Wednesday, April 11, 2007

IBRAHIM ISA -- BANGKITNYA Suatu NASION INDONESIA

BANGKITNYA Suatu NASION INDONESIA
Paris, Edisi Jubelium, Juni 2007>
<>
-----------------------------------------------------------
BANGKITNYA Suatu NASION INDONESIA
Oleh: IBRAHIM ISA,
Sekretaris Wertheim Foundation - Leiden.

Seorang kawan pernah bertanya: Kapan pada Anda timbul kesadaran kebangsaaan Indonesia?
Masih samar-samar teringat, pada umur 11 th , ketika bersama kakak iparku, kami menghadiri rapat umum Gerindo, di Gg Kenari, Salemba. Suasananya siap-siap menghadapi kemungkinan meletusnya Perang Pasifik, dan Jepang menyerbu Hindia Belanda. Masih terbayang betapa penuh sesaknya ruang rapat umum. Para hadirin banyak yang memakai kopiah, seperti kopiah Bung Karno. Menunjukkan bahwa mereka adalah orang-orang berbangsa Indonesia. Kesan kuat yang tinggal adalah suasana KEBERSAMAAN sebagai orang-orang Indonesia.

Kuingat-ingat betullah bahwa, kesadaran kebangsaan itu, tak terlepaskan dari hubungan kekeluargaan dengan kakak-iparku itu. Ternyata kemudian memang kakak-iparku itu adalah anggota PNI (Bung Karno).

Semangat kebangsaani yang ditanamkan pada rapat GERINDO itu, dipupuk lebih lanjut pada masa pendudukan Jepang (1942-1945). Ketika itu secara teratur anak-anak muda seperti aku, beramai-ramai mengikuti rapat-rapat raksasa yang diadakan untuk mendengarkan pidato-pidato politik Bung Karno. Masih teringat betul bagaimana Bung Karno dengan gaya pidatonya yang amat menarik dan mencengkam, memberikan pendidikan politik kepada hadirin, mengenai kesadaran berbangsa serta menanamkan cita-cita mencapai kemerdekaan bagi Indonesia.

Pendidikan kesadaran berbangsa, patriotisme, cinta tanah air, membenci kolonialisme, paling mendalan terjadi semasa Revolusi Kemerdekaan Indonesia. Ambil bagian langsung dalam revolusi kemerdekaan telah menanamkan dan memperkuat semangat cinta pada tanah air dan bangsa. Dibarengi dengan semangat benci serta berlawan terhadap kekuasaan asing (Jepang, Inggris dan Belanda) yang ingin mengembalikan Indonesia sebagai koloni Belanda seperti pada zaman Hindia Belanda, pada masa pra-Perang Pasifik.

Kiranya, sebagian besar pemuda-pemuda Indonesia yang sebaya dengan aku ketika itu, memperoleh pendidikan semangat kebangsaan dan patriotisme kurang lebih seperti yang kualami itu.

* * *

Tanyakan kepada setiap patriot Indonesia bagaimana ia bersikap terhadap tanah dan bangsanya. Maka bisa dipastikan, akan dijawab seperti berikut ini: Siapa yang tak akan merasa bahagia dan beruntung; siapapun pasti akan merasa bangga secara wajar, bahwa ia dilahirkan dan dibesarkan di Indonesia, sebagai bangsa Indonesia.

Siapa yang telah berkunjung ke INDONESIA, pasti mengetahui bahwa , Indonesia adalah suatu negeri yang begitu indah dengan rakyatnya begitu ramah dan toleran. Suatu negeri yang bukan saja terkenal karena Pulau Bali-nya, tetapi juga terkenal kesuburannya, ratuasn pohon kelapa yang menghiasi rangkuman pulan-pulau tropik, sehingga tepatlah banyak yang memberikannya nama 'Negeri Pulau-pulau Kelapa'.

Seorang ilmuwan/pakar geografi berbangsa Jerman (1848) menamakan ribuan kepulauan di khatul'istiwa itu: INDOS NESOS. Dalam bahasa Junani, artinya 'kepulauan India'. Dulu orang-orang Barat menganggap semua negeri di sebelah Timur itu adalah 'India'.

Dalam waktu panjang dunia tidak mengenal Indonesia. Mereka hanya tahu BALI, atau Gunung Krakatau yang meledak menghamburkan lava dan abu pada akhir abad ke-19. Memang tepat, pulau Dewata BALI, lebih banyak dikenal, karena keunikan kebudayaannya, keindahan dan keramahan rakyatnya. Bisanya ada pandangan yang demikian itu, tak lain dan tak bukan ialah karena mereka itu belum mengenal Indonesia dalam keseluruhannya, dalam KEBHINNEKA-annya.

Orang dengan sendirinya bangga dengan keunikan negeri seperti ini. Ini bisa difahanmi. Karena, memang Indonesia adalah suatu negeri dengan suatu bangsa yang identitasnya unik. Suatu negeri kepulauan yang terbesar di dunia. Jumlah total kepulauan Indonesia : 17.508. Meskipun jumlah penduduknya sekarang ada 225 juta., namun kurang lebih 7000 pulau-pulaunya tidak didiami manusia. Intresan untuk diketahui bahwa ratusan suku-suku bangsa Indonesia itu menggunakan bahasa daerah yang jumlahnya juga ratusan.


* * *

Dalam perkembangan dan pergolakan perjuangan bangsa ini, nama Indos Nesos menjelma menjadi INDONESIA. Pada masa awal lahirnya bangsa Indonesia, yaitu pada mula abad ke-20, penguasa kolonial Belanda tidak membolehkan penggunaan nama Indonesia. Karena penguasa kolonial memperhitungkan bahwa penggunaan nama INDONESIA, berarti memberikan kesempatan dan syarat tumbuh dan berkembangnya kesadaran berbangsa. Penguasa kolonial Belanda menggunakan nama HINDIA BELANDA. Sama halnya seperti pemerintah Perancis yang memberi nama 'Indochine' terhadap koloni-koloninya Vietnam, Laos dan Cambodia. Juga seperti halnya pemerintah London yang memberikan nama British-India pada India, Pakistan dan Bangladesh terhadap jajahan-jajahannya di wilayah tsb.

Pada akhir abad ke 19, di wilayah itu oleh Belanda diberi nama Hindia Belanda, b e l u m ada satu bangsa, atau nasion yang disebut INDONESIA..

Diantara kurang lebih 150 nasion di dunia ini, bangsa INDONESIA, adalah nasion yang tergolong nasion muda. Sebelum terbentuknya nasion Indonesia, kepulauan Nusantara didiami oleh pelbaga bangsa dan sukubangsa. Yang terbesar antaranya adalah suku Jawa, Sunda dan rumpun suku Melayu, yang , mencakup banyak suku-suku yang bertebaran di ribuan kepulauan Indonesia. Setelah lahir dan tumbuhnya nasioan Indonesia, suku-suku bangsa Indonesia itu masih ada dengan identitas kulturnya masing-masing dan hidup bersama dengan suburnya. Syukur alhamduillah, negeri ini tidak mengenal apa yang dinamakan 'ethnic cleansing'.

Kesadaran berbangsa dari penduduk yang mendiami ribuan kepulauan NUSANTARA, berlangsung melalui perjuangan dan pergolakan. Proses itu memerlukan jangka waktu kira-kira 100 tahun untuk lahir, tumbuh, menguat dan berkembang.

Sesudah mengalahkan Portugis yang berhasil menguasai sebagian wilayah di Timur Indonesia; sebuah perserikatan dagang Belanda yang dapat restu resmi pemerintah Kerajaan Belanda, dengan memiliki tentara dan mata uang sendiri, Verenigde OostIndisch Compagnie – VOC, pada awal abad ke-17, berhasil mencapai Indonesia. VOC yang diberi hak monopoli oleh Kerjaaan Belanda untuk berdagang dengan Indonesia dan negeri-negeri Asia lainnya, memberikan nama 'Nederlandsch Indië', atau Hindia Belanda untuk Indonesia. Maksud nama Hindia Belanda, ialah bahwa gugusan ribuan kepulauan yang terletak diantara benua Asia dan benua Australia itu , ada di bawah keuasaan VOC.
Demikian nama Hindia Belanda, yang diberikan VOC itu artinya Hindia 'milik' Belanda.

* * *

Ketika dalam bulan Maret, 2002, pemerintah, Belanda memperingati 400 tahun VOC, dimana sempat hadir Menteri Kwik Kian Gie dari pemerintahan Presiden Megawati Sukarnoputri, itu diadakannya secara bukan kebetulan dan bukan tanpa alasan. Orang-orang Indonesia yang sedikit saja punya pengetahuan sejarah dan rasa harga diri bangsa, atau patriotisme, tidak bisa lain, memandang VOC sebagai suatu 'kekuasaan' yang membawa bencana pada tanah air dan bangsa. Sebagai suatu badan perdagangan yang bersenjata yang telah menaklukkan dan memeras habis-habisan negeri dan bangsa Indonesia menjadikannya jajahan kolonialisme Belanda.

Tapi bagi Belanda, VOC adalah suatu kebanggaan, suatu instrumen utama yang membawa kerajaan Belanda ke 'Abad Keemasannya', 'The Golden Age of Holland', 'De Gouden Eeuw van Nederland'. Maka bagi penguasa Belanda, kegiatan VOC itu adalah suatu 'prestasi' . Karena bangsa Belanda, suatu bangsa yang berdiam di paling Barat daratan Eropah, dengan jumlah tergolong kecil di Eropah terbanding negeri-negeri seperti Perancis, Inggris, Jerman dan Rusia, --- namun, masih pada zaman kapal layar ketika itu, telah mampu membuat kapal-kapal yang cukup besar, kuat dan cepat, mampu mengarungi Samudra Atlantik dan Samudra India, sejauh puluhan ribuan kilometer. Dalam petualangannya mencari rempah-rempah ke ujung Timur dunia, VOC berhasil mendaratkan orang-orangnya di Banten (Cornelis Houtman c.s., 1596), Jawa Barat, Indonesia. Dan akhirnya menaklukkan Indnesia di bawah kerajaan Belanda.

Ini adalah saat permulaan suatu negeri kecil bernama Nederland, mampu menaklukkan INDONESIA, suatu negeri dengan penduduk berlipat kali lebih besar dan punya kebudayaan yang cukup tinggi

* * *.

INDOS NESOS, INSULINDE, oleh kaum pergerakan kemedekaan negeri Pulau Kelapa ini, oleh kaum mudanya diformalkan dan dibaptiskan sebagai INDONESIA, yang tinggal di wilayan bernama INDONESIA, menggunakan bahasa INDONESIA, dan berbangsa INDONESIA (Sumpah Pemuda Indonesia, 28 Oktober 1928). INDONESIA yang asal muasalnya disebut Indos Nesos, kemudian Pramudya Ananta Tur, novelis terkenal Indonesia, lebih senang dan lebih korek katanya bernama NUSANTARA. Karena begitu cantiknya dan begitu mempesonakannya negeri ini, sehingga seorang mantan pejabat kekuasaan kolonial Belanda di Banten, pada akhir abad ke- 19, Dr. Douwes Dekker, dalam bukunya berjudul, MULTATULI, memberikannya nama GORDEL VAN SMARAGD, Sabuk Batu Giok . . . . di Khaltulistiwa.

Betapapun indahnya negeri ini, VOC mengarungi dua samudra berlayar ke Indonesia, bukan tertarik oleh keindahan Gordel van Smaragd. , tetapi oleh -- REMPAH-REMPAH yang dikandungnya--- , yaitu bumbu-bumbu untuk masakan-masakan lezat yang amat disukai dan laris di Eropah. REMPAH-REMPAH, itulah 'besi berani' daya tarik utama yang menggerakkan VOC baravontur dan kemudian menguasai Indonesia. VOC menjelajah ke Indonesia, bukan untuk menyebar agama Kristen atau mensosialisasikan kebudayaan Eropah yang dianggap lebih unggul, ---- tetapi adalah demi mengejar keuntungan, laba dan kekayaan yang berlimpah ruah. Betul, dengan menyalahgunakan Kitab Injil dan 'keunggulan' kebudayaan dan teknologi Barat ketika itu.

* * *

Pada tanggal 28 Oktober1928, ketika bangsa Indonesia masih berada di bawah kekuasaan kolonial Belandan, sejumlah pemuda-pemuda bangsa mengambil keputusan yang bersejarah, yang turut menentukan haridepan Indonesia. Pemuda-pemuda harapan bangsa Indonesia itu mendeklarasikan, bahwa bangsa ini adalah bangsa Indnesia, yang bertanah air Indonesia dan berbahasa Indonesia (yang ketika itu masih dikenal sebagai bahasa Melayu), menjadi 'lingua franca', bahasa nasional untuk seluruh bangsa Indonesia.

Diambilnya keputusan tsb, ketika bangsa dan tanah air masih dalam cengekeraman kekuasaan asing, menunjukkan bahwa kesadaran berbangsa telah lahir dalam suasana yang penuh keyakinan dan dalam semangat hamonis dan damai. Patut dikatakan harmonis dan damai, bila kelahiran bangsa dan bahasa nasional yang berlangsung di Indonesia , dengan mengingat bahwa di pelbagai negeri dunia ketiga, untuk penentuan bahasa apa yang ditetapkan sebagai bahasa nasional, seringkali berlangsung dalam suasana konflik kekerasan yang berlarut.

Deklarasi Pemuda Indonesia pda tanggal 28 Oktober 1928 itu, merupakan tonggak penting dalam sejarah perkembangan kebangkitan kesedaran nasional bangsa Indonesia. Tetap sekali peristiwa tsb dicatat dengan tinta emas dalam sejarah bangsa Indonesia.

* * *

Namun, peristiwa-peristiwa penting yang mendahului Hari Sumpah Pemuda Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928 itu, tak boleh luput dari perhatian, studi dan dokumentasi bangsa ini. Yang dimaksudkan ialah, didirikannya P.N.I. , Partai Nasional Indonesia, oleh Bung Karno, yang kemudian bersama Moh. Hatta, menjadi PROKLAMTOR KEMERDEKAAN INDONESIA, pada tanggal 17 Agustus 1945. PNI didirikan dalam tahun 1927, berarti 1 tahun sebelum Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

Arti teramat penting dari didirikannya PNI oleh Bung Karno dkk, ialah bahwa partai nasional ini menjadikan Indonesia Merdeka, sebagai programnya yang terpenting Jadi program strategisnya jelas, yaitu KEMERDEKAAN INDONESIA. Dan cara perjuangannya adalah NON KOPERASI. Artinya menolak kerjasama dengan kekuasaan kolonial Belanda. PNI di bawah pimpinan Bung Karno dkk, sudah tidak percaya lagi kepada kekuasaan kolonial. Beberapa bulan sebelum didirikannya PNI, pemerintah kolonial Hindia Belanda dengan kekerasan militer telah menghancurkan pemberontakan PKI yang dilancarkan oleh PKI dalam tahun 1926. Kelanjutannya adalah penangkapan besar-besaran terhadap anggota-angota PKI dan pendukungnya. Mereka kemudian dibuang ke Boven Digul, Papua Hindia Belanda.

* * *

Dalam pada itu di negeri Belanda, sejumlah mahasiswa Indonesia, yang telah mendirikan 'Indische Vereniging', mengubah nama tsb menjadi 'Perhimpunan Indonesia', PI.

* * *

Ditelusuri ke belakang lagi, idé tentang suatu bangsa Indonesia, dapat dijumpai pada didirikannya 'Syarikat Islam (SI)', 1905, dan kemudian 'Indische Partij' (1912) oleh Douwes Dekker, Tjipto Mangunkusumo dan Soewardi Soerjaningrat (Ki Hadjar Dewantara), yang kemudian di buang ke negeri Belanda, sebagai ganjaran atas 'dosanya' membangun suatu partai nasional.

Didirikannya Partai Komunis Indonesia, PKI, pada tanggal 23 Mei 1920, sebagai kelanjutan dari Indische Sociaal Democratische Vereniging (1917), ISDV, adalah satu mata rantai penting, dalam kesadaran berbangsa serta tekad untuk mencapai suatu Indonesia yang adil.

* * *

Bila hendak disimpulkan, lahir, tumbuh dan suburnya semangat kebangsaan, semangat patriotisme, cinta-tanah dan bangsa, berlawan terhadap setiap kekuasaan asing yang hendak menguasai Indonesia, terjadi dalam suatu proses panjang. Suatu proses reaktif terhadap penguasaan dan penghisapan yang dilakukan oleh kekuasaan asing Barat. Yang kita kenal dengan nama kolonialisme dan imperialisme.

Penindasan asing yang kejam dan tak adil itu telah melahirkan semangat perlawanan yang tak terkalahkan.
Proses perjuangan tsb telah melahirkan pula suatu nasion, nasion baru: INDONESIA. Singkat kata, nasion dan negeri INDONESIA, dilahirkan dalam suatu pergolakan yang lahir dari bawah, dari kehendak rakyat itu sendiri. Bukan muncul dari kekeinginan kekuasaan asing atau seorang raja feodal.

INDONESIA LAHIR DARI PERGOLAKAN PERJUANGAN YANG ADIL.
Maka ia tidak mudah berkeping-keping dan hancur berantakan, seperti halnya sementara negeri dan bangsa, yang lahir dengan paksaan kekuatan dari luar atau dari atas.

* * *
*) Majalah 'Le Banian' diterbitkan oleh Asosiasi Persahabatan Perancis-Indonesia;
Ketua -- Ny. Johanna Lederer)

No comments: