Thursday, August 22, 2013

FOKUS PADA MANTAN PRESIDEN HABIBIE -- ANTARA KATA-KATA DAN KENYATAAN

Kolom IBRAHIM ISA
Minggu, 11 Agustus 2013
----------------------------------

FOKUS PADA MANTAN PRESIDEN HABIBIE 
ANTARA KATA-KATA DAN KENYATAAN


Ketika merayakan Hari Raya Lebaran Kemis y.l. mantan Presiden  B.J. Habibie, sebagaimana biasa dalam kesempatan Halal Bihalal, menyatakan permintaan maaf  lahir bathin dan harapan terbaik bagi hadirin dan bangsa.


Kali ini Habibie menyerukan supaya "memaafkan . ..  sehingga apa saja yang sudah terjadi dimasa lalu kesalahan-kesalahan yang atau tidak sengaja dimaafkan. Supaya kita bisa bersatu dan membangun Indonesia yang lebih sesuai dengan UU 1945. Supaya dalam kesempatan ini "dijadikan ajang saling memaafkan dan kebangkitan bagi bangsa Indonesia." Selanjutnya beliau menyatakan:

". . .  setiap warga negara harus sadar bahwa sesungguhnya Indonesia itu hanya akan cerah jikalau mengandalkan sumber daya manusia. Sedangkan sumber daya alam (SDA) yang diberikan oleh Allah SWT harus dimanfaatkan untuk membiayai proses pendidikan dan proses keunggulan demi terciptanya sumber daya manusia yang handal.

Sehingga, apabila sumber daya manusia Indonesia benar-benar ditingkatkan secara sistematis dan berkesinambungan dapat menghasilkan sesuatu yang nyata. Selain itu perlunya diciptakan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.  . . . . Tidak ada sesuatu yang bisa selesaikan tanpa ada kesalahan. Maka dari itu, bangsa Indonesia harus pandai-pandai belajar dari kesalahan masing-masing. “Kita harus belajar dari masa lalu, saling memaafkan dan bersatu untuk masa depan Indonesia.”


*    *    *


Mantan Presiden Habibie akan selalu diingat sebagai Presiden Indonesia yang ke-3 setelah Presiden Suharto dipaksa mundur akibat desakan dan tuntutan gerakan massa luas agar Suharto tutun panggung dan agar Suharto diajukan ke pengadilan karena kasus korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Habibie juga akan diingat sebagai Presiden yang melelpaskan tahanan politik, mulai memberlakukan kebebasan demokratis dan last but not least, memenuhi tunutan dan tekanan internasional  untuk diadakannya ferendum di Timor Timur yang diduduki oleh rezim Orba, dan menjadi merdeka sebagai hasil referendum tsb. 


Sejak itu Habibie hilang dari percaturan politik nasional Indonesia. Habibie dikucilkan oleh grup politik Cendana karena tidak memenuhi harapan Suharto sebagai Presiden yang disodorkannya untuk menggantikannya. Habibie malah dianggap "menkhianati" janji-janjinya pada Suharto dan keluarganya. Dalam hal ini beda dengan Jendral  Wiranto,  yang berjanji menyelamatkan keluarga Suharto dan melakukannya dalam tindakannya.


*     *    *


Yang patut disoroti dalam ucapan-ucapan Hari Raya Idilfitri BJ Habibie, ialah bahwa ia bicara tentang "kesalahan masalalu" yang dilakukan sengaja atau tidak, menarik pelajaran dari padanya . .. dan bersama bersatu untuk Indonesia yang besar dan jaya.

Pasti akan timbul pertganyaan, sebagai seorang mantan Presiden RI, bila bicara tentang kesalahan di masa lampau yang harus dimaafkan itu, yang dimaksudkan itu kesalahan yang mana?  Begitu banyak kesalah besar- kecil yang dilakukan oleh kalangan politik dan militer Indonesia, tgerutama oleh penguasa Indonesia sejak berdirinya Republik Indonesia.


Namun, kesalahan yang paling besar, paling serius dan paling melanggar HAM warga yang tidak bersalah, adalah kasus PEMBANTAIAN MASAL YANG TERJADI SEJAK PERISTIWA 1965, dimana aparat keamanan negara tidak saja terlibaat, tetapi bahkan menjadi "aktor intelektualisnya" yangmenjadi  "DALANGNYA" .


“Dalam hari Lebaran kita saling memaafkan,maksudnya tidak lain agar kita tetap sabar, sehingga apa yang sudah terjadi di masa lalu kesalahan-kesalahan yang atau tidak disengaja dimaafkan. Supaya kita bisa bersatu dan bisa membangun Indonesia yang lebih baik sesuai UUD 1945”, kata Habibie.




TEMPO.CO, Jakarta - Banyak pesan-pesan pentinga disampaikan Mantan Presiden RI ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie ketika mengadakan acara open house pada Kamis, 8 Agustus 2013. Bertempat di rumahnya di Jalan Patra Kuningan XII, Kuningan, Jakarta Selatan, Habibie mulai membuka pintu rumahnya untuk para tamu Lebaran pukul 17.00 – 20.00.

Usai melakukan halal-bihalal bersama kerabat dan masyarakat, Habibie memberikan pesan Lebaran kepada media untuk disampikan seluruh bangsa Indonesia. Habibi mengatakan, momen Lebaran kali ini haruslah dijadikan ajang saling memaafkan dan kebangkitan bagi bangsa Indonesia.

“Dalam hari Lebaran kita saling memaafkan,maksudnya tidak lain agar kita tetap sabar, sehingga apa yang sudah terjadi di masa lalu kesalahan-kesalahan yang atau tidak disengaja dimaafkan. Supaya kita bisa bersatu dan bisa membangun Indonesia yang lebih baik sesuai UUD 1945”, kata Habibie.


Menurut Habibie, setiap warga negara harus sadar bahwa sesungguhnya Indonesia itu hanya akan cerah jikalau mengandalkan sumber daya manusia. Sedangkan sumber daya alam (SDA) yang diberikan oleh Allah SWT harus dimanfaatkan untuk membiayai proses pendidikan dan proses keunggulan demi terciptanya sumber daya manusia yang handal.

Sehingga, masih menurut Habibie, apabila sumber daya manusia Indonesia benar-benar ditingkatkan secara sistematis dan berkesinambungan dapat menghasilkan sesuatu yang nyata. Selain itu perlunya diciptakan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.

Habibie meyakini tidak ada sesuatu yang bisa selesaikan tanpa ada kesalahan. Maka dari itu, bangsa Indonesia harus pandai-pandai belajar dari kesalahan masing-masing. “Kita harus belajar dari masa lalu, saling memaafkan dan bersatu untuk masa depan Indonesia.”

Dia menambahkan, “Kita harus pandai melihat kekuatan dan mengevaluasi kekurangan kita supaya menjadi bangsa yang hebat,” tutup Habibie.

REZA ADITYA RAMADHAN

1 comment:

Buyung Hazairin said...

Permintaan maaf harus terdiri dari 3 unsur:
1. Pengakuan kesalahan
2. Penyesalan
3.Pemulihan atau
perbaikan kerusakan-kerusakan akibat kesalahan itu