Wednesday, April 16, 2014

Bravo untuk MAYANTI TRIKARINI II C.S. . .

Kolom Ibrahim Isa
Rabu, 09 April 2014
---------------------------

Bravo untuk MAYANTI TRIKARINI II C.S. . . .

*    *    *


Karena MEMILIH BERARTI PEDULI DAN PRIHATIN . . .
JUGA BERARTI MENARUH HARAPAN PADA HARIDEPAN TANAH AIR DAN BANGSA . . . .

- - DITENGAH-TENGAH LAUTAN PESIMISME DAN APATISME. . . . BERUSAHA MENEGAKKAN OPTIMISME . ..

BERARTI JUGA MAU IKUT BERTANGGUNG-JAWAB . . BERARTI JUGA BERANI TANGGUNG RISIKO SEANDAINYA "SALAH-PILIH" - - -


LEBIH BAIK KETIMBANG bersikap, 'lepas tangan' . . . melihat saja dari jauh . .. bagaimana demokrasi Indonesia diberlakukan dan DIPERJUANGKAN . . .



SALAM HANGAT UNTUK KELUARGA FNGIDAEJ - SUPRIJO . . .
ISA
Jangan Golput !

MENTOR POLITIK SAYA ---- BUNG KARNO, MEGAWATI SUKARNOPUTRI DAN RAKYAT

Kolom IBRAHIM ISA
Selasa, 08 April 2014
------------------------------

MENTOR POLITIK SAYA ---- BUNG KARNO, MEGAWATI SUKARNOPUTRI DAN RAKYAT

* * *

Mengapa memilih JOKOWI?

Pertanyaan ini sering kedengaran. Diajukan oleh yang belum atau tidak “mengetahui”, MENGPA HARUS MILIH JOKOWI, calon PDI-P? Mengapa bukan Prabowo Subianto, calpres Gerindra. Atau Aburizal Bakrie, pemimpin Golkar? Atau lainnya?

Menurut Anies Baswedan, salah seorang yang dicalpreskan oleh Partai Demokrasi, PD, partainya SBY, -- Prabowo Subianto, yang mantan jendral itu, maupun Aburizal Bakrie, yang pengusaha besar, adalah calpres-calpres yang “bermasalah”. Prabowo ada “masalah pelanggran HAM”, dan Aburizal Bakrie ada masalah “lumpur Lapindo”.

* * *

“Agung Gumelar, jendral (prnw) TNI, menyatakan (Rmol,7/4/'14), a.l bahwa
Sosok Prabowo Subianto memiliki nilai minus . . . Prabowo Subianto tidak layak memimpin Indonesia.

"Saya tahu persis siapa dia. Karena bekas anak buah saya. Jangankan menjadi presiden, untuk mencalonkan diri sebagai presiden saja harusnya dia malu,"

Jelas Agum selanjutnya: --- "Berawal pada kasus '98, sebuah kasus yang terjadi di jajaran Kopassus penculikan beberapa aktifis terjadi. Pada kasus ini, Prabowo lah tersangkanya,"

Agum: “. . .kasus penculikan beberapa aktifis ini mendapat reaksi cukup keras dari dunia internasional. Kerjasama Indonesia dengan beberapa negara luar diputus. Saat itu Pimpinan ABRI, langsung melakukan penyelidikan terhadap kasus yang masuk katagori pelanggaran berat. Harusnya kasusnya ditangani Mahkamah Militer, . . .

Untuk melanjutkan pemeriksaan, petinggi ABRI membentuk Dewan Kehormatan Perwira (DKP) . . . Dalam pemeriksaan, DKP menyimpulkan dalam bentuk rekomendasi panglima ABRI untuk memberhentikan Prabowo Subianto Djojohadikusumo yang saat itu berpangkat Letnan Jendral (Letjen).

Demikian mantan jendral TNI Agung Gumelar, menjelaskan apa sebabnya SUBIANTO tidak layak memimpin Indonesia . .

* * *

Tinggallah calpres PDI-P yang prestasinya a.l selama walikota di Solo dan kemudian menjabat Gubernur Jakarta, adalah tokoh yang dinilai dekat dengan rakyat, langsung membenahi masalah yang dihadapi . .. berani mengahadapi pejabat yang tidak becus dan tidak mampu maupun yang korup,

Dalam ruangan ini pernah ditulis bahwa “tanpa PDI-P dan Megawati, Jokowi, tidak ada apa-apanya”. Tulisan tsb sekadar menekankan dan mengangkat serta mengingatkan bahwa Jokowi adalah seorang kader politik yang dibina oleh PDI-P dan ketua umumya Megawati Sukarnoputri. Menjelaskan saling hubungn dan keterpautan kegiatan politik Jakowi dengan PDI-P dan ketumnya Megawati.

* * *

Dewasa ini, -- PDI-P adalah satu-satunya parpol yang dengan tegas menyatakan bahwa visi dan misi politiknya dalam membangun Indonesia yang adil dan makmur, dan strategi besar pembangunan Indonesia Merdeka, yang akan ditempuhnya adalah seperti yang digariskan BAPAK NASION, Bung Karno, dalam TRISAKTI.

Bagaimana visi dan misi Jokowi sebagai calon presiden Pemilihan Presiden 2014?

Minggu yang lalu Jokowi menjelaskan:

"Tiga mentor politik saya. Bung Karno, Megawati Soekarnoputri dan rakyat,".

Selanjutanya Jokowi menjelaskan sekitar: Surat Perintah Empat Perjuangan,"


Pertama, amankan Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika.
Kedua, jalankan Trisakti secara konsisten melalui pembangunan semesta berencana.
Ketiga, utamakan prinsip musyawarah dan gotong royong serta
Keempat dedikasikan hidupmu untuk rakyat.


* * *

Bagi banyak aktivis pro-Reformasi dan pro-Demokrasi, dalam melaksanakan pemilihan umum untuk caleg dan presiden, perlu memanfatkan situasi secara maksimal .. dengan menggalakkan pendidikan politik bagi rakyat

Ini berarti memberikan dorongan semangat baru, agar mengakhiri kenyatan 'jalan di tempat' dalam peroses perubahan Reformasi dan Demokratisasi –

Berarti dengan segera memulai lagi kegiatan dan perjuangan demi pemberlakuan Reformasi dan Demoratiasi yang lebih kongkrit, konsisten dan aktuil.

* * *
WAWANCARA DENGAN MUKHTI --- SEKITAR OISRAA – Senin, 07 April 2014

* * *

Beberapa pertanyaan dan jawaban seputar OISRAA:

    1 -- Bisa Anda ceritakan secara singkat berdirinya OISRAA (siapa pencetus, penggerak, kapan berdiri, di mana, siapa anggotanya, tujuan pendirian, dan lain sebagainya)?
    Jawab:
    OISRAA, Organisasi Indonesia Untuk Setiakawan Rakyat-Rakyat Asia-Afrika, didirikan dalam tahun 1959. atas seruan AAPSO , Afro-Asian Peoples Solidarity Organization. AAPSO didirikan di Cairo, pada Konferensi Pertama Setiakawan Rakyat-Rakyat Asia-Afrika1, 1957/58.
    Konferensi AAPSO, adalah konferensi di tingkat ormas dan atau badan perjuangan kemerdekaan negeri-negeri Asia dan Afrika, yang pertama di Cairo. AAPSO adalah kelanjutan dari Konferensi Asia-Afrika, Bandung 1955, (yaitu konferensi dari 29 negeri-negeri A|sia dan Afrika yang kebanyakan terdiri dari wakil-wakil pemerintahan) yang diadakan dalam rangka mengintensifkan perjuangan anti-kolonialisme dan anti- imperialisme untuk kemerdekaan nasional yang penuh. Juga dalam rangka setiakawan dengan Mesir yang baru saja mengalami agresi tiga negara (Tripartite Agresssion, 1957), oleh Inggris-Perancis dan Israel. Penggerak utama Konferensi AAPSO di Cairo, adalah SEMANGAT BANDUNG, The Bandung Principles, (1955), yang lahir dari Konferensi Asia-Afrika di Bandung, April 1955.

OISRAA didirikan di Jakarta, oleh pelbagai tokoh dari parpol; dari PNI – Mansur -- dari PKI, Nyoto; -- Partindo, PSII, PKI, NU, dari serikat buruh, tani, mahasiswa dan dari Komite Perdamaian Indonesia. Dari PSSI antara lain H. Anwar Tjokroaminoto; -- dari PERTI, K.H., Sirajuddin Abbas; .. tokoh non-Partai, a.l. Ibu Suryadharma, rektor Universitas RESPUBLICA. Ibu Utami Suryadharma dipilih menjdi Ketua OISRAA – Sekjen: Ibrahim Isa (dari Komite Perdamaian).

Tujuan OSIRAA adalah mengefektifkan dan mengembangkan setiakawan rakyat Indonesia terhadap perjuangan rakyat AA untuk kemerdekaan nasional. Ketika itu masih berlangsung “Perang Vietnam” melawan kolonialisme Perancis. Sedangkan di benua Afrika, lebih separuh rakyat Afrika masih terlibat dalam perjuangan melawan kolonialisme Inggris, Perancis, Potugal, Spanyol dan rezim Apartheid di Afrika Selatan.

Di satu fihak kita memberikan setiakawan kita kpd rakyat-rakyat AA yang sedang berjuang demi kemerdekaan nasional melawan kolonialisme-imperialisme .. di lain fihak kita juga menggalang solidaritet AA terhadap perjuangan kita, bangsa Indonesia, untuk pembebasan Irian Barat dari kolonialisme Belanda.

* * *


    2 -- Satu hal yang saya masih belum pahami dengan baik, apakah OISRAA dan AAPSO organisasi yang sama, atau OISRAA bagian dari AAPSO, atau bagaimana? Di mana kantor OISRAA Jakarta berada waktu itu?

Jawab -------
Dua organisasi itu --- AAPSO dan OISRAA ... tidak sama. AAPSO adalah organisasi internasional terdiri dari negeri-negeri Asia daqn Afrika . . . Sedangkan OOISRAA adalah organisasi nasional Indonesia, dan menjadi anggota dari organisasi internasinal -- AAPSO.

-- Sebelum berdirinya rezim ORBA -- kantor OISRAA, beralamat di Jalan Raden Saleh No 52, Jakarta, -- bersama di satu gedung dengan Kantor Komite Perdamaian Indonesia.


    3 -- Bisa ceritakan awal mula keterlibatan Anda di OISRAA (siapa yang mengajak, tugas utama, dsb)?

Jawab ---- :
Ketika itu saya aktivis Komite Perdamaian Indonesia dan menjabat Sekretaris Komite Perdamaian Indonesia... Kawan-kawan yang hendak menirikan OISRAA, minta agar saya bersedia menjabat sebagai Sekjennya.
Saya bersedia untuk juga melakukan kegiatan sebagai aktivis gerakan Setiakawan Rakyat-Rakyat Asia-Afrika.

Dalam tahun 1960, Organisasi AAPSO yang bermarkas di Cairo, Mesir, minta agar ada wakil Indonesia yang menempati Badan Sekretariat Tetap AAPSO (yaitu badan eksekutif, terdiri dari 9 negeri Asia-Afrika, yang melakukan pekerjaan dan kegiatan sehari-hari dari AAPSO). Ketika itu eksekutif OISRAA minta kesediaan saya untuk mewakili Indonesia di organisaswi AAPSO di Cairo. Akhhir 1960 saya berangkat ke Cairo untuk memenuhi tugas itu.

    4 -- Apa saja yang dilakukan OISRAA, semisal mempersiapkan Konferensi Tri Kontinental di Havana, bisa ceritakan?

Jawab ----:
OISRAA menghubungi pemerintaah Indonesia ketika itu, dan mendesak
Deparlu agar memberikan bantuan dan fasilitas untuk dibuka dan bisa bekerjanya kantor-kantor perwakilan badan perjuangan kemerdekaan dari Viatnam Selatan, Aljazair dan Afrika Selatan. Deparlu memenuhi permintaan kami, dengan demikian dibuka kantor perwakilan badan perjuangan dari Vetnam Selatan (FNPVS, Front Nasional Pembebsan Vietnam Selatan); dari Aljazair, ( Front Pembebasan Nasional Aljazair), dan dari badan perjuangan Afrika Selatan melawan Apartheid. OISRAA mengusahakan agar pemerintah Indonesia memberikan bantuan kongkrit kepada ketiga badan perjuangan tsb.

OISRAA ambil bagian dalam persiapan Konferenssi Trikontinental AAA di |Havana (1966). Saya ditugaskan untuk hadir di sana dalam panitia persiapannya.

    5 --- Di buku "Bui Tanpa Jerajak Besi" Anda menuliskan bahwa jabatan Anda di OISRAA Anda pergunakan untuk kampanye Pembebasan Irian Barat di dunia internasional. Apakah hanya untuk itu Anda menerima jabatan tersebut atau itu hanya sampingan? Apa saja yang OISRAA lakukan untuk mengkampanyekan Irian Barat?

Jawab: -----
Tugas utama ke Cairo, adalah mewakili Indonesia di badan setiakawan rakyat AA, AAPSO. Bersama dengan wakil=-wakil Asia-Afrika lainnya melakukan segala macam usaha dan kegiatan untuk menyokong perjuangan rakyat AA melawan kolonialisme dan imperialisme untuk kemerdekaan nasional. Tugas sehubungan dengan perjuangan I|ndonesia untuk pembebasan Irian Barat adalah tugas yang dilakukan bersamaan.

    6 -- Bagaimana kaitan OISRAA dengan organisasi-organisasi Asia-Afrika yang lain, semisal Persatuan Wartawan Asia-Afrika?

Jawab: Kaitannya, adalah kerjasama, saling bantu dan saling memberikan informasi dan fasilitas – dalam rangka memajukan gerakan solidaritas Asia-Afrika umumnya. Antra lain dengan Konferensi Wartawan AA.


    7 -- Sejarawan Boni Triyana mengatakan, pernah mendengar informasi dari Pak Isa bahwa OISRAA aktif bekerjasama dengan ANC (African National Congress) dan NLF (National Liberation Front)     Aljazair, sampai-sampai NLF punya kantor perwakilan di Jakarta di mana Lakhdar Brahimi menjadi kepala perwakilannya. Bisakah ceritakan tentang hal tersebut?

Jawab ---- :
Diatas sudah dijelaskan - -- bahwa berkat kegiatan dan desakan OISRAA kepada pemerintah RI ketika itu, Deparlu RI memberikan bantuan dan fasilitas untuk dibuka dan bekerjanya kantor tiga badan perjuangan kemerdekaan dari negeri-negeri tsb.

    8 -- Bagaimana peran Presiden Sukarno dalam pembebasan negara-negara Asia-Afrika, adakah dia ikut menyokong dana dan/atau persenjataan laiknya RRT?

Jawab:

Peranan dan kegiatan utama Presiden Sukarno ialah mengkampanyekan dan mengorganisasi terselenggaranya Konferensi Asia-Afrika di Bandung (1955). Terselenggaranya dengan sukses Konferensi AA di Bandung, merupakan kemenangan besar rakyat-rakyat AA dalam perjuangan selanjutnya. Dalam berkordinasi, bersatu dan saling sokong.

Presiden Sukarno berhasil meyakinkan bangsa- bangsa AA yang diwakili dalam Konferensi AA di Bandung, untuk mengesampingkan perbedaan di kalangan sendiri dan memusatkan pada persamaan besar dalam perjuangan bersama demi kemerdekaan, menggalang setiakawan AA dan persatuan bangsa-bangsa dua benua ini.


    9 -- Bisakah Anda sebutkan sumbangsih OISRAA bagi rakyat di negeri-negeri Asia dan Afrika hingga nama Sukarno dijadikan sebagai nama jalan di beberapa negara Afrika?

Jawab ----  :
Sumbangan OISRAA yang utama adaloah mengusahakan terselenggaranya persatuan dan kerjasama serta solidaritas bangsa-bangsa Asia dan Afrika dalam perjuangan mereka . .. Cara yang ditempuh dalam mengusahakan dn merelasisi kerjasama dan baling bantu diantara pelbqagai bidang kegiata, . misalnya mengusahakan dan menyenggarkqan Sidang Biro Asia-Afrika di Bandung (1961); menyelenggaarakan Sidang Biro Pengarang Asia-Afrika di Bali; menyelenggarakan Konferensi Wartawan Asia-Afrika di Jakarta. Megngusahakn Festival Film AA di Jakarta.

OISRAA ambil bagian aktif dalam Komite Dana Asia-Afrika yang berkantor di Conakri, Guinea. Oisraa aktif ambil bagiqn dalam penuyelenggaraan Konferensi Juris AA (Conakry). Kemudian mengusahakan adanyta wakil Indonesia di Biro Pengarang AA di Colombo, dan wakil Indonesia di |Sekretariat Juris AA di Conakry, Guinea.


    10 -- Bagaimana kelanjutan nasib OISRAA pasca-kejatuhan pemerintahan Sukarno, yang sangat mendukungnya, apakah masih berjalan? Sementara, AAPSO sendiri hingga kini masih berjalan.

    Jawab -----:
    Setelah Jendral Suharto merebut kekuasaan di Indonesia dan mendirikan rezim Orde Baru, OISRAA dibubarkan oleh Orba. Sebagian besar anggotanya dipersekusi, ditangkap atu dibunuh.

AAPSO masih berdiri. Kantornya masih ada di Cairo. Tapi fungsinya sudah jauh berbeda dengan dulu. Kantor AAPSO di Cairo sekadar sebagai badan informasi.

Sebab utama, karena situasi Asia-Afrika sudah jauh berbeda dengan periode ketika itu. Dewasa ini semua negeri dan daerah di Afrika sudah mencapai kemerdekaan. Begitu juga di Asia situasi sudah banyak berubah.

* * *


Sekian pertanyaan-pertanyaan saya. Besar harapan saya semoga Pak Isa berkenan meluangkan waktu untuk menjawabnya. Terimakasih banyak atas kerjasamanya. Sukses selalu untuk Pak Isa.

Salam,

MF Mukthi






-------- Origineel bericht --------
Onderwerp: OISRAA
Datum: Mon, 7 Apr 2014 17:33:21 +0800 (SGT)
Van: Farohul Mukthi
Antwoord-naar: Farohul Mukthi
Aan: i.bramijn@chello.nl


Selamat sore, Pak Isa. Ini beberapa pertanyaan saya seputar OISRAA:

1. Bisa Anda ceritakan secara singkat berdirinya OISRAA (siapa pencetus, penggerak, kapan berdiri, di mana, siapa anggotanya, tujuan pendirian, dan lain sebagainya)?

2. Satu hal yang saya masih belum pahami dengan baik, apakah OISRAA dan AAPSO organisasi yang sama, atau OISRAA bagian dari AAPSO, atau bagaimana? Di mana kantor OISRAA Jakarta berada waktu itu?

3. Bisa ceritakan awal mula keterlibatan Anda di OISRAA (siapa yang mengajak, tugas utama, dsb)?

4. Apa saja yang dilakukan OISRAA, semisal mempersiapkan Konferensi Tri Kontinental di Havana, bisa ceritakan?

5. Di buku "Bui Tanpa Jerajak Besi" Anda menuliskan bahwa jabatan Anda di OISRAA Anda pergunakan untuk kampanye Pembebasan Irian Barat di dunia internasional. Apakah hanya untuk itu Anda menerima jabatan tersebut atau itu hanya sampingan? Apa saja yang OISRAA lakukan untuk mengkampanyekan Irian Barat?

6. Bagaimana kaitan OISRAA dengan organisasi-organisasi Asia-Afrika yang lain, semisal Persatuan Wartawan Asia-Afrika?

7. Sejarawan Boni Triyana mengatakan, pernah mendengar informasi dari Pak Isa bahwa OISRAA aktif bekerjasama dengan ANC (African National Congress) dan NLF (National Liberation Front)     Aljazair, sampai-sampai NLF punya kantor perwakilan di Jakarta di mana Lakhdar Brahimi menjadi kepala perwakilannya. Bisakah ceritakan tentang hal tersebut?

8. Bagaimana peran Presiden Sukarno dalam pembebasan negara-negara Asia-Afrika, adakah dia ikut menyokong dana dan/atau persenjataan laiknya RRT?

9. Bisakah Anda sebutkan sumbangsih OISRAA bagi rakyat di negeri-negeri Asia dan Afrika hingga nama Sukarno dijadikan sebagai nama jalan di beberapa negara Afrika?

10. Bagaimana kelanjutan nasib OISRAA pasca-kejatuhan pemerintahan Sukarno, yang sangat mendukungnya, apakah masih berjalan? Sementara, AAPSO sendiri hingga kini masih berjalan.


Sekian pertanyaan-pertanyaan saya. Besar harapan saya semoga Pak Isa berkenan meluangkan waktu untuk menjawabnya. Terimakasih banyak atas kerjasamanya. Sukses selalu untuk Pak Isa.

Salam,

MF Mukthi


SURYA PALOH TIDAK MENGERTI APA SOALNYA . . .

Kolom  Ibrahim Isa
Jum'at, 04 April 2014
----------------------------


SURYA PALOH TIDAK MENGERTI APA SOALNYA  . . .


*    *    *


Nursyahbani Katjasungkana
Di "Facebook", hari ini, 04 April 2014
---------------------------------------------------

Lihat Surya Paloh barusan di TV miliknya, dia mengatakan bhw bangsa Indonesia tertinggal dua generasi dari Singapura pdahal dari segi apapun mereka lebih " miskin" dari SDA maupun SDM nya setidaknya dari segi jumlahnya.
Lupa mengatakan bhw satu generasi khususnya the young brightest generation, telah dibunuh secara politik, dicabut paspornya, disiksa dan dibunuh scr massal oleh ORBA


*    *    *


Mbak Nur y.b ---


Betul seperti yang Anda tunjukkan. Surya Paloh, "tidak mengerti" masalah pokok utama yang jadi penyebab kemunduran Indonesia.

Anda benar - - - problim utamanya adalah, bhw :


"satu generasi khususnya the young brightest generation, telah dibunuh secara politik, dicabut paspornya, disiksa dan dibunuh scr massal oleh ORBA".


Justru kasus pelanggaran HAM terbesar dalam sejarah RI, yang selama ini terus saja 'dipeti-eskan' , 'dilupakan'.


Padahal; sebuah lembaga hak-hak manusia yang didirikan oleh pemerintah sendiri, yaitu KOMNASHAM, telah menyampaikan laporan dan rekomnedasinya mengenai hal itu.

Tapi Kejaksaan Agung menolak Laporan KomnasHam tsb. Dan Presiden RI, SBY, tetap saja membisu dan berpangku tangan . . . . .


*    *    *



Kolom IBRAHIM ISA
Rabu, 02 April 2014
----------------------------

"HISTORIA" MAJALAH SEJARAH POPULER PERTAMA DI INDONESIA


Belakangan ini Pemimpin Majalah "HISTORIA", Bonnie Triyana, mempublisir sebuan berita anjuran sehubungan dengan PERINGATAN 04 TAHUN MAJALAH "HISTORIA".

Mari ikuti sedikit komentar Redaksi "Historia" ( No. 10, Tahun 1, 2013), a.l.

"Sejak kami menerbitkan Historia, selalu saja ada wartwawan menelpon maupun menyambangi kantor. Wartawan asing maupun lokal.  Kami gantian menjawab
menjadi narasumber, dan . . . . nampang di TV.

"Sedari bikin konsep majalah ini, kami sudah meyakini isu sejarah adalah liputan yang seksi dan jadi tren. Dan rasanya senang ketika kini banyak media menyediakan ruang.
Banyak orang mulai suka sejarah. Kami juga bisa ikut nampang, sembari menunggu ide bikin channel sendiri terresalisasi".

*    *    *

Di bawah ini disiarkan ulang sebuah liputan sekitar kegiatan Redaksi "HISTORIA", yang, selain mengelola dan menerbitkan sebuah majalah sejarah yang pertama di Indonesia, tetapi juga melakukan kegiatan penting\lainnya.
Antara lain: Mengadakan  mini seminar sejarah di gedung Redaksi.

Di dalam seminar itu di undang  a.l sejarawan, wartawan, penulis dan para history-minded lainnya.
 
Pernah diundang datang sebagai pembicara utama  mini seminar tsb, a.l  Indonesianis, Dr Max Lane;  Ketua St Wertheim, Dr Coen Holtsappel;
sejarawan dan penulis buku biografi TAN MALAKA, Prof Dr Harry Poeze;  sejarawan/penuis, Prof Dr Jan Breman, dll

*    *    *

Cakap-Cakap SEJARAH Di Redaksi “HISTORIA ONLINE” Bersama BONNIE TRIYANA c.s.

Jum’at, 29 Juli 2011 Salah satu acara menarik, penting dan bermanfaat bagiku di Indoneisa,
adalah kunjungan atas undangan, — ke *Redaksi Majalah Historia Online*
di Jakarta. Kantornya di tingkat empat (kalau tak salah). Luasnya lumayan.

Disitulah sejumlah sejarawan, jurnalis dan penulis muda, harapan bangsa,
dari pagi sampai tengah malam, tak kenal lelah, menggeluti masalah
sejarah bangsa dan negeri kita serta mancanegara. Misi mereka sungguh
fital:

Membikin masyarakat kita, kaum muda kita, PEDULI SEJARAH.
Melalui penelitian, studi dan penulisan (kembali) peristiwa dan kasus
sejarah, dengan serius, tapi juga menarik dan populer,
mempresentasikannya kepada masyarakat. Maksudnya agar mudah diingat
serta tersimpan baik dalam memori. Memberikan sumbangan agar generasi
muda Indonesia dewasa ini — menjadi ‘history minded’. Mentrapkan ajaran
Bung Karno – yang populer dinyatakan dalam dua kata:  “JAS MERAH”
Jangan sekali-kali melupakanj sejarah!

* * *
Betapa tak terharu, bangga dan inspiratif. Menyaksikan tenaga-tenaga
muda yang begitu bersemangat dan antusias mentrapkan visi dan misinya!

Aku gembira sekali dan merasa terhormat dapat undangan dari pemimpin
redaksinya Bonnie Triyana, untuk cakap-cakap sejarah dengan generasi
muda pengelola Majalah Historia Online.

* * *
“*Explorer” Ibn BATUTTA — INI JUGA Tokoh SEJARAH*
Mari beralih tema sejenak, ke masalah hangat lainnya.
Soalnya, karena itu juga sehubungan dengan masalah sejarah. Begini
ceriteranya: Mingguan Amerika, ‘Time Magazine” (nomor 1– 8 Agustus,
2011), mendjadikan tema pokok majalahnya pekan nanti, adalah masalah
ISLAM. Tidak kurang dari 60 halaman diperuntukkan bagi masalah tsb
dengan judul: *“TRAVELS THROUGH ISLAM*; Discovering a world of change
and challenge in the footsteps of the 14^th century explorer *IBN
BATTUTA*”. Dalam bahasa kita, diterjemahkan bebas: “Perjalanan Di Dunia
Islam: Menemukan suatu dunia yang (sedang) berubah dan tantangan di
sepanjang jalan yang ditempuh Ibn Batutta, Pengembara Abad Ke-XIV”.

Pengembara Ibn Batutta adalah tamatan sekolah hukum dari Tangier,
Maroko, Ia berasal dari suku Berber. “Time Magazine” menarik persamaan
antara *Ibn Battuta* dengan *Marco Polo* (Itali) dan *Laksamana Zheng
He* (Tiongkok). Ketiga exoplorer sejarah dunia tsb oleh Time Magazine
masing-masing dijuluki sebagai ONE MAN’S ODYSSEY, Pengembara Seorang Diri.

Menarik sekali untuk sedikit didalami pandangan dan apa saja kesan-kesan
cendekiawan dan penulis Tangier ini, Ibn Battuta. Ia, berangkat dari
kampung halamannya dengan meninggalkan keluarga dan handai taulannya,
Sejak itu selama kurang-lebih 30 tahun ia melakukan perjalanan panjang
dan lama. Mengembara di “Dar El Islam”, yaitu negeri-negeri Afrika
Utara, Asia Minor, Eropah,Timur Tengah dan sampai ke Tiongkok.

Perhatian Time Magazine pada ‘Dar El Islam-nya’ Ibn Battuta ini kok
seperti kebetulan bersamaan waktu dengan terjadinya peristiwa pemboman
teroris di Oslo dan pembantaian terhadap pemuda-pemudi Partai Buruh
Norwegia yang sedang melakukan kegiatan bersama di Pulau Utoeya .
Korbannya mencapai kurang lebih 90 orang terbunuh. Padahal tiulisan Time
Magazine itu dipersiapkan jauh sebelum terjadinya “masaker Norwegia” tsb.

Memang, — ‘pembantaian di Norwegia”(22/7), menimbulkan semacam
‘titik-balik’ dalam sikap (Barat terutama) terhadap ‘terorisme’. Selama
ini, orang memandang aksi-aksi teror utama di dunia adalah, — yang
dinyatakan sebagai ‘terorisme Islam’ . Suatu cara untuk mencapai
tujuannya dengan melakukan aksi-aksi radikal-ekstrim. Yang, untuk
memperoleh dampak dan ‘kejutan’ yang diharapkan, menyasar pada
manusia-manusia biasa yang tak bersalah dan tak ada sangkut pautnya
secara langsung dengan hal yang diisukan oleh si pelaku teroris itu.

Cara-cara ini a.l. ditandai oleh aksi orang-orangnya Osama Bin Laden di
New York, Manhattan Twin Towers (9/11), yang menimbulkan korban sampai
3000 orang terbunuh.

Titik balik pandangan ini — tercermin a.l di sepucuk
surat-kiriman-pembaca yang disiarkan oleh s.k. The Independent (Daily),
London, 25 Juli 2011, sbb:

“Now that the architect of the Norwegian massacre turns out to be a
blue-eyed, blond, white, Christian, right-wing fundamentalist, (Anders
Behring Breivik, a 32-year-old Norwegian) –where have all the so-called
experts on “Islamic terrorism” suddenly gone? .

Dalam bahasa kita: *Sekarang ini ketika ternyata bahwa arsitek
pembantaian Norwegia, sdalah seorang Norwegia yang bulé, orang
fundamentelis Kanan Kristen, bernama Anders Behring Breivik, –
dimanakah gerangan mereka-mereka itu berada, yang katanya pakar tentang
“terorisme Islam”. Kok tiba-tiba menghilang? . . .*

Terjadinya ‘titik-balik’ dalam pandangan terhadap masalah ‘terorisme’
juga bisa terlihat dari sikap pelbagai partai kiri di Eropah yang dewasa
ini mengambil posisi ofensif terhadap partai-partai ekstrim kanan.
Sedangkan partai-partai kanan tsb mengambil posisi ‘defensif” .
Berusaha mendenstansiir parpolnya dari terorisme di Norwegia.

* * *
Tapi, mengenai Ibn Batutta dan kaitannya dengan ‘masaker Norwegia’ kita
stop di sini untuk sementara. Didulukan sekitar kunjunganku dan acara
CAKAP-CAKAP SEJARAH DENGAN TEMAN-TEMAN DI REDAKSI HISTORIA ONLINE.

* * *
SEKITAR KONFERENSI ASIA-AFRIKA DI BANDUNG
Cakap-cakap yng dipandu oleh Bonnie Triyana itu mengambil fokus sekitar
Gerakan Kemerdekaan Asia -Arika di paro pertama dan kedua abad ke-XX.
Salah satu puncak kebangkitan bangsa-bangsa Asia dan Afrikam melawan
kolonialisme dan imperialisme untuk kemerdekaan nasional, pasca Perang
Dunia II, adalah diselenggarakannya Konferensi Asia-Afrika di |Bandung
dalam bulan April 1955.

Dibicarakan saling hubungan antara Konferensi Asia-Afrika di Bandung,
yang dihadiri oleh 29 negeri dan daerah (baik yang sudah mencapai
kemerdekaannya maupun yang masih dalam proses perjuangan), — dengan
Gerakan Solidaritas Rakyat-Rakyat Asia Afrika, yang bermarkas di Cairo,
Mesir, sejak akhir tahun limapuuhan abad lalu. Dalam diskusi diperoleh
kejelasan bahwa Konferensi Bandung (1955) adalah berstatus resmi,
mewakili negara-negara dan pemerintah A-A; sedangkan Gerakan Solidaritas
AA dengan organisasinya AAPSO – Afro-Asian People’s Solidarity
Organization, adalah suatu gerakan rakyat yang ‘non-governmental’.
Tetapi yang saling berkordinasi dalam perjuangan melawan kolonialisme
dan imperialisme.

Sangat membesarkan hati adanya perhatian besar hadirin mengenai masalah
perjuangan rakuyat Asia-Afrika untuk kemerdekaan nasional yang penuh.

* * *
Antara lain juga hangat dibicarakan mengenai pergolakan dan perlawanan
rakyat terhadap rezim Gadhafi di Lybia. |Mengapa, misalnya, terhadap
ketiadaan demokrasi dan HAM di banyak negeri lainnya, seperti di Timur
Tengah, sebagai contoh, Saudi Arabia, dunia Barat tidak peduli
samasekali. |Sedangkan di Lybia, sampai kekuatan bersenjata NATO ikut
turun tangan. Diperoleh pemahaman bahwa campur tangan langsung Barat –
Nato di Lybia, sebab utamanya ialah, karena di Libya terdapat sumber
minyak yang besar. Sedangkan penguasanya, rezim Gsdhafi, bukan suatu
rezim yang pro-Barat. Beda dengan misalnya rezim di Saudi Arabia atau di
Emirat Arab. Selain itu rezim Gadhafi memang pernah terlibat dalam aksi
tgeror terhadap Barat.

Masih terdapat hal-hal lain yang muncul dalam diskusi yang dipandu oleh
Redaksi Hisotria Online. Semua itu menarik dan mendapt perhatian besar
dalam pendiskusian, baik yang bersangkutan dengan masalah dalam negeri
maupun mengenai dunia internasional.

Pertemuan semacam yang diselenggarakan oleh Redaksi Historia Online,
seperti ini ternyata bermanfaat sekali, dalam rangka memperluas wacana,
menambah input dan menguji pandangan masing-masing mengenai masalah
aktuil dalam dan luar negeri.

*    *    *













SEKITAR RELASI INDONESIA – AMERIKA Seberapa Jauh AS (Bisa) Pengaruhi Pemilihan Presiden RI?

Kolom IBRAHIM ISA
Selasa, 01 April 2014
----------------------------

SEKITAR RELASI INDONESIA – AMERIKA
Seberapa Jauh AS (Bisa) Pengaruhi Pemilihan Presiden RI?

* * *
Sahabat baikku, Salim Said, mantan Dubes RI di Praha, sejarawan dan penulis berkaitan soal-soal ABRI, memforwardkan kepadaku sebuah pertanyaan yang diajukan oleh mailist Abdillah Toha, berbunyi:

“Sejauh mana menurut Bung Salim pemerintah Amerika atau asing lainnya seperti Singapore dapat memengaruhi pemilihan presiden disini?”

Tanggapan Salim Said a.l,
“Pertanyaan Pak Abdillah Taha ini amat sulit dijawab. Soalnya, sukar mencari bukti ada atau tidak ada pengaruh. Dalam era demokrasi dengan pemilihan langsung (bukan MPR yang memlih presiden) tidak mudah memanipulasi pemilihan presiden di Indonesia.” Selanjutnya:

“. . . yang akan menentukan pemenang pilpres pada akhirnya adalah para pemilih Indonesia sendiri. Kalau kita menengok ke masa Perang Dingin (pemilu 1955) Amerika pernah menjagokan partai tertentu, partai anti Komunis, dan menyalurkan bantuan dana untuk partai tersebut. Hasilnya, PKI malah masuk empat besar. Dana dari Amerika akhirnya  sia-sia saja.”


Lanjut Salim Said:
“Bulan Oktober dua tahun silam saya berada di Washington dan berkomunikasi dengan teman-teman lama, para birokrat senior yang berurusan dengan Asia Tenggara (khususnya Indonesia) di Pentagon. Ketika berbicara mengenai pilpres 2014 yang antara lain akan diikuti oleh mantan  Letjen Prabowo (Gerindra), komentar mereka ttg prospek Prabowo di mata Amereka: "There will (be) a problem with him." Apa problemnya? Mereka bicara mengenai pelanggaran HAM yang menyebabkan Prabowo serta beberapa mantan petinggi TNI yang belum diizinkan memperoleh visa Amerika (artinya, dilarang masuk wilayah USA).
Kesimpulan Salim Said:
“ . . . saya kira Barat akan lebih senang jika Jokowi yang terpilih. Selain sudah tahu track record politik Megawati (yang memilih  dan kemungkinan akan banyak "menasehati" Presiden Jokowi), calon Presiden dari PDIP ini mungkin dianggap sebagai lebih predictable dari Prabowo. Singkat kata, mereka sedapat mungkin mencari yang aman sajalah.

* * *

Situasi 'pasca Perang Dingin', cukup besar berbeda dengan periode 'Perang Dingin' pasca 'Perang Dunia II'. Dewasa ini perkembangan imbangan kekuatan dunia semakin menuju ke arah, dimana tidak saja terdapat dua negara besar supra: Amerika Serikat dan Uni Sovyet.

Tembok Berlin sudah lama runtuh. Uni Sovyet dan semua negeri Sosialis yang tergabung dalam blok Pakta Warsawa, sudah bubar. 'Perang Dingin' sudah berakhir. Paling tidak yang variasi lama. (Ada juga yang berpendapat bahwa “Perang Dingin” masih berlangsung dalam bentuk baru) .

Di Eropah Barat sudah berdiri “Uni Eropah” dengan Jerman yang sudah dipersatukan kembali, sebagai kekuatan ekonomi utamanya, Di Eropah Timur sudah berdiri Federasi Rusia yang kapitalis. Di Asia, kedudukan Jepang sebagai kekuatan ekonomi nomor dua sesudah AS, telah digantikan oleh Republik Rakyat Tiongkok.

Selain itu terdapat negeri-negeri berkembang yang sering disebut 'negeri-negeri Dunia Ketiga' , atau “negeri-negeri berkembang (developing countries). Disebut tampil tumbuh sebagai kekuatan ekonomi baru, adalah negeri-negeri, seperti Korea Selatan, Taiwan, Singapore, India, Brazil, dan.. dimasukkan juga INDONESIA.

Sehingga di dunia dewasa ini tidak hanya ada DUA NEGARA BESAR SUPRA seperti pada periode 'Perang Dingin'. Terbentang suatu siatuasi baru dimana beberapa negara (atau gabungan negara, seperi Uni Eropa) dengan kekuatan ekonomi (dan militer) yang cukup besar, seperti AS, Tiongkok, Federasi Rusia. Mereka itu juga duduk bersama dalam satu lembaga atau bentuk kerjasama, seperti WTO. Sebagian lagi bergbung dalam G-8 kemudian G-10. Negeri-negeri industri berkembang ini saling berhubungan, saling berkordimasi tapi juga SALING MENYISIHKAN, dan BERSAING satu sama lainnya.

Dalam pada itu negeri-negeri yang (dulunya) tergabung dalam kumpulan negeri-negeri NON ALLIGNED atau disebut juga NON BLOK, masih meneruskan keberadaan mereka meskipun pengaruh dan efektivitasnya tidak banyak terasa.

* * *

Dalam situasi dunia demikianlah di Indonesia akan berlangsung pemilihan Presiden 2014. Kembali pada pertanyaan semula: SAMPAI DIMANA AMERIKA SERIKAT DAPAT PENGARUHI HASIL PEMILIHAN INDONESIA dewasa ini.

Dalam tahun 1955, AS, (menurut Salim Said|) gagal mempengarihi hasil pemilu. Hasil pemilu 1955 malah menunjukkan tumbuh dan betambah kuatnya kedudukan PKI.

Dalam tahun 1957 AS juga gagal menggulingkan Presiden Sukarno melalui dukungan finans dan militer pada pembrontakan separatis PRRI/Permesta.

* * *

Tapi dalam tahun 1965, dalam periode yang terkenal dengan PERISTIWA 1965, AS berhasil besar mempengaruhi (dikatakan juga menentukan) perubahan drastis yang terjadi, yaitu: DIHANCURKANNYA PKI DAN DIGULINGKANNYA PRESIDEN SUKARNO.

Perubahan drastis di Indonesia pada tahun 1965 dst yang sesuai dengan strategi 'Perang Dingin' AS, telah berlangsung BUKAN MELALUI SUATU PEMILU. Tetapi melalui suatu tindakan kekerasan militer dan suatu rezim otoriter Orba.

Apakah di waktu mendatang AS masih bisa mempengaruhi dan mengubah situasi politik Indonesia sesuai kepentingannya, lewat suatu kekerasan militer, SUATU KUDETA BARU? Jawabnya, BISA JADI! Perkembangan politik di Afrika Utara (Libya, Tunisia, Mesir) dan Eropah (yang menonjol dalam perkembangan di Ukraina, dan intervensi Rusia di Krimea) menunjukkan bahwa kekuatan luar, kekuatan asing, melalui intervensi politik, ekonomi maupun militer tetap bisa memainkan peranannya MELALUI KORDINASI dengn PROTAGONIS di dalam negeri.

Namun, Kesadaran Politik dan Berbangsa, nasion Indonesia dewasa ini sudah banyak meningkat sejak Reformasi dan arus Demokratisasi. Kekuatan inilah yang merupakan kekuatan sandaran dan pendorong bangsa dalam perjuangan untuk melaksanakan Indonesia yang BERDAULAT di bidang Politik, BERDIKARI di bidang Ekonomi, dan Berkepribadian di bidang kebudayaan.

Dengan (semoga) terpilihnya Jokowi sebagai Presiden RI mendatang, dengan PDI-P yang konsisten AKAN MELAKSANAKAN TIGA POITIK BESARNYA . .. dan dengan persatuan kekuatan Reformasi dan Demokrasi... memanfaatkan semua kekuatan dalam maupun luarnegeri, ---- kita akan mampu melawan setiap campur tangan asing .. termasuk campur tangan AMERIKA, yang dalam sejarah kita selalu melakukannya, demi kepentingannya sendiri.

Dengan melaksanakan politik luarnegeri “Bertetanggsa Baik, yang BEBAS dan AKTIF Untuk KEMERDEKAAN NASIONAL DAN PERDAMAIAN DUNIA . ..” Indonesia di bawah presiden hasil PEMILIHAN PRESIDEN 2014, bisa memainkan peranan positif dalam mengusahakan pembangunan ekonomi negeri yang tidak menggantungkan diri pada kekuatan assing.

Membangun Indonesia yang bisa memperbaiki dan meningkatkan taraf kehidupan dan kemakmuran rakyat.

* * *


TOKOH RAJA "BHUTO"

Kolom IBRAHIM ISA
Senin, 31 Maret 2014
----------------------------



TOKOH RAJA "BHUTO"


Tampaknya diantara beberapa "capres" yang sudah ditampilkan untuk bertanding dalam 'pempres" , Juli 2014 yad, yang paling banyak menarik perhatian di dalam maupun luarnegeri adalah:

JOKO WIDODO (JOKOWI)--dan
PRABOWO SUBIANTO.



* * *



    Mingguan Amerika, “FORTUNE”, ttg 07 April, 2014 (resminya masih belum keluar), di bawah judul “Introducing The World's 50 Best Greatest Leader, And What You Can Learn Fom Them” . . memasukkan nama JOKO WIDODO sebagai salah seorang dari tokoh 'pemimpin-pemimpin dunia'. Nama Jokowi disejajarkan dengan tokoh-tokoh internasional seperti Bill Clinton, Aungsan Syuki, Paus Francis, Angela Merkel, Malala Yousafzai, dll.
    Di halaman 44 mingguan FORTUNE tsb ditulis tentang Joko Widodo:
    “Governor of Jakarta. -- In 2005 the self-made furniture exporter was elected mayor of Solo, a 500.000 – person city in Indonesia. “Jokowi” as he's known , cleaned up the city, and routed corruption, thrilling an Indonesian public weary of the satus quo. His accent since then has been swift: In 2012 he became governor of Jakarta. Now he's the favorite for Indonesia's July 2014 presidential election”. (tidak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia karena singkat dan kiranya mudah dimengerti).
    Yang disoroti oleh Fotune adalah Jokowi berhasil menangani kota Solo, mmebikinnya jadi bersih, memberantas korupsi, dan bahwa Jokowi sekarang adalah calon presiden Indonesia yang 'favorit'. Artinya yang DIJAGOKAN.
    * * *

    Sementara komentar jelas-jelas mempertentngan 'ketokohan' dua 'calpres' tsb.
    Komentar yang satu adalah yang ditulis oleh wartawan kawakan Aboeprijadi Santoso (Amsterdam), yang disiarkan di koran 'Jakarta Post'. Sayang dalam bahasa Inggris. Bahasa Inggris boleh dikata cukup populer di Indonesia. Namun, belum begitu banyak di kalangan masyarakat yang bisa mudah membaca bahasa Inggris.
    * * *
    Aku tergugah untuk menyoroti 'sentilan' Goenawan Mohammad.
    Sebagai seorang sastrawan dan budayawan, Goenawan Mohammad membandingkan calpres PRABOWO SUBIANTO dengan salah seorang tokoh terkenal dalam cerita perwayangan "BHUTO". Menurut Goenawan Mohammad tokoh 'bhuto' terkenal karena perangai negatfnya: yaitu PERKASA tapi BRUTAL dan SERAKAH.
    Mengenai sifat 'brutal' dari sang 'bhuto', tidak jauh beda penilaian Aboeprijadi maupun Goenawan. Kemungkinan besar karena ketokohan sang calon yang menyerupai 'bhuto' itu memang BRUTAL DAN SERAKAH.

    Tanggapan satunya oleh Goenawan Mohammad, yang disiarkannya di 'Facebook' hari ini, baik ikuti saja. Dikutip lengkap, karena singkat, sbb:
    GOENAWAN MOHAMMAD
    * * *



“DUA CITRA”
Problem yang dihadapi Prabowo adalah citra. Ia tampak ingin menampilkan citra diri sebagai seorang pemimpin yang tegas. Ia agaknya berhasil -- bila dibandingkan dengan citra SBY yang sering tampak ragu-ragu.
Tapi dalam pemilihan ini ia tidak menghadapi SBY, melainkan Jokowi. Penampilan perdananya di Stasion Utama Senayan, Jakarta, akan dikenang terus: naik kuda gagah dan besar, memakai sepatu lars, menyisipkan keris yang mencolok. Semua itu, dengan tubuh yang gemuk, ia akan lebih diasosiakan dengan tokoh raja "bhuto" dalam wayang kulit yang perkasa tapi brutal dan serakah.
Apalagi jika orang melihat sosok lawan yang ramping, dengan sikap tenang dan halus.
Mungkin pilihan kostum Prabowo hari itu dilakukan tanpa tahu kemungkinan adanya citra yang kontras itu. Atau tak peduli.


* * *


Dalam perkembangan kampanye pemilihan berikutnya, kalau benar-benar hendak serius melakoni proses demokrasi, seyogianya mengangkat aspek pendidikan politik bagi masyarakat, MAKA SETIAP CALON HARUS  MENGEDEPANKAN PROGRAM POLITIK seperti apa yang akan dilaksanakannya bila terpilih sebagai PRESIDEN RI .


Tentu dengan rincian kongkrit yang sesuai dengan situasi dan kondisi Indonesia dewasa ini.


Sebagai calon yang diajukan oleh PDI-P, Jokowi dengan sendirinya akan mengikuti garis strategi pembangunan ekonomi seperti yang selama ini dikemukakan oleh PDI-P. Yaitu akan mermbangun ekonomi Indonesia yang BERDIKARI  -- menurut VISI DAN KONSEPSI TRISAKTI .



* * *