa bukan Prabowo Subianto, calpres Gerindra. Atau Aburizal Bakrie, pemimpin Golkar? Atau lainnya?

Menurut Anies Baswedan, salah seorang yang dicalpreskan oleh Partai Demokrasi, PD, partainya SBY, -- Prabowo Subianto, yang mantan jendral itu, maupun Aburizal Bakrie, yang pengusaha besar, adalah calpres-calpres yang “bermasalah”. Prabowo ada “masalah pelanggran HAM”, dan Aburizal Bakrie ada masalah “lumpur Lapindo”.

* * *

Agung Gumelar, jendral (prnw) TNI, menyatakan (Rmol,7/4/'14), a.l bahwa
Sosok Prabowo Subianto memiliki nilai minus . . . Prabowo Subianto tidak layak memimpin Indonesia.

"Saya tahu persis siapa dia. Karena bekas anak buah saya. Jangankan menjadi presiden, untuk mencalonkan diri sebagai presiden saja harusnya dia malu,"

Jelas Agum selanjutnya: --- "Berawal pada kasus '98, sebuah kasus yang terjadi di jajaran Kopassus penculikan beberapa aktifis terjadi. Pada kasus ini, Prabowo lah tersangkanya,"

Agum: “. . .kasus penculikan beberapa aktifis ini mendapat reaksi cukup keras dari dunia internasional. Kerjasama Indonesia dengan beberapa negara luar diputus. Saat itu Pimpinan ABRI, langsung melakukan penyelidikan terhadap kasus yang masuk katagori pelanggaran berat. Harusnya kasusnya ditangani Mahkamah Militer, . . .

Untuk melanjutkan pemeriksaan, petinggi ABRI membentuk Dewan Kehormatan Perwira (DKP) . . . Dalam pemeriksaan, DKP menyimpulkan dalam bentuk rekomendasi panglima ABRI untuk memberhentikan Prabowo Subianto Djojohadikusumo yang saat itu berpangkat Letnan Jendral (Letjen).

Demikian mantan jendral TNI Agung Gumelar, menjelaskan apa sebabnya SUBIANTO tidak layak memimpin Indonesia . .

* * *

Tinggallah calpres PDI-P yang prestasinya a.l selama walikota di Solo dan kemudian menjabat Gubernur Jakarta, adalah tokoh yang dinilai dekat dengan rakyat, langsung membenahi masalah yang dihadapi . .. berani mengahadapi pejabat yang tidak becus dan tidak mampu maupun yang korup,

Dalam ruangan ini pernah ditulis bahwa “tanpa PDI-P dan Megawati, Jokowi, tidak ada apa-apanya”. Tulisan tsb sekadar menekankan dan mengangkat serta mengingatkan bahwa Jokowi adalah seorang kader politik yang dibina oleh PDI-P dan ketua umumya Megawati Sukarnoputri. Menjelaskan saling hubungn dan keterpautan kegiatan politik Jakowi dengan PDI-P dan ketumnya Megawati.

* * *

Dewasa ini, -- PDI-P adalah satu-satunya parpol yang dengan tegas menyatakan bahwa visi dan misi politiknya dalam membangun Indonesia yang adil dan makmur, dan strategi besar pembangunan Indonesia Merdeka, yang akan ditempuhnya adalah seperti yang digariskan BAPAK NASION, Bung Karno, dalam TRISAKTI.

Bagaimana visi dan misi Jokowi sebagai calon presiden Pemilihan Presiden 2014?

Minggu yang lalu Jokowi menjelaskan:

"Tiga mentor politik saya. Bung Karno, Megawati Soekarnoputri dan rakyat,".

Selanjutanya Jokowi menjelaskan sekitar: Surat Perintah Empat Perjuangan,"


Pertama, amankan Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika.
Kedua, jalankan Trisakti secara konsisten melalui pembangunan semesta berencana.
Ketiga, utamakan prinsip musyawarah dan gotong royong serta
Keempat dedikasikan hidupmu untuk rakyat.


* * *

Bagi banyak aktivis pro-Reformasi dan pro-Demokrasi, dalam melaksanakan pemilihan umum untuk caleg dan presiden, perlu memanfatkan situasi secara maksimal .. dengan menggalakkan pendidikan politik bagi rakyat

Ini berarti memberikan dorongan semangat baru, agar mengakhiri kenyatan 'jalan di tempat' dalam peroses perubahan Reformasi dan Demokratisasi –

Berarti dengan segera memulai lagi kegiatan dan perjuangan demi pemberlakuan Reformasi dan Demoratiasi yang lebih kongkrit, konsisten dan aktuil.

* * *

No comments: