Saturday, July 18, 2009

IBRAHIM ISA – BERBAGI CERITA - LIMA HARI DI PARIS – (2)

IBRAHIM ISA – BERBAGI CERITA

Kemis, 09 Juli 2009

------------------------------------------------



LIMA HARI DI PARIS – (2)

– – – <> – – -

Berkunjug ke Paris selalu menarik. Selalu!

Sungguh. Tak percaya? Coba saja sendiri!



Semuanya menarik untuk dikunjungi. Bagi pencinta musium, ingin melihat budaya Perancis/Eropah, sejarah dan ceritanya, itu tidak sulit. Yang paling praktis ialah membeli kartu-pas ' De Paris Museum Pass.' Yaitu kartu-pas untuk semua musium dan monumen di Paris dan regio Paris, yang berjumlah kira-kira 60 buah itu. Bisa beli yang untuk dua hari atau seminggu. Mana suka. Harga ticket tidak murah. Tapi bolehlah. Sekali berkunjung ke Paris tidak rugi berkunjung lagi ke salah satu musiumnya. Untuk seminggu berkunjung ke berbagai musium dan monumen di Paris dan regio Paris, harus mengeluarkan ongkos Euro 64 per ticket. Supaya diketahui bahwa harga ticket tidak sama untuk pelbagai musim.


Baik dan sungguh menarik berkunjung ke tempat-tempat budaya seperti 'Musée de Louvre' atau 'Centre Pompidou Musée Nationale d'Art Moderne', yang lain dari pada yang lain itu. Bagiku yang paling menarik, ialah suasana kota Paris dan orang-orangya. Orang Paris. Meskipun orang-orang yang kita jumpai di jalan dan di mana saja di kota Paris, sebagian besar adalah turis-turis. Banyak orang-orang non-bulé. Seperti orang-orang Jepang, yang luar biasa banyaknya. Mereka mudah dikenal. Orangnya memang lain. Kecil-kecil, kuning kulitnya, sipit-sipit matanya. Tidak kalah gagah dan cantik terbanding bangsa lainnya di Eropah. Hitam-hitam rambutnya. Terpenting yang membedakan mereka, bagiku, ialah bahasa mereka. Begitu ngomong antara mereka, dan ini seringsekali, aku pasti tau mereka itu orang-orang Jepang. Pengetahuan itu peninggalan sejarah pendudukan Jepang atas Indonesia. Ketika itu belajar bahasa Jepang adalah mutlak wajib untuk semua murid sekolah.



* * *



WEBSITE UMAR SAID –

WEBSITE UMAR SAID -- Mengenai tema ini yang kuingin difokuskan agar pembaca mengetahuinya! Website Umar Said adalah sebuah f e n o m e n a ! Termasuk LUAR BIASA. Maka pada setiap kesempatan, di luar acara berkunjung ke tempat-tempat interesan di kota Paris, pada waktu kami istirahat di rumah kuperlukan benar untuk cakap-cakap dengan Ayik. Tema pokok, situasi tanah air dan kaitannya dengan WEBSITE UMAR SAID.



Dari percakapn itu bisa disimpulkan bahwa dorongan sesungguhnya mengelola Website Umar Said ialah kepeduliannya dengan tanah air tercinta. Semangatnya yang tak kunjung padam, untuk berbuat sesautu demi Indonesia,selama hayat di kandung badan. Website Umar Said mulai dikelolanya di media internet enam tahun yang lalu (2003).

Dimana letak keistimewaan Website Umar Said. Pada awalnya mulai dikerjakan justru sesudah Umar Said masuk masa pensiun. Jadi sudah MANULA, sudah menjadi manusia lanjut usia. Bagi Umar Said tambah umur tak menjadi rintangan untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak. Baginya selama 'lilin itu masih menyala, selama itu ia harus bisa melakukan fungsinya, memberikan sedikit cahaya pada sekitarnya'. Semangatnya untuk melakukan sesuatu lebih baik, dan lebih baik lagi, bisa dilihat dari usahanya memperluas horizon Websitenya, JUSTRU setelah ia pulih dari serangan stroke. Sungguh mengharukan, begitu ia pulih dari stroke yang ketika itu telah mengakibatkan ia sulit bicara, --- ia mulai menoto kembali Websitenya dan hasilnya bisa kita liat sendiri pada

<http://umarsaid.free.fr>.

Sedikit kembali ke cerita awal LIMA HARI DI PARIS. Aku teringat kembali hal-hal berikut ini: Kegiatan utama Umar Said dan kawan-kawan lainnya yang senasib sepenanggungan, ketika mulai bermukim di tanah asing Perancis, adalah kegiatan untuk bisa survive di Paris. Umar Said dan kawan-kawannya tidak mau bergantung pada jaminan sosial negara welfare-state. Dalam kedudukan sebagai orang-orang yang dipersekusi di tanah air sendiri, mereka dapat suaka di Perancis.Dalam posisi itu mereka banting tulang menyingsingkan lengan baju – berusaha keras mendirikan RESTORAN INDONESIA. Berhasilnya Restoran berdiri, itu tak terlepas dari bantuan dan solidaritas tema-teman orang Perancis progresif. Tentang Restoran Indonesia Paris yang sejak berdirinya telah menjadi MONUMEN INDONESIA di Paris, bisa distulis cerita ratusan halaman. Yang mengharukan, yang menarik, yang penuh pelajaran dan pengalaman amat berharga dalam kehiduan manusia.



* * *



Sekarang aku kembali ke cerita tentang WEBSITE UMAR SAID. Menurut Umar Said sendiri ia mulai membuat Websitenya itu, dengan maskud dijadikan sebagai dokumen 'pribadi'. Sekaligus jadi semacam arsip keluarga. Isinya berkaitan dengan berbagai soal. Maka juga bisa berfungsi sebagai kenang-kenangan bagi sanak-saudara keluarganya (baik dekat maupun jauh). Juga bagi anak-cucu di kemudian hari. Itulah sebabnya ada bagian-bagian yang berkaitan dengan sejarah hidup dan kegiatan-kegiatannya.

Di dalamnya, selain, ada tulisan-tulisan, baik yang pernah disiarkan lewat berbagai saluran, maupun yang belum, websitenya itu merupakan semacam 'buku'. Berisi berbagai soal politik,ekonomi, sosial, moral dan kebudayaan di Indonesia. Di samping itu, websitenya juga merupakan wahana untuk komunikasi dengan berbagai sahabat dan kenalan (atau bahkan juga yang belum kenal) serta masyarakat luas, setiap waktu. Karena “buku” atau arsip ini berbentuk website, maka bisa merupakan bahan bacaan yang hidup, yang selalu berobah terus dengan adanya bahan-bahan baru.

Lanjut Umar Said. Websitenya itu melalui Internet, bisa untuk mengikuti situasi Indonesia atau mencari bahan-bahan informasi tentang berbagai soal tentang Indonesia. Untuk itu, disediakan daftar media massa Indonesia (koran, majalah dll), dan berbagai sarana untuk mengadakan hubungan-hubungan (links).

Umar Said meluncurkan Websitenya, menjelang usia 74 tahun. Bolehlah dikatakan bahwa peluncuran website personal itu adalah sebagai tanda untuk memperingati hari ulang tahunnya yang jatuh pada tanggal 26 Oktober. Silakan pembaca mengikuti sendiri CV Singkat-nya di Website Umar Said.



RENUNGAN UMAR SAID – BAGAIMANA MEMANFAATKAN SISA HIDUPNYA

Umar Said menulis di dalam Websitenya: Ketika umur makin lanjut, dan hari-hari yang tersisa makin berkurang juga, maka muncullah berbagai pertanyaan dan bahan renungan. Hidup ini untuk apa? Dalam alam semesta yang begitu besar dan rumit ini siapakah kita-kita ini, atau, sebenarnya kita ini apa? Alam semesta sudah berumur ribuan juta tahun, lalu apa artinya kehidupan kita yang kebanyakan hanya berlangsung tidak lebih dari seratus tahun saja? Terlalu banyak persoalan yang bisa direnungkan tentang masalah manusia, masalah di negeri kita, masalah dunia, dan berbagai masalah di semesta alam ini. Sebagian dari berbagai renungan ini dicoba untuk dipertanyakan dalam website ini.

Website ini juga dimaksudkan untuk menambah adanya sarana bagi banyak orang, untuk menyalurkan pendapat, perasaan dan renungan, tentang berbagai persoalan penting yang dihadapi oleh rakyat kita. Tulisan-tulisan yang bertujuan untuk mendorong pelaksanaan demokrasi, membela Hak Asasi Manusia, menganjurkan toleransi, memperkuat persatuan bangsa, mengutamakan kepentingan rakyat banyak, akan dimuat. Segala tulisan atau ungkapan yang dengan jelas menganjurkan kebencian dan permusuhan suku, ras dan agama tidak akan disalurkan lewat Website ini. Sebaliknya, tulisan-tulisan yang bersifat kritis terhadap kejahatan moral, KKN, penyalahgunaan kekuasaan atau pengaruh, pelanggaran hukum dan lain-lain, akan diutamakan.

Sesuai dengan kebutuhan dan juga perkembangan situasi di kemudian hari, website ini selanjutnya masih akan mengalami perubahan-perubahan, baik di bidang penampilannya maupun isinya.



WEBSITE UMAR SAID SESUDAH MENGALAMI PERBAIKAN

Mengigat arti luar biasa dari peranan dan karya Bung Karno dalam perjuangan dan kehidupan Republik Indonesia, Umar Said, menyimpulkan antara lain, menambahkan rubrik TENTANG BUNG KARNO dan Marxisme. Juga ada rubrik yang istimewa, lain dari pada yang lain yang dimasukkan Umar Said dalam Websitenya, yaitu rubrik EXTRA PARLEMENTER. Mengingat arti penting perjuangan aksi-aksi extra parlementer, melengkapi perjuangan di bidang pers, hukum, parlementer dan lainnya.



Ikuti penjelasan Umar Said, berikut ini:

WEBSITE TENTANG BUNG KARNO, ISLAM DAN MARXISME.

Sejak beberapa waktu yang lalu, WEBSITE UMAR SAID, yang bisa diakses lewat http://umarsaid.free.fr/ sudah mengalami sekadar perbaikan atau perobahan, untuk membantu memudahkan para pengunjung website meng-akses berbagai website. Untuk itu telah ditambah menu-menu yang menampilkan banyak suratkabar nasional dan daerah, dan sejumlah website berbagai media-online. Juga ada rubrik partai politik, dengan website partai-partai politik yang penting-penting, di samping sejumlah LSM.



Ada rubrik yang cukup besar yang berisi berbagai bahan bacaan tentang Bung Karno, dengan tujuan untuk turut berpartisipasi dalam mengenang bersama-sama kebesaran tokohnya dan keagungan ajaran-ajaran revolusionernya serta jasa-jasanya sebagai bapak dan pemersatu bangsa.



Mengikuti jejak Bung Karno yang sejak muda sudah berusaha mempelajari Marxisme, maka disediakan juga rubrik Marxisme yang menghidangkan berbagai sejarah dan pandangan tentang Marxisme di Indonesia dan di dunia. Di situ terdapat juga bahan tentang Tan Malaka dan sebagian dari sejarah PKI.



Sebagai tanda turut-serta dalam mendukung berkembangnya gerakan extra-parlementer di Indonesia, disediakan juga rubrik “Extra-parlementer”, dengan menampilkan website dari sejumlah gerakan atau kegiatan extra-parlementer.

Untuk memudahkan mereka yang tertarik untuk mengikuti perkembangan atau persoalan gerakan progresif (atau gerakan kiri) di dunia, disediakan rubrik “Internasional”. Dengan menyimak rubrik ini, maka akan didapat gambaran tentang berbagai soal yang berkaitan dengan gerakan kiri atau gerakan progresif berbagai negeri di dunia.

Karena masalah Islam adalah soal yang penting di Indonesia, maka disediakan rubrik Islam yang cukup besar, sebagai sarana untuk mendapat pandangan tentang Islam ini dari berbagai sudut pandang. Demikian penjelasan Umar Said, yang bisa dibaca lebih lengkap pada Website Umar Said.



* * *



Diukur dari suatu usaha di bidang penerangan dan komunikasi, umur Website Umar Said, masih sangat muda. Tapi, jangan heran, pembacanya kini sudah mencapai 552,000 lebih pembaca yang tersebar di lima benua di dunia ini.

Bukankah ini suatu prestasi? Sungguh menggembirakan!



Bravo UMAR SAID!



* * *

No comments: