Sunday, February 14, 2010

Kolom IBRAHIM ISA
Selasa, 02 Februari 2010
------------------------


NASIONAL(IS) DAN DEMOKRAT




Pagi ini, setengah 'surprise' terbaca berita 'hangat': Surya Paloh, salah seorang elite petinggi Golkar, tampil mendeklarasikan suatu organisasi kemasyarakatan (baru). Namanya “NASIONAL DEMOKRAT”. Maksudnya kira-kira berpendirian NASIONALIS dan DEMOKRATIS. Tempat yang dipilih untuk deklarasi juga tidak sebarangan. Yaitu Stadion Utama “GELORA BUNG KARNO”. Dalam rangka “de-Sukarnoisasi”, Orba mengubah nama itu menjadi *Stadion Utama Senayan*. Sejak Presiden Suharto disingkirkan oleh gerakan Reformasi, nama Bung Karno direhabilitasi di situ, dan nama beliau menghiasi lagi Stadion terbesar di Indonesia itu .


Perlu ditunjukkan nama tempat deklarasi organisasi Nasional Demokrat, karena pada tempat dilakukannya deklarasi itu, terkait nama Bung Karno. Dengan demikian, barangkali itu maksudnya, agar nyambung nama tempat deklarasi Stadion Utama Gelora Bung Karno, dengan nama organisasi yang dideklarasikan: Nasional Demokrat. Siapa tidak tahu, bahwa Bung Karno adalah pemimpin nasional utama yang memproklamasikan berdirinya negara kesatuan REPUBLIK INDONESIA.

Bersamaan dengan itu Sukarno juga seorang Demokrat.


Menjadi tambah penting makna deklarasi, kiranya disebabkan oleh nama-nama tokoh yang ambil bagian dalam prakarsa mendirikan organisasi "NASIONAL DEMOKRAT". Mereka itu adalah *Surya Paloh, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Ahmad Syafi-i Maarif, Siswono Yudo Husodo, Syamsul Mu'arif, Khofifah, Soleh Solahudin, Thomas Suyanto, Didik J Rachbini, Anis Baswedan, Rizal Sukma, Jeffrie Geovani, Enggartiasto Lukita, Budiman Sujatmiko, Eep Saefulloh, Franky Sahilatua, dan lainnya.*


Dalam daftar penggagas organisasi kemasyarkatan Nasional Demokrat itu bisa dilihat nama tokoh Reformasi Sultan Hamengkubuwono X; mantan pemimpin Muhammadiah, intelektual prominen Ahmad Syafii Maarif; --- tokoh muda PDI-P Budiman Sudjatmiko, dan pengamat politik dari generasi muda, Eep Safulloh, dll. Sedangkan yang hadir pada pendeklarasian Nasional Demokrat adalah tokoh-tokoh seperti Ketum PDI-P Megawati Sukarnoputri, mantan Wapres Jusuf Kalla dan Ketum DPP Partai Hanura, Wiranto.


Setelah berdialog, yang merupakan bagian dari acara hari itu, Megawati berkomentar, bahwa didirikannya organisasi kemasyarakatan ' Nasional Demokrat', adalah wajar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Gagasan Nasional Demokrat, seperti *memantapkan Pancasila, NKRI, dan UUD 1945, *kata Mega, adalah sejalan dengan konstitusi PDI-P.


Pernyataan Megawati tsb sedikit banyak memberikan gambaran arah yang akan ditempuh dan tujuan didirikannya Nasional Demokrat. Paloh menambahkan bahwa belum terfikir untuk mendirikan parpol (baru).


* * *


Menoleh sedikit saja ke catatan sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia, kita saksikan bahwa: Suatu gerakan yang awalnya ditandai oleh tujuan melawan ketidak-adilan, memperjuangkan sama hak, --- dalam perkembangannya bermuara pada gerakan untuk kemerdekaan bangsa dan tanah air. Menjadikannya suatu gerakan yang jelas anti kolonialisme dan anti-imperialisme. Dalam gerakan dan perjuangan yang bersifat nasional itu, terdapat di dalamnya golongan yang memnperjuangkan prinsip-prinsip Islam, seperti SI kemudian NU, Muhammadiyah, PSII, belakangan juga Masyumi. Ada juga yang berfaham Marxis seperti PKI dan Partai Sosialis Indonesia.


Dari segi utamanya, gerakan kemerdekaan dalam sejarah kita yang dimulai dari gerakan sosial, religi ataupun budaya, berkembang menjadi suatu gerakan nasional. Yang berpegang pada faham kebangsaan. Ini jelas sekali dimanifestasiskan oleh ikrar SUMPAH PEMUDA , 28 Oktober 1928. Dideklarasikan dalam Kongres Pemuda II, sbb:

Sumpah Pemuda versi orisinal:

*Pertama, Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah
darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea, Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang
satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga , Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa
persatoean, bahasa Indonesia.* (Sumber Wikipedia)

Bahkan PKI, Partai Komunis Indonesia, yang adalah sebuah gerakan Marxis yang juga berfaham internasionalis, adalah gerakan politik yang pertama-tama memperjuangkan kepentingan bangsa sendiri. Ini bisa dilihat dari kegiatannya yang bersifat nasional dan menonjol, yaitu mencetuskan pemberontakan nasional pertama melawan kolonialisme pemerintah Belanda. Tujuannya adalah kemerdekaan Indonesia lepas dari kolonialisme Belanda.


* * *


Salah seorang tokoh PKI, --- TAN MALAKA, dikatakan berpegang pada pendiran kebangsaan Indonesia yang kuat. Dalam taktik dan strategi pernjuangannya, TanMalaka mengutamakan kepentingan bangsa dan tanah air. Maka ia berbentrokan dengan Komintern di Moskow.


Perhatikan berita penggalian kembali makam Tan Malaka, sbb:

Cukup berarti bahwa penggalian (yang diduga) makam Tan Malaka seorang tokoh Komunis, dilakukan oleh sebuah jawatan pemerintah. Gejala ini menunjukkan bahwa fihak yang berwewenang tidak tutup mata terhadap kenyataan bahwa Tan Malaka adalah seorang tokoh pada awal gerakan kemerdekaan Indonesia. Tan Malaka ambil bagian langsung dan aktif dalam revolusi kemerdekaan. Beliau berpendirian hanya bersedia berunding dengan Belanda, atas dasar pengakuan kemerdekaan Indonesia. Beliau juga memperjuangan persatuan semua kekuatan bangsa melawan kolonialisme. Tetapi hidup beliau berakhir sebagai korban regu-tembak TNI, tanpa melalui paroses hukum apapun. Di segi lain menunjukkan bahwa masyarakat memandang Tan Malaka, pertama-tama dan terutama sebagai pejuang kemerdekaan, yang Komunis!.


* * *


Berita dideklarasikannya organisasi Nasional Demokrat, bisa dikatakan p e n t i n g . Lain dari yang lain. D situ tidak diangkat topik '100 hari Pemerintah SBY II', juga tidak skandal sekitar Bank Century. Pun tidak sekitar kegiatan KPK. Meskipun KPK sedikit mengayunkan langkah. Yaitu dengan ditetapkannya mantan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, sebagai tersangka tindak korupsi. Menyangkut pembelian mesin jahit dan kasus impor sapi yang dianggap fiktif .


Mudah-mudahan saja didirikannya organisasi kemasyarakatan Nasionl Demokrat, tidak sekadar 'kejutan' akibat tidak menentunya arah politik bangsa dan negeri ini. Atau sebagai reaksi perasaan frustasi di kalangan elite politik. Melihat selama 100 hari menjabat, pemerintah SBY II tidak berbuat sesuatu yang bisa dianggap positif. Orang bilang SBY II hanya posisitif untuk menteri-menteri yang dapat mobil dinas baru, seharga milyardan. Rumah baru dan penambahan gaji pejabat!.


Mari sejenak lagi memandang sejarah bangsa. Sekadar untuk mengingatkan bahwa masalah kebangsaan, prinsip cinta tanah air dan bangsa, -- pandangan dan prinsip ini adalah pandangan dan prinsip setiap patriot Indonesia yang cinta tanah air dan bangsa. Tidak peduli apakah ia seorang resmi sebagai nasionalis, Islam, Kristen, Hindu Bali, Budhis ataupun Marxis. Proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, dan revolusi kemerdekaan menentang Inggris dan Belanda, yang didukung oleh semua aliran politik dan agama di Indonesia, menunjukkan bahwa faham kebangsaan, dalam arti luas, merupakan FAHAM NASIONAL, adalah milik seluruh bangsa!


Juga perlu memberikan catatan ini: Sementara orang pakai merek NASIONALIS, tetapi tindakannya justru anti-nasional. Banyak juga, baik yang Islam, Kristen, Budhis ataupun Sosialis dan Komunis, yang tanpa merek Nasional, tetapi lebih cinta tanah air, lebih peduli nasib bangsa! Lebih sedia berkorban untuk kepentingan tanah air dan bangsa. Lebih NASIONALIS dari sementra yang formalnya pakai mereka nasionalis.


* * *


Bisa dikatakan berita mengenai deklarasi organisasi kemasyarakat “NASIOAL DEMOKRAT” adalah penting, karena merupakan usaha 'cari jalan keluar' dari situasi bangsa dan negeri yang rumit dewasa ini. Di saat ketika muncul penilaian masyarakat mengenai kebijakan pemerintah SBY II selama seratus hari. Penilaian tsb tidak terbatas dalam kata-kata, dan di media saja. Manifestasi itu sudah merebak ke jalan-jalan raya. Di kota-kota besar berlangsung demo-demo dan unjuk rasa lainnya. Sampai pada tuntutan agar wapres di-impeach bahkan SBY harus turun panggung.


* * *


Apakah berkelebihan bila orang ingin melihat apa tindak lanjut organisasi Nasional Demokrat? Langkah apa yang akan diambil. Lebih penting lagi: NYATAKAN dengan jelas apa rencana dan program kongkrit dalam rangka menyelematkan bangsa ini. Tidak kalah penting, nyatakan kekuatan dan golongan mana saja yang hendak dicakup oleh gerakan kemasyarakatan ini.


Bangsa dan negeri ini sudah lama, terutama sejak berdirinya Orba, terus menerus menjadi sapi perahan modal monopoli global. Sekaligus menjadi mangsa kaum koruptor dan nepotis, pencuri kekayaan negara, yang bergelimang korupsi dan nepotisme, berlomba-lomba memperkaya diri dan golongannya sendiri serta hidup bermewah-mewah di tengah-tengah penderitaan rakyat yang miskin dan papa..



* * *

No comments: