Tuesday, November 20, 2012

*Kolom IBRAHIM ISA
Jum'at, 26 Oktober 2012.
------------------------*



*SEKITAR DEBAT “TV ONE” PRO-KONTRA REKOMENDASI KOMNASHAM 23/7/2012.*



Perdebatan Pro-Kontra REKOMENDASI KomnasHAM 23 JULI 2012, yang disiarkan oleh TV One, bisa kita ikut liputannya di Kompasiana, yang disiarkan di mailist kemarin. Liputan yang disiarkan kemarin memberikan gambaran umum mengenai isi perdebatan tsb.


Sahabat baikku, Witaryono Reksoprodjo,seorang aktivis HAM, putranya Ir Setiadi Reksoprodjo, mantan menteri dalam Kabinet 100 Menteri Presiden Sukarno, yang “diamankan” oleh aparat militer Jendral Suharto selama 12 tahun, --- memeberikan respons seperti yang disiarkan di bawah ini terhadap undangan yang disampaikan kepadanya. Ia tidak hadir atas pertimbangan seperti yang dikemukakannya.


Kolom ini mencoba memberikan respons dari segi lain berkenaan dengan acara TV One sperti itu.


* * *


Ini apa yang dikemukakan oleh sahabatku Witaryono Reksoprodjo, di Facebook hari ini:


“*Saya diundang, tapi pada detik2 terakhir saya putuskan untuk tidak hadir.... Karena acara debat ini sendiri diarahkan bukan untuk memberi kontribusi solusi, tapi sekedar sebagai komoditi penarik iklan.... Sebaiknya diperlukan kejelian untuk terhindar menjadi bagian dari permainan opini yang membodohi publik. Salam.” *


* * *


Benar Wit (Witaryono Reksoprodjo), - - - -


*JANGAN SAMPAI KEGIATAN SEKITAR REKOMENDASI KomnasHAM 23 JULI 2012, OLEH FIHAK-FIHAK KOMERSIAL DIGUNAKAN UNTUK KOMODITI PENARIK IKLAN!!!*


* * *


Di lain fihak kita harus memanfaatkan sosialisasi KESIMPULAN KOMNASHAM, 23 JULI 2012, agar diketahui oleh seluas mungkin masyarakat,


Dalam hal ini . . . . apa yang dikemukakan dalam debat TV One tsb., oleh Komisioner KomnasHAM, Joni Nelson Simanjuntak, adalah cukup bagus. Bahwa *“Komnas HAM tidak memiliki kepentingan politik dan dorongan untuk membela kepentingan politik siapa pun, entah PKI atau pun bukan. *


*"Yang dilakukan Komnas adalah penyelidikan yang dilakukan sudah lebih dari satu tahun, dan ituuntuk membela orang-orang yang tercabut hak dan rasa keadilannya pasca 1Oktober 1965 sampai sekarang,” . *


* * *


Pernyataan-pernyataan dari fihak KomnasHAM, seperti itu baik sekali dikemukakan di muka umum. Sebaiknya diulang-ulang sehingga menjadi pemahaman publik apa sebenarnya yang terjadi di sekitar Peristiwa 1965.


Selanjutnya pernyataan-pernyataan mereka-mereka yang menentang Rekomendasi KomnasHAM 23 Juli 2012 khusus mengenai pelanggaran berat HAM oleh aparat negara, telah membeberkan dimuka umum, siapa mereka-mereka itu.


*Coba dibaca lagi LIPUTAN Kompasiana yang dipublikasikan di mailist kemarin: *


*Bagus sekali . . . Liputan Perdebatan di TV One ttgl 22 Oktober 2012 yl, memberikan analisis dan menelanjangi lebih lanjut mereka-mereka itu (mantan-mantan jendral, "pancasilais" , yang menggunakan jubah religi dsb. Sayang tidak disebut siapa yang membuat LIPUTAN BAGUS ITU. *



Mereka-mereka yang menentang Kesimpulan KomnasHAM, 23 Juli 2012 mengenai pelanggaran berat HAM oleh aparat negara sekitar periode itu, -- bagi pemirsa TV yang mau berfikir (dan ini semakin tumbuh di kalangan masyarakat) --- telah MENELANJANGI lebih lanjut siapa mereka-mereka itu.


*Yaitu orang-orang pembela politik persekusi dan penjagalan rezim optoriter ORDE BARU, dengan jubah 'mebela negara', 'membela Pancasila' dsb.*


* * *

No comments: