Saturday, July 18, 2009

Kolom IBRAHIM ISA - NIAT MEGAWATI MENERUSKAN CITA-CITA BUNG KARNO

Kolom IBRAHIM ISA

-Selasa, 09 Juni 2009


NIAT MEGAWATI MENERUSKAN CITA-CITA BUNG KARNO, PATUT DISAMBUT


Putra-putri Indonesia, di manapun ia berada, yang di dalam dadanya tetap menyala jiwa patriotisme progresif serta kesetiaan pada ajaran Bung Karno – Bapak Nasion Indonesia – – pasti gembira dan menyambut baik tekad Megawati Sukarnoputeri, seperti yang dideklarasikannya baru-baru ini. Yaitu tekad -- untuk MENERUSKAN CITA-CITA BUNG KARNO.


Sudah sewajarnyalah putra-putri Bung Karno, diharapkan kalangan luas rakyat kita, bahwa, fikiran dan tindakan mereka-mereka itu, sesuai-sejalan dengan amanah dan cita-cita serta ajaran orangtua mereka, Bung Karno. Dengan demikian, mereka itu, tidak semata -mata sebagai anak-anak biologis Bung Karno, -- tetapi lebih penting lagi, menjadi putra dan putri IDEOLOGIS BUNG KARNO.


* * *

Berita yang disiarkan mengenai tekad Mega untuk meneruskan cita-citga Bung Karno, bertepatan dengan peringatan Hari Ultah Bung Karno. Pernyataan Mega dan Guntur dicetuskan di lokasi yang bersejarah. Yaitu di Lapangan Tugu Monumen Kebulatan Tekad, Rengasdengklok. Bunyi berita (Kompas. Com) tsb antara lain sbb: 'Putra putri Bung Karno, Guntur Soekarnoputra dan Megawati Soekarnoputri , menyimpan keinginan kuat melanjutkan cita-cita ayahnya, Presiden I RI. Mega, mantan Presiden ke-5 RI, yang kini menjadi capres, berharap dapat mewujudkan cita-cita Sang Proklamator . . . ..


"Kami ingin melanjutkan cita-cita Bung Karno yang tertunda . . . . .

Selanjutnya Mega menyebutkan TRISAKTI. Yaitu konsep Bung Karno, yaitu berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian secara kebudayaan (Selesai kutipan dari sebagian berita Kompas 6/6-09)


* * *


Dalam waktu panjang sejak menduduki tampuk pimpinan PDI-P, dalam masyarakat, khususnya di kalangan pendukung Bung Karno yang tetap setia pada ajarannya, terdapat kesan dan pendapat, bahwa, tindak-tanduk dan sikap Megawati, seperti mengambil jarak dengan ide-ide pembangunan nasion serta politik Presiden Sukarno yang programatis. Boleh dikatakan Mega, sebagai tokoh politik nasional, di waktu yl, tidak ambil bagian dalam penyebaran aktif ajaran Bung Karno mengenai persatuan nasisonal serta, pembangunan bangsa dan negeri.

Juga ketika menduduki jabatan sebagai Presiden Republik Indonesia, Megawati tidak banyak menyinggung ajaran-ajaran Bung Karno. Sedangkan sebagai salah seorang tokoh utama nasional dan pimpinan PDI-P, sudah sewajarnya beliau dengan sadar dan tegas memperjuangkan agar ajaran Bung Karno menjadi dasar ideologi dan penyusunan program kegiatan dan pembangunan nasional dari PDI-P.

Sebagai suatu partai yang berazaskan nasionalisme progresif, menjadikan pembelaan dan pelaksanaan dasar falsafah Negara RI – Pancasila, sebagai tugas utamanya, menjadikan pembelaan kedaulatan Republik Indonesia sebagai negara sekular yang mentrapkan Bhinneka Tunggal Ika, membela persatuan bangsa dan kesatuan negeri dari Sabang sampai Merauké, sebagai misi sejarahnya, --- sewajarnya Megawati dan PDI-P yang dipimpinnya menjadikan AJARAN-AJARAN BUNG KARNO, sebagai pembimbing dan pedoman perjuangan.


* * *


Dengan pernyataan Megawati Sukarnoputeri yang tegas untuk MENERUSKAN CITA-CITA BUNG KARNO, diharapkan Megawati dan PDI-P yang dipimpinnya, meninggalkan sikap dan kebijakan masa lampau PDI-P terhadap Ajaran-ajaran Bung Karno. Selanjutnya dengan tegas dan jelas membela serta memprakltekkan dalam kegiatan politik sehari-hari AJARAN-AJARAN BUNG KARNO.


Meneruskan cita-cita Bung Karno, berarti dengan tegas menjadikan dasar pendidikan untuk kader-kader bangsa -- karya-karya politik, pidato-pidato penting Bung Karno, seperti terdapat di dalam karya-karya politik Bung Karno, mengenai persatuan bangsa, seperti yang tercantum dalam karya Bung Karno 'Tentang Nasionalisme, Islamisme dan Marxisme' ; mengenai perjuangan kemerdekaan nasional, seperti dalam karya Bung Karno 'INDONESIA MENGGUGAT'.

Serta karya besar Bung Karno mengenai pembangunan dan persatuan bangsa, serta dasar falsafah negara Republik Indonesia, seperti dituangkannya dalam PIDATO 1 JUNI 1945, TENTANG PANCASILA.


Begitu pula ajaran-ajaran dan visi Bung Karno sebagai pemimpin bangsa, mengenai bagaimana seharusnya bangsa ini dibangun, seperti tercantum di dalam banyak pidato beliau. Yang terutama yaitu: TRISAKTI: Berdaulat secara politik, Berdikari di bidang ekonomi dan Berkepribadian nasional (Bhinneka Tunggal Ika) di bidang kebudayaan.


Selanjutnya, meneruskan cita-cita Bung Karno, berarti melakukan studi dan berusaha mentrapkan dalam kondisi kongkrit Indonesia dewasa ini, ide-ide politik Bung Karno, seperti tercantum dalam buku REVOLUSI BELUM SELESAI, Jildi I, II.

* * *


Dtelaah dari segi manapun, sebagai suatu partai politik yang berhaluan NASIONAL PROGERESIF, dasar perjuangan dan politik kongkrit PDI-P, tidak bisa lain seyogianya berpedoman pada Ajaran-ajaran Bung Karno.


Dalam sejarah perjuangan kita melawan kolonialisme, bagaimana membangun persatuan nasional yang meliputi seluruh kekuatan nasional yang maju, hanyalah Bung Karno, sebagai bapak bangsa, yang memberikan dasar, arah dan tujuan yang jelas dan sesuai dengan kondisi Indonesia.

Sampai akhir hidupnya Bung Karno tetap setia pada persatuan nasional yang progresif, demi Indonesia Merdeka yang kokoh, berdaulat, berdikari dan berkepribadian nasional.

Dengan demikian Bung Karno telah memberikan pendidikan yang paling lengkap mengenai pembangunan nasion ini.


* * *


Itulah sebabnya deklarasi Megawati Sukarnoputri mengenai tekad beliau untuk MENERUSKAN CITA-CITA BUNG KARNO, patut disambut.


INSYA ALLAH!


* * *

No comments: